Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
15


__ADS_3

"hahahaha bukankah ini sanggat jelas, bahwa banyak yang tidak suka akan kehadiran anda? yang tidak suka dengan kehadiran anda mungkin sepemikiran dengan saya... bahwa anda hanya membawa kebangkrutan bagi perusahaan" ucapan itu dilontarkan oleh wakil derektur dengan semangat yang membara.


" anjaz saraj, menjabat sebagai wakil derektur... benar bukan?" ucap alic yang kemudian menyetel monitor tempat rapat yang telah disambungkan ke leptobnya.


"bapak polisi... bisa tangkap dia, sesuai dengan data yang saya kirimkan" ucap alic yang membuat semua orang kaget, mereka tidak menyangka bahwa alic juga menggundang polici yang ada diluar.


"tidak perlu buru buru nona, biarkan dia tau kesalahan dia dulu" ucap salah satu polici yang masih setia didepan ruangan, tanpa membuka pintu sedikitpun.

__ADS_1


"sesuai permintaan anda" ucap alic yang kemudian mengeklik tombol , dan seketika semuanya tercengang betapa gilanya anjaz, dia berani menilap uang perusahaan setiap bulan, dengan mengatas namakan kebutuhan perusahaan yang sebenarnya untuk foya², bukan cuma itu... alic juga memperlihatkan foto² fullgar anjaz dengan gonta gantinya pasangan dengan tanpa balutan, itu sudah membuat anjaz tidak bisa menahan amarahnya, seketika anjaz mengebrak meja dengan kuat.


"itu semua fitnahhhhh!!!!! tuduhan palsu yang hanya digunakan oleh anak kecil" triak anjaz yang sudah marah besar.


"sayangnya aku tidak pernah main main dengan hal ini, toh aku menggambilnya dari hpmu" ucap alic yang membuat anjaz mencoba mengecek hp nya. . .. dan benar saja, dia tidak bisa membukanya karena sandinya diubah oleh alic.


"aku juga bisa membuka vidio yang kamu simpan..., kamu memaksa kepada karyawan karyawan kecil untuk memuaskan nafsumu, kamu fikir kamu siapa haaaaa!!!!! hanya wakil derektur sudah berani mengancam dengan hal keji!!!! apakah kamu sempat berfikir dengan mereka yang jadi kebuasan nafsumu??!!!! " ucap alic yang sekarang naik diatas meja dan menghampiri anjaz dengan cepat.

__ADS_1


"yang menjadi derektur saja tidak pernah punya fikiran seperti kamu!!!!! kenapa yang hanya wakil derektur punya kelakuan sampah sepertimu?!!!" kali ini tangan alic tidak bisa mengontrol, dia mencekik anjaz dengan tatapan membunuh, untung saja bapak polici yang dari tadi didepan segera masuk, dan membawa anjaz untuk segera diserahkan kepada temannya agar ditahan secepat mungkin, dia tidak ingin alic keblablasaan membunuh anjaz, untungnya itu masih bisa diselamatkan... sedangkan anjaz masih kaget dengan triakkan alic dan tindakkan alic yang diluar dugaannya, itu sanggat menakutkan baginya.


"kak kevin... kamu lanjutkan saja, aku mungkin tidak bisa mengontrol diriku lebih lama, kak vano... mari antarkan aku ke masion utama" ucap alic yang segera dituruti oleh ke2nya.


Disini semua orang sanggat menyadari betapa menakutkannya alic ketika berhadapan dengan orang jahat,alic tidak punya rasa takut sama sekali,,, mereka fikir alic layak menjabat sebagai pengganti ayahnya, tpi itu hanya beberapa orang saja yang berfikir seperti itu, sedangkan yang lain... tidak suka sama sekali dengan adanya alic yang akan dengan mudah membongkar rahasia mereka, dan itu akan membuat mereka tidak bisa melakukan hal yang sama untuk lain harinya.


Kevin akui, alic sanggat keren saat melakukan hal tersebut, dia akan menuntaskan masalah yang dibuat alic dengan cepat... dia ingin segera disamping alic, dia merasa ilmu alic adalah semua hal yang dia ingginkan.

__ADS_1


__ADS_2