Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
49


__ADS_3

"segera tinggal kan masion... tempat ini sudah tidak aman" triak ayah lucy yang membuat anak buahnya kaget, mereka tidak tau maksud bosnya ,


padahal baru saja menyurh mereka istirahat bagi yang tidak punya jadwal menjaga, dan sekarang mereka harus bersiap untuk pergi dari masion,... jika mereka pergi dari masion, kemana mereka akan pergi??? karena mereka tidak punya tempat berteduh lagi, selain perusahaan dan gudang yang dekat denggan plabuhan.


"kalian sudah telat" ucap zian yang sudah menggepung masion ayah lucy, zian dan rekan rekannya awalnya sudah memikirkn tidak bisa jika sampai kemasion ayah lucy dalam waktu 15menit, tapi siapa yang akan menyyangka akan ada bantuan dari sekumpulan anak angkat leon jovanca yang menggunakan hellycopter.


sampai dimasion ayah lucy, zian dan rekan rekannya segera menagkap beberapa anak buah nya yang kebetulan sedang bertugas beberapa detik itu.


"jadi... gadis kecil tadi hanya umpan??? dan yang menjalankan semuanya adalah kalian?" tanya ayah lucy sambil berjalan turun, karena dia mendengar suara orang memanjat ke lantai 2, dia lebih baik turun dan menghadapi langsung orang yang sedang berbincang dengannya yang menurutnya adalah ketua dari pasukkan intel ini.


"tidak... gadis tadi, bukan seorang umpan.... dan bukan kami yang menjalankan nya... melainkan kami hanya bertemu gadis kecil dan rekan rekannya yang membantu kami untuk menangkap kalian" jawab zian sesekali sambil memainkan pistolnya.


"tangkap mereka" ucap ayah lucy yang menyuruh anak buahnya untuk menyerang para intel, sedangkan ayah lucy langsung menghadapi zian,... bagi ayah lucy, hanya seorang penggecutlah yang akan lari dari pergelutan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Sedangkan alic setelah menggantar lucy kerumah sakit, dia bertemu denggan kenzo, benzai, dan yang lain.


"kakek... kufikir, anak angkatmu sedikit lambat" ucap alic yang segera menghampiri leon, leon hanya tersenym mendengar hal itu dari cucunya.


Beda dengan riris yang menggeritkan jidatnya, dia tidak tau sama sekali apa yang di maksud oleh keponakknnya ini,ini sanggat mencurigakan baginya.


"ayah... apa aku punya adik angkat?" tanya riris penuh dengan tatapan menyelidik.


"ya... " jawab alic dengan acuh tak acuh... alic menghampiri benzai, kenzo, dan vano


"mari pergi.... kita tuntaskan yang belum selesai" ucap beliz yang disetujui oleh ke3nya...


"kakek... bibik... kami pergi dulu" ucap alic yang izin kepada kakek dan bibiknya .


"kamu baru saja smapai sini nona... kenapa sudah pergi lagi???" ucap sofia yang mewakili pertanyaan semua orang disana, sofia yang baru saja selesai memeriksa lucy... lucy juga dimasukkan satu kamar denggan Kevin dan rivom.

__ADS_1


" kak... " ucap alic yang menoleh kesofia yang ternyata disamping sofia ada sasa yang menggunakan baju santai.


"nona... anda tidak boleh pilih kasih" ucap sasa sambil mengangkat 1alisnya .


"hahhhhh...." alic menghirup nafasnya dalam dalam, alic jelas tau apa yang diingginkan ke2 wanita ini


"baiklah" jawab alic yang tidak punya daya untuk menolak ke2 perempuan ini.


anggara dan istrinya tidak menentang anak anaknya masuk ketempat yang bahaya, mereka jelas tau... bahwa tempat itu pasti sanggat bahaya, tapi bertanggung jawab atas yang mereka lakukan adalah hal yang lebih penting dan pengalaman juga sanggat dibutuhkan.


"paman... bibik... saya akan bertanggung jawab kepada kak sofia,kak sasa dan binzai" ucap alic denggan sopan.


"mereka yang mengingginkan


...... biarkan mereka sendiri bertanggung jawab atas pilihan mereka" ucap anggara denggan bijak.

__ADS_1


"kalo begitu.... kami pamit" lanjut alic yang akhirnya segera pergi dari rumah sakit , tapi siapa sangka ketika sampai parkiran ada 4orang yang menunggu mereka.


"nona kecil... kami tidak selambat yang anda bicarakan .... bukankah anda harus meminta maaf kepada kami dan rekan rekan kami yang lainnya??"


__ADS_2