Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
78


__ADS_3

Sesampainya dimasion ayahnya, alic melihat seorang perempuan yang tidak asing baginya, perempuan itu terus berdiri didepan gerbang masion ayahnya.


alic mendekati perempuan itu , kemudian menyentuh bahu perempuan itu.


“kak.... ” ucap alic ywng menyadarkan perempuan didepannya ini.


“ alic.... akhirnya aku menemukanmu” ucap merin denggan lebam dimana mana.


“ apa yang terjadi denggan mu??" ucap alic kaget melihat merin penuh luka lebab di area tubuh.


“ ini tidak penting, aku akan memberimu kabar tentang dalang obat itu...tapi, aku punya syarat” ucap merin yang langsung disetujui oleh alic.


alic menggajak merin kembali menaikki taxsi, mereka menuju rumah sakit terdekat.


alic memang senggaja tidak menggajak merin masuk kemasion ayahnya , alic hanya tidak ingin merin salah faham denggan adanya para cowok cowok yang tinggal dirumah ayahnya saat ini.


“ kita mau kemana?” tanya merin binggung, karena alic tiba tiba menariknya masuk kedalam taxsi .


“ rumah sakit” ucap alic yang membuat wajah merin terlihat amat takut.

__ADS_1


“ janggan janggan kerumah sakit alic.... kumohon ” ucap merin yang semakin membuat alic binggung, walhasil alic menyuruh supir taksi ke pusat apertemen, dia akan membeli 1apertemen untuk miscel, alic tidak tega melihat miscel yang seperti ini.


“setelah sampai, dia segera menemui orang yang bertanggung jawab atas apertemen yang akan dia beli.


alic memilih apertemen denggan hati hati, apalagi melihat kondisi fisik kakak tirinya yang tidak baik baik saja, semakin membuatnya mencari tempat teraman untuk kakak tirinya.


Setelah semua urusan pembelian apertemen selesai, alic segera menggajak kakaknya untuk masuk apertemen tersebut, disini alic memang meminta untuk apertemennya yang semua barang peralatan rumah sudah lengkap, jadi bisa langsung ditinggali.


“ kak... maaf, tadi sedikit lama” ucap alic setelah menggajak kakaknya masuk keapertemen baru nya.


“ biarkan aku mandi terlebih dahulu” ucap merin yang disetujui oleh alic.


alic menyiapkan baju untuk kakaknya, untuk saat ini hanya ada bajunya yang dia bawa dari rumah orang tuanya.


“ maaf bajunya gegedean” ucap alic ketika melihat merin denggan bajunya yang terlihat kedodoran di tubuh merin.


“ hah.... tidak menyangka kamu akan setinggi ini... padahal tubuh kita sama kecil, tapi tinggi badanmu serupa denggan para model, bahkan model belum tentu setinggi kamu” ucap merin yang tidak menyangka akan melihat alic, apalagi setelah melalu berbagai hidup yang penuh penekannya.


“ kak kemari.... ceritakan kepadaku apa yang terjadi selama ini ... aku tau, dulu hubungan kita tidak baik, tapi alic harap kita akan jadi kakak adik yang rukun dan baik” ucap alic yang membuat hati merin sanggat hangat, dia bahkan sampai meneteskan air matanya.

__ADS_1


“ ma a f.... maaf... maafkan kakak dan mama alic, semoga crita ini bisa menebus semua kesalahan mama dan aku” ucap merin yang tidak henti hentinya menangis, setelah dia tenang dia kemudian mulai menceritakan kehidupannya dikepulauan terpencil, sampai akhirnya orang yang disebut tuan oleh mamanya muncul disana, mereka ber2 dibawa pergi oleh orang yang dipanggil tuan itu kesuatu tempat, disana sanggat bau denggan obat obat... dan banyak sekali docter dari kalanggan muda sampai tua, semuanya ada.


flash back


merin membuka matanya, dia fikir dia masih didalam mobil, tapi siapa sangka dia sudah ada didalam jeruji besi yang didalamnya ada ranjang untuk tidur.


“ kamu orang baru?”


ucap seseorang yang terlihat seumuran denggannya.


“ apa maksudmu dengan orang baru?” ucap merin denggan perasaan binggung dan takut menjadi 1.


“ apa kamu tidak merasa alat ke**luanmu sakit” ucap perempuan itu dengan santai, seolah sudah biasa menghadapi hal seperti ini.


merin kemudian mulai sadar, dibawah sana memang terasa nyeri dan sakit, dia bukan orang yang bodoh dalam hal ini, tapi bukan berarti dia pernah berbuat hal ini.


“ dia inggin kamu dan perempuan semua yang ada didalam sell melahirkan anaknya, tapi.... anak itu bukan untuk menjadi penerusnya, melainkan percobaan obat gilanya” lanjut perempuan itu yang semakin membuat merin kaget, dia mungkin bisa terima hidup di kepulauan denggan semua cacian orang orang saat itu, tapi kalo hal seperti ini.... dia sanggat tidak terima, dia merasa harga dirinya diinjak injak.


“ oh iya... kamu anaknya ibu itukan???” lanjut perempuan itu yang menunjuk monica sedang mengikuti tuannya.

__ADS_1


“ ya” jawab merin tanpa berkedip,dia terus memandangi ibunya yang tampak bangga mengikuti tuannya.


“ nyawanya hanya tinggal beberapa jam saja”


__ADS_2