
Alic dan lucy turun untuk mengikuti sarapan bersama, setelah selesai sarapan... alic pulang ke masion damien.
“dek... mau mana?” tanya kenzo yang habis mandi, kenzo sedikit curiga melihat pakean adiknya yang sudah rapi,apalagi ini masih jam 09.00 pagi.
“ bukannya mau kemana.... tapi ,dari mana?” ucap miscel yang dari tadi diruang santai.
alic diam tanpa suara, dia tidak menggubris ucapan kakaknya dan momynya, alic langsung masuk kekamar.
“ mom.... gantilah cara bicaranya.... jangan ketus ketus gitu, adik saja sudah membatalkan acaranya demi momy, sekarang momy juga lebih lembut sama adik” ucap kenzo yang sedikit tidak suka dengan cara bicara miscel, yang menurut kenzo... cara bicara miscel terdengar sedikit pedes.
“diamlah.... momy punya cara sendiri untuk mendidik adik kamu” ucap miscel yang bangkit dari duduknya.... tapi langkahnya berhenti ketika pintu kamar alic kembali terbukak.
“ aku akan tinggal diasrama” ucap alic yang pergi denggan koper dan tas punggungnya.
__ADS_1
sontak saja, miscel langsung tersulut emosinya.... dia tidak suka jika alic keluar jauh darinya, dia juga paling takut jika alic terluka.... apalagi jika alic diasrama... itu akan semakin membuatnya rindu, akan sulit baginya untuk melihat alic.
“ Jika kamu berani tinggal diasrama...!!!!! janggan harap kembali!!!!!!” ucap miscel yang membuat alic dengan cepat pergi keluar dari rumah.
“ janggan menggunakan kendaraan milik kakakmu...” lanjut miscel, yang membuat alic melempar kunci motor kakaknya kearah kenzo.
“ dek.... lebih baik tidak diasrama ” ucap kenzo yang mencoba menghadang adiknya.
“ kenzo....!!!! biarkan dia pergi” bentak miscel yang tidak bisa menahan rasa marahnya.
“ mom....!!!!!! janggan kaya gini kumohon.... larang adek mom” ucap kenzo yang memohon kepada ibunya, dia sudah menunggu moment dimana adik kecilnya akan terus bersamanya,,,,, tapi, dia tetap tidak bisa, karena adik kecilnya memilih tinggal diasrama.
“ biarkan dia hidup mandiri” ucap miscel sambil memungguti kartu debit yang dilemparkan oleh alic tadi.
__ADS_1
Sebenarnya alic juga tidak berniat keasrama, dia akan tinggal di masion ayahnya, sekaligus memperlancar menyelesaikan misinya, walau sidikit jauh dari kampusnya, setidaknya dia bebas melakukan apapun yang dia mau.
“deddddd..... ” ucap kenzo setelah melihat rivom dan dedynya baru pulang dari olahraga pagi.
“ kenapa ....???” tanya devanos sambil duduk kemudian melepaskan sepatunya, begitu juga dengan rivom.
“ adik tinggal diasrama” ucap kenzo denggan tampang memelas.
“ heleh bercandakan???... orang saat itu, adik bilang mau tinggal dengan kita.... gak mau keasrama” elak rivom yang tidak percaya sama sekali denggan ucapan kakaknya, karena dia pernah menanyakan hal itu kepada alic, dan alic menggatakan akan tinggal dikeluarga damien... bukan di keluarga jovanca, apalagi diasrama.
“ terserah.... q sudah menggatakan yang sebenarnya” ucap kenzo yang sudah lelah untuk menggatakan nya.
“ dia juga tidak menggunakan debit yang diberikan dedy dan momy.... dia pergi menggunakan taxsi” lanjut kenzo yang berjalan keruang makan, dia butuh asupan makanan agar bisa menjawab pertanyaan rivom, dia sanggat hafal dengan kelakuan adiknya, maka dari itu... dia lebih baik makan terlebih dahulu, sebelum mendapatkan seranggan pertanyaan dari adiknya yang super crewet itu.
__ADS_1
Devanos sudah menduga hal ini pasti akan terjadi, hanya saja dia tidak percaya, alic akan meninggalkan kartu debit pemberiannnya dan istrinya, devanos juga tau.... bahwa alic pasti tidak kekuranggan uang, karena dia adalah CEO dari perusahaan jovanca, tapi devanos bertanggung jawab untuk kehidupan alic.... alic juga anaknya, maka dia juga wajib menafkahi alic,
“jika alic meninggalkan debit itu, maka itu akan jadi alasan untukku sering bertemu dengan anak perempuanku...* batin devanos sambil tersenyum sesaat.