Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
71


__ADS_3

Disitu Rafenda menceritakan tentang istrinya dari awal bisa mengkonsumsi obat itu sampai istrinya meninggal.


“jika saya dapat menemukan orang pembuat obat racun itu, apa yang akan anda lakukan kepadanya?” tanya alic yang mendapatkan senyuman sinis dari rafenda.


“kamu....? bisa menemukannya????... hhhhhhh kufikir itu tidak mungkin, lebih baik kita serahkan kepada detektif ” ucap rafenda yang disela tawanya, jelas saja rafenda tertawa, bagi rafenda itu bukanlah hal yang mudah, dan itu terlalu beresiko bagi orang yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri.


“ mungkin.... kamu hebat dalam berbisnis, tapi kamu belum tentu hebat dalam membuka kasus seperti itu, contoh seperti kalek kamu, dia memang hebat dalam menjaga keamanan negara, tapi dia tidak hebat dalam berbisnis” lanjut rafenda bukan berniat merendahkan kemampuan alic,tapi dia hanya menginggatkan bahwa tidak semuanya bisa dia tanggani.


“hemmmmm.... tuan” ucap alic sambil menggeluarkan hembusan nafas yang menjanggal jika terus ditahannya.


“ mungkin saya tidak hebat dalam bidang ke 2nya, tapi setidaknya saya berani mencoba dan memecahkannya, dari saya bayi ayah saya lah yang membesarkan saya, jika saya tidak bisa memecahkan kasus ini, saya sanggat malu terhadap ayah saya, ayah saya saja mampu merawat saya selama itu... kenapa saya tidak mampu menemukan penjahat itu???? ” beber alic yang membuat rafenda kagum denggan bocah didepannya, dia mungkin tidak bisa seperti bocah didepannya...


*memikirkan perusahaan, sekolah, dan dendam!!! bagaimana dia membagi otaknya bisa setabil melakukan segala hal itu????* batin rafenda


“ hah.... sekarang aku percaya bahwa kakekmu memberikan pasukannya kepadamu, ternyata kamu punya jiwa kakekmu...” ucap rafenda yang membuat alic mengerutkan wajahnya.

__ADS_1


“ bagaimana kamu mengetahui nya?” tanya alic sedikit penasaran.


“salah satu anak angkat kakekmu adalah teman baikku, tentu saja aku bisa tau, dia akan menceritakan apapun itu ketika dia menemuiku, dia sudah seperti saudara kembarku... jadi begitulah hubunggan kami” ucap rafenda dengan bangganya.


alic mencoba menginggat inggat kakak² angkatnya itu yang seumuran dengan rafenda...


“seharusnya ada 1 yang seumuran dengan anda,umur 30an...betulkan???” ucap alic yang mencoba menebaknya.


“ ya,,, kamu bisa menemukan secepat itu ,oh ya... ngomong ngomong apa kah kamu sudah menemukan orang dibalik obat racun itu??? ” tanya rafenda yang membuat alic mengelurkan data data seseorang yang dia sudah kumpulkan, rafenda langsung membaca apa yang dikeluarkan alic.


“ dihhhhh.... trus ngapain kamu kumpulkan???? gak guna bgt” umpat rafenda dengan sebal.


“ mereka hilang dihari,tanggal, dan tahun yang sama.... jadi menurut mu apakah, sang pelaku yang menculik mereka??? hanya untuk membuat obat tersebut???? atau dia punya tujuan yang lain????" ucap alic yang membuat rafenda segera menggambil ulang data data tersebut.


Rafenda fikir dia sedang di kerjain oleh alic, ternyata alic memberikan informasi sepentinting ini.

__ADS_1


“ jadi.... apa rencanamu selanjutnya???” tanya rafenda denggan seriyus, walau dia menikah dengan istrinya sebab dijodohkan, tapi mereka sudah hidup bersama selam 2th... dan dia pasti tidak akan tinggal diam jika sudah menemukan hal seperti ini, dia juga inggin membuka kasus itu.


“ mereka para docter yang sudah tidak memiliki keluarga, jadi agak sulit menemukan keberadaan mereka dan informasi yang lainnya” ucap alic denggan jujur.


“ aku mungkin tidak sehebat kamu dalam tindakan seperti ini, tapi kamu bisa meminta bantuan kepadaku jika kamu membutuhkan” ucap Rafenda yang mendapatkan anggukan dari alic.


“ bisakah kamu temukan orang yang merawat istrimu???, mungkin itu bisa membantu” ucap alic ,yang memvuat rafenda memikirkan orang tersebut.


“ sepertinya dia kembali kerumah mertuaku, orang itu dibawa oleh istriku dari rumahnya, ketika istriku meninggal, dia kembali kerumah mertuaku”


“ kalo begitu, biar aku saja yang menggambil orang itu... kamu cukup kirimkan foto orang itu dan alamat mertuamu”


“ kamu harus hati hati, disana dijaga super ketat....”


ucap rafenda mencoba menginggatkan, karena mertuanya juga bukan orang sembarangan, jadi wajar saja bahwa rumah mertuanya dijaga ketat.

__ADS_1


__ADS_2