Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
61


__ADS_3

"rivom punya pacar???" ucap kenzo yang melihat postingan rivom... Kenzo menatap foto itu dengan teliti, kemudian dia sadar foto itu diambil baru beberapa menit, dan foto itu diambil dikafe dekat denggan tempatnya bekerja (perusahaan devanos)


* aku akan melihat siapa perempuan yang dijadikan pacar oleh rivom* batin kenzo Yang segera keluar dari ruangannya, dia tidak menyangka bahwa dedynya juga keluar dari ruanggannya.


"ded...mau kemana?? "tanya kenzo yang melihat ayahnya seperti terburu buru inggin keluar.


" menemui adik laki-laki mu..." jawab devanos, devanos jelas bukan orang tua yang kolot, yang akan melarang anaknya berpacaran, hanya saja dia tidak habis pikir...


* Bagimana bisa... Rivom mendapatkan pacar, tanpa memberi tau kami lebih dahulu????? Apa dia inggin disembelih oleh momynya???* batin devanos, padahal dia dan istrinya sudah menggatakan denggan jelas, senang dan sedih harus bertukar cerita... Karena itu adalah hal terbaik dalam keluarga.


Sampai mereka dikafe tersebut, alic melihat kenzo dan devanos seperti mencari seseorang, itu sedikit membuat alic curiga bahwa rivom memberi tau kepada kenzo dan devanos tentang kedatangan nya.


"kak.... paman .... ",triak alic yang membuat kenzo dan devanos menoleh, sontak saja mereka langsung berlari kearah alic dan rivom.

__ADS_1


" sayanggggggggggg..... Kamu kembali? " ucap kenzo yang langsung menghambur kepelukkannya alic, beda denggan rivom yang langsung merasakan telinganya ditarik oleh seseorang yang berada dibelakangnya.


" hehehehe... Ded' ucap rivom yang sock melihat dedynya menjewer telinganya, dia benar benar tidak menyangka akan mendapatkan hal sila saat ini.


"hapus postingan mu.... " ucap devanos yang melepaskan tangganya dari telinga rivom, devanos tidak habis fikir bagaimana anaknya bisa senak jidat melakukan hal ini.


" ded.... Ini adalah hal yang ampuh buat mengusir perempuan ganjen yang ada dikampus.... Mereka sanggat menyebalkan " ucap rivom yang kekeh tidak inggin menghapus postingan nya, apalagi dia inggat para perempuan yang mencoba menggejarnya, itu sanggat menggelikan sekali.


" om... Biarkan saja, itu bermanfaat buat kakak" ucap alic yang sudah melihat postingan rivom, dia tau..... Rivom melakukan itu denggan alasan yang sanggat kuat.


"sayang... Kenapa memberi tau rivom saja, kalo kamu pulang??? Kenapa tidak memberi tau kakak juga???? "tanya kenzo yang sudah melepaskan pelukkannya itu.


" kaka... Kamu, paman devanos, dan momu jam segini sibuk bekerja, wajarlah jika adek meminta aku untuk menjemputnya" ucap rivom denghan senyum senangnya, karena dia orang yang dipercaya alic untuk menjemputnya.

__ADS_1


"aku bisa meluangkan waktu ku" elak kenzo yang merasa tidak senang dengan jawaban rivom.


Alic hanya diam, dia memilih melanjutkan makanya... Sebenarnya alic sedang merencanakan sesuatu, dia inggin segera menyelesaikan kasus tentang ayahnya dan obat yang sempat dia konsumsi.


*aku tidak inggin membuang waktu lagi, harusnya dalam 1bulan sudah dapat memecahkan kasus ini..... Jika bisa harus dipercepat.... Data data saat dinegei gajah, sedikit demi sedikit sudah kudapatkan, tinggal menunggu dalanh keluar..... Yah walaupun harus sedikit berakting beberapa kali, setidaknya membuahkan hasil. * batin alic yang sesekali mengunyah makanannya.


"apa yang kamu fikiran? " tanya devanos yang dari tadi memanggil alic gapi tidak mendapatkan respon, sampai tangganya menyentuh jidat alic.... Itu baru membuat aloc sadae dari lamunannya.


" paman.... Aku akan tinggal dimasion anda..... Apakah boleh? "tanya alic yang membuat devanos tersenyum, devanos tidak percaya bahwa alic akan meminta izin kepadanya dahulu.


" alic.... Aku sudah menganggap dirimu sebagi putriku, tentu saja tempat tinggalku akan menjadi tempat tinggalmu juga. " jawab devanos yang diluar dugaan alic, tentu saja alic menunggu hal ini..... Dia sudah sanggat lama inggin merasakan perasaan mempunyai seorang ayah, apalagi mengingat dia ketika menjadi belic hanya beberapa tahun saja bertemu denggan ayahnya, dan ketika masuk tubuh alic ayahnya juga sudah dikuburkan..... dia sama sekali tidak merasakan perhatian seorang ayah.


"benarkah anda menganggap saya... Putri anda sendiri? "tanya alic denggan tatapan yang sulit dijelaskan, tapi devanos tetap tersenyum, meski melihat tatapan aneh alic.

__ADS_1


" tetu saja.... Semenjak istri saya menganggatakan dia punya seorang putri, disaat itu saya meraskan akamu juga putriku. " jawab devanos yang membuat alic berlari menuju devanos dan memeluk devanos dengan erat, itu membuat devanos sedikit tidak percaya denggan hal yang dilakukan alic terhadapnya, itu membuat jiwanya bergetar denggan hebat, dia tidak percaya begitu menyenangkan mendapatkan kasih sayang dari anak perempuan.


"bisakah saya juga memanggail anda, dedy...... Seperti kakak???"


__ADS_2