Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
18


__ADS_3

Jam 19.43 alic membuka matanya, dia sanggat kaget melihat sekelilingnya tak asing, tpi dia sanggat heran.... bagaimana bisa dia ada didalam pesawat?..?!!!!!, alic melihat sekeliling, dan mendapati vano dan kevin yang tertidur ditempat masing masing, ada juga 1 orang dengan pakean serba putih, kaca matanya yang bening memmbiat alic menyangka dia seorang docter.


alic mencoba memanggil vano/ kevin walau terasa sanggat berrat untuk berucap apalagi tenggorokkannya terasa kering ini menambah rasa sakit pada tenggorokkannya , dan ternyata keduanya membuka mata bersamaan, segera saja mereka melangkah kearah alic, kevin dengan cekatan membantu alic untuk duduk.


"ambilkan nona alic minum" ucap anggara yang melihat hal itu, dia cukup kagum dengan tubuh alic yang rapuh,tapi masih mampu untuk duduk dengan benar meskipun dibantu oleh kevin, menurut anggara orang yang sudah memakai obat itu terus menerus... Apalagi seperti alic yang sudah mengkonaumsi obat 5th kurang 1bulan, sedikit demi sedikit bagian tubuhnya akan mati rasa,tpi tidak dengan alic yang masih mampu menjalankan tubuhnya sesuai keingginannya.


"kita mau kemana?" tanya alic setelah merasa baik dengan tenggorokkannya.


"kerumah dia" ucap vano sambil menunjuk anggara, vano masih sebal dengan anggara yang dari awal tidak menyutujuinya ikut, walau sampai akhirnya dia bisa ikut, bagi vano butuh perjuanggan yang extra baru bisa naik pesawat pribadi milik keluarga jovanca, beda dengan kevin yang langsung membopong alic ke pesawatnya, dia tidak peduli dengan triakkan anggara dan anggota keluarga jovanca , dia cukup bilang...

__ADS_1


"saya mengikuti perintah nona alic, jika sampai nona alic mencari saya... kalianlah yang bertanggung jawab* cukup itu saja.. semuanya diam, toh leon yang menyuruh kevin untuk menjaga alic, beda dengan vano yang saat itu sibuk dengan kopernya yang baru datang, jadi dia tidak bisa meniru alasan kevin yang jitu itu.


" apa penyakitku semqkin parah?" tanya alic yang mendapatkan anggukan dari anggara, melihat hal itu alic diam sesaat sampai akhirnya dia inggat sesuatu.


"dimana hp dan leptob ayahku?" tanya alic yang membuat vano tidak berani berkata,karena hp dan leptob ayah alic dibawa oleh kakek alic, leon membawa leptob da hp anak bontot nya, agar alic fokus ke kesehatannya saja, dia tidak mengizinkan sesuatu terjadi kepada alic kalo alic terlalu memikiirkan perusahan.


lega.. karena bukan dia yang bilang.


"sudahkah kalian memberi tau momy kalo aku menjalani perrawatan diluar negri?" tanya alic yang masih bisa mengontrol rasa sebalnya, untuk saat ini hp dan leptob ayahnya lah yang penting karena disana dia bisa mengetahui musuh dalam selimut yang masih bersembunyi dengan senyum bahagianya mengetahui orang yang inggin mereka singkirkan benar benar telah tersingkirkan dari muka bumi.

__ADS_1


*baiklah,,, biarkan mereka bahagia perlahan* batin alic yang menghela nafasnya sanggat pelan, alic memang belum mengetahui dalang pemberi obat itu selain ibu tirinya, karena alic merasa ini bukan hal yang sederhana untuk diungkapkan.


"belum nona... tpi tuan besar leon akan memberi tau tentang anda yang dirawat diluar secara pribadi" jawab kevin yang membuat vano binggung, karena dia tidak mengetahui hal tersebut, padahal dia jelas ada dimasion utama sebelum kevin datang,,, ini sanggat menyebalkan bagi vano yang serba inggin tau.


"bagus lah kalo seperti itu" ucap alic dengan senyum senang nya,,,, entah kenapa hatinya akan menghanggat ketika menginggat tentang momynya.


"nona... tuan leon juga mengingginkan anda untuk sekolah sesuai umur anda, mungkin anda bisa ambil jalur loncatan sekolah, karena anda tidak ikut sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, sesui umur anda... anda seharusnya sudah masuk kelas 1 sekolah menengah keatas" ucap kevin membuat alic tau maksud kakeknya.


"kak vano, kamu aturlah semua hal itu,,,, kak kevin akan menjalnkan tugas yang lain" ucap alic yang jelas menyembunyikan sesuatu yang ada diotak kecilnya.

__ADS_1


__ADS_2