
"Kamu bangga rengkeng 8?" tanya vano yang merasa sebal dengan tingkah benzai yang terus bangga dengan rengkeng 8dari bawah itu.
"tentu" jawab benzai yang akhirnya dapat jitakkan dari vano.
"auuuuuuu!!!!!!" triak benzai yang kesakitan akibat jitakkan vano yang mendarat denggan keras dikepalanya.
"apa yang kmu banggakan????!!!!!!! rengkeng 8 dari belakang pula bangga!!!!" ucap vano yang sudah tidak tahan untuk tidak memarahi benzai yang sudah seperti adiknya sendiri.
"itu harus dibanggakan!!!! karena biasanya aku rengkeng 2dari belakang,bukankah ini sudah meningkat?" jawab benzai sambil menggelus kepalanya yang masih terasa sakit akibat jitakkan vano.
"besok besok belajarlah denggan kevin, dia mungkin bisa membuat kamu mempunyai nilai yang hampir sama denggan perinkat ke 10 dari atas" ucap vano yang sudah lelah memarahi benzai yang sepertinya butuh didikkan lebih keras.
"biyaya belajar denggan q mahal.... kamu gak akan mampu" ucap kevin yang menolak menjadi guru tambahan bagi benzai, dia lebih senag jika menggurus perusahaan dari pada menggurus benzai.
"jahatnya kau kak kevin" umpat benzai denggan sebal.
__ADS_1
Sedangkan dirumah miscel, dia sedang khawatir denggan keadaan alic... dia cukup terkejut setelah mendenggarkan crita kenzo tentang tanggis alic sampai rivom yang tidak bisa mengontrol emosinya, miscel tidak inggin alic dan rivom memiliki hubungan yang tidak baik.
"sayang... mari ke negara gajah" Ajak miscel kepada suaminya yang baru saja selesai sarapan.
"tidak... biarkan anak anak menyelesaikan masalah mereka, jik kita yang menyelesaikanya,,, itu tidak bisa membantu mereka ketika mereka mndapat masalah yang lainnya, biarkan mereka berfikir untuk menyelesaikkan masalah mereka.... tanpa bantuan kita... okey?" ucap devanos yang sanggt yakin bahwa alic dan rivom bisa menyelesaikan masalah mereka.
"okey" jawab miscel ragu ragu.
Setelah sampai ... mereka masih harus mendaki gunung yang cukup tinggi agar bisa melihat betapa indahnya tuhan menciptakan alam ini.
"tidak... ini tidak terlalu tinggi" jawab alic santai sambil mendaki tanpa henti.
"kufikir kamu bisa kembali.... melihat kondisi fisikmu yang sudah membaik seutuhnya" ucap rivom yang membuat vano ketar ketir.... karena dia belum mau kembali kenegara singga.
"aku akan disini sampai lulus, setelah lulus baru aku akan kembali" jawab alic yang membuat vano merasa lega.
__ADS_1
"tidak baik tinggal dirumah orang terlalu lama" lanjut rivom yang tidak suka mendenggar alic yang akan tinggal lama disini.
"aku akan memcari tempat tinggal sendiri" lanjut alic yang kemudian melangkah terlebih dahulu,dia tidak inggin berdebat lebih dalam lagi dengan kakaknya.
"janggan menekan nona, dia paling benci ditekan... apalagi diatur,dia sedang menikmati dunianya yang bebas... karena setelah dia kembali kenegara singga dia harus kembali bertempur denggan perusahaan, dia tidak seberuntung anda...yang hanya berfokus ke kampus, jadi.... tolong dimenggerti keingginan nona alic" ucap kevin yang mencoba menginggatkan kepada rivom,betapa kejamnya dunia bagi alic.
"dia benar... alic tidak seberuntung kita, biarkan dia menikmati masa remajanya seperti remaja lainnya menikmatinya" ucap kenzo yang membuat rivom semakin diam, rivom tidak menyangka betapa pahitnya dunia alic.
Sesampai di puncak... mereka segera membuat tenda untuk berkemah.
"gak sia sia sampai kecapekan kaya gini... kalo lihatnya pemandanggan sebagus ini" ucap benzai dengan senang, sesekali dia menghirup udara yang belum berpolusi dipuncak gunung.
Beda dengan alic yang menyipitkan matanya, dia merasa ada yang tidak beres di bagian arah barat.. ketika dia masih menjadi beliz dia sudah terbiasa denggan kehidupannya yang keluar masuk hutan untuk latihan / menyelesaikan misi militer.
"nona... ada apa?" tanya kevin yang mendekati alic dan ikut melihat apa yang dilihat alic.
__ADS_1
" kufikir ini akan menjadi seru" ucap alic sambil memiringkan senyumnya.