
“alic.... mari makan bersama” ajak lucy yang masuk kamar alic ,alic menurunkan bukunya .... dia menghampiri lucy.
“ kemaren... jadi jenguk paman??” tanya alic kepada lucy.
“ ya.... dan semakin kesini, sepertinya akan semakin rumit... oh iya, kemaren q juga bertemu denggan ibuku” ucap lucy yang membuat penasaran alic, selama ini alic hanya tau bahwa ada hal yang tidak baik dikeluarga hans, hanya saja dia tidak tau sedalam apa kebusukkan keluarga hans.
“ dia mungkin tidak sadar, orang yang dia goda adalah anaknya sendiri”
flesback
pagi .... lucy baru saja menginjakkan kakinya dinegara asalnya, sesuai rencana dari bandara dia kepenjara untuk menjengguk ayahnya,
“ ngeeeekkkkkk” suara pintu sell terbuka secara perlahan.
“anda mendapat kunjungan dari anak anda” ayah lucy hanya seorang diri didalam sell tersebut, karena anak buah ayah lucy telah dikeluarkan.... lucy juga yang menebus semua anak buah ayahnya, dia bukan tanpa sebab melakukan hal tersebut, dia lakukan karena perintah dari alic, alic masih membutuhkan orang orang itu, untuk urusan yang lain.
“ kamu kenapa kesini?” tanya
ayah lucy yang heran melihat anaknya kesini, dia fikir.... lucy akan menggunjunginya setiap libur sekolah, tapi itu tidak terjadi.... karena sebelum anaknya masuk sekolah... lucy telah kesini.
“ lucy... akan kesini sesuai janji lucy... 1bulan sekali” jawab lucy yang membuat ayahnya terenyuh mendengar ucapan lucy.
“ pah... setelah keluar dari penjara, mari tinggalkan negara ini” lanjut lucy yang mendapat ketidak setujuan dari ayahnya.
“ nak dengerin papah, ada banyak hal yang harus papah lakukan.... ”
sebelum ayah lucy meneruskan ucapannya, lucy lebih cepat untuk menyela ucapan itu.
__ADS_1
“ pah.... semua itu, biar lucy urus, pokoknya pulang dari sini... kita pindah negara, lucy tidak menerima penolakkan!!!!, bagi lucy saat ini... temapt teraman adalah disamping alic, pah.....” lucy mulai menurunkan volume suaranya.
“ pah....pindah negara okey???... kita banggun ruamah yang hanggat, yang damai, dan aman dari apapun” ucap lucy yang akhirnya disetujui oleh ayahnya...
“ nak... bolehkah ayah minta satu hal” ucap ayah lucy seperti sedang mengharapkan sesuatau.
Lucy mendengarkan secara seksama apa yang disampaikan oleh ayahnya, jujur itu membuat lucy kaget, tapi dia juga inggin membuktikannya.
“ baiklah.... nanti malam aku akan kesana, jika dia memang seperti itu, aku inggin menggetahui alasan apa dia melakukan hal itu” ucap lucy
“ kufikir dia tidak menggenalimu, wajah dan tinggi badanmu sanggat berbeda dari terakhir dia melihatmu” tanggapan ayah lucy semakin membuat lucy penasaran.
*apakah iya....dia akan melupalanku secepat itu???* batin lucy semakin menebak nebak.
malam itu..... sesuai yang telah disampaikan oleh ayahnya, dia mendatangi sebuah discotik yang sedikit tidak menonjol bagi kalanggan anak muda seperti dirinya, tapi tempat itu sanggat terkenal dikalanggan orang setenggah baya.
Lucy mencari tempat duduk, dan mulai basabasi denggan cara memesan segelas minuman.
setiap perempuan yang belum mendapat pelanggan mencoba menggoda lucy, tapi lucy terus menolak.... sampai akhirnya wanita yang sedari tadi dia awasi mendekat dan menggodanya.
“ anak muda.... boleh saya temani?” ucapnya sambil duduk disamping lucy... jarang duduk itu membuat lucy tidak nyaman, karena terlalu intim.
“ boleh ” jawab lucy yang membuat perempuan itu tersenyum puas.
“ anak muda, .... sepertinya kamu baru pertama kali kesini.... katakan kepadaku, apa kamu kurang kepuasan hasrat... makanya datang kesini???” ucapan itu membuat lucy sanggat jijik,tapi dia tetap harus bertahan untuk membuktikan ucapan ayahnya.
lucy mendekat kan wajahnya ketelinga perempuan tersebut sambil berkata.
__ADS_1
“ aku sama sekali tidak membutuhkan kepuasan hasrat... kufikir anda nona hans.... yang kekurangan hasrat??? bukankah anda tidak butuh uang... karena anda salah satu nona keluarga hans???” ucap lucy yang membuat wanita itu sanggat kaget, dia tidak percaya masih ada yang bisa menggetahui tentang identitas dirinya .
“ janggan janggan... orang orang yang setiap kali anda layani, anda jual salah satu organ dalam mereka.... karena anda salah satu pedagang organ dalam” ucap lucy yang srmakin membuat perempuan itu terkejut, karena selama ini... dia fikir yang tau masalh ini hanya dirinya dan docter yang dia tugaskan menggambil organ dalam, orang yang dia layani,selain itu.... tidak ada orang yang tau.
“ anak muda.... menfitnah orang akan bersangkutan denggan hukum negara, apalagi jika sampai mencemarkan nama baik... hukuman akan berlipat ganda” ucap perempuan itu denggan nada yang masih dia kontrol .
“ nah.... bagaimana, kalo bukan sekedar fitnah ???? melainkan kenyataan...??? bukankah itu sama saja akan berhubunggan dengan penjara???”
“ aku tidak tau, bagaimana kamu membuat pelangganmu tidak sadar selama 2hari, dan aku juga tidak tau bagaimana caramu menggambil organ dalam, tanpa orang tersebut curiga.... bahwa organ dalamnya telah diambil” lanjut lucy yang semakin membuat hati dan fikiran ibunya kacau, ya.... orang itu adalah orang yang mengaku sebagai ibu lucy.
“nak.... maaf tidak bisa melayanimu denggan baik, cukup hati hati ketika pulang” ucap perempuan itu yang mencoba segera pergi dari samping lucy, tapi... lucy menahannya.
“ kamu tidak perlu menginggatkan saya, karena saya kesini bersama pasukan khusus abdi negara” ucap lucy yang sebenarnya hanya mencari aman saja, karena dia disini hanya sendiri.... dia belum tau, jika ada 10 orang yang mengkroyoknya.... apakah dia mampu melawan/tidak, jadi alangkah baiknya dia mencari aman saja dulu.
“ ahhhh.... aku juga pernah mendengar tentang anda nona hans, katanya ...anda membunuh saudari anda denggan kejam, bahkan saking kejamnya anda menghasut keluarga anda, agar tidak mencari keberadaan saudari anda???.... atau janggan janggan itu ada sebab lain, yang membuat saudari anda meninggal lebih dahulu ” lanjut lucy yang semakin membuat perempuan itu tidak bisa membendung emosinya, tapi brengsek lucy... dia akan pergi begitu saja, setelah memancing emosi seseorang .
“ sialllllllll..... dia pasti sudah merencanakan semuanya, untuk hari ini.... wku boleh tidak membunuhmu.... tapi lain kali, pasti akan kubunuh sampai keturunanmu” batin perempuan itu setelah lucy pergi bagai angin, yang cepat menghilang.
“ apa kemaren.... kamu pergi tanpa otak?” ucap alic setelah mendengarkan cerita lucy.
“ alic.... kamu tau,otakku selalu bekerja denggan baik!!!!!” elak lucy yang tidak suka dengan tanggapan alic setelah mendenggarkannya.
“ jika otakmu kamu bawa, seharusnya kamu bisa beri tau aku.... kita bisa tuntaskan urusan itu denggan cepat, jika sudah seperti ini.... bukankah membuat dia semakin hati hati???? kita juga semakin susah mendapatkan jawaban dan sanggat sulit akan mengungkaokan kasus pembunuhan ibumu...” ucap alic yang sudah jenggah denggan kecrobohan kawannya ini.
“ sudahlah.... aku akan buatkan rencana lain saja” lanjut alic yang membuat lucy menggaruk kepalanya, karena dia tidak memikirkan sejauh itu, yang dia tau hanya menyulut emosi saja.
“maaf”
__ADS_1