
"alic kabur dari rumah" ucap rivom yang mendapatkan informasi dari temannya yang kebetulan rumahnya disamping rumah alic, kejadian kaburnya alic menggemparkan semua orang dirumah alic, teman rivom tidak sengaja mendengar saat dia kebetulan lewat depan rumah alic yang sedang melihat orang orang berhamburan pergi mencari keberadaan alic.
"Apaaaaaaaaaaaaa????!!!!!!!!!!!" triak mereka bertiga, setau mereka alic tidak pernah mau keluar kamar ,selalu mengurung diri sampai dia tidak ingin kesekolah manapun, ini benar benar membuat keluarga nya takut, takut terjadi sesuatu terhadap alic, takut alic tidak tau arah, takut alic tidak dapat melindungi diri sendiri.
"tunggu apalagi...!!!!! ayo cari!!!!" triak rivom yang menarik kenzo, sedangkan miscel terkuai lemas dan cemas mendengar anak perempuannya yang kabur dari rumah jovan.
"sayang... tenang, anak_anak pasti dapat menemukan adik mereka" ucap devanos mencoba menenangkan hati istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sedangkan dirumah sakit, setelah cek kesehatan, alic tau penyebab sakitnya,,, cuman dia tidak akan tahan jika harus dirawat dirumah sakit.
"nona... sebenarnya anda sudah berapa lama tidak makan?" tanya vano yang melihat alic makan dengan lahap.
"sangat lama, sampai kamu mungkin tidak mampu menahannya" jawab alic disela sela makannya.
"oh ya... mungkin aku akan tinggal di villa ayahku, karena kalo disini... aku tidak tahan melihat wanita wanita itu yang mondar mandir" ucap alic yang melihat keluar, banyak para suster yang sepertinya sengaja mondar mandir di depan kamar alic guna menarik perhatian vano dan kevin, bukan cuma itu... alic sebenarnya punya alesan yang lebih kuat, dia tidak mau kalo ibu tirinya menemukannya dengan cepat, apalagi menemukan dirinya yang berbaring dirumah sakit.
"kevin... asisten nona adalah aku, jadi yang berhak mengantar nona adalah aku, kamu bertugas mengamankan perusahaan okey!!!!" ucap vano dengan sebal
__ADS_1
"aku akan kesana sendiri, untuk sementara waktu, kak vano kamu teliti obat apa ini... ini adalah obat yang selama ini dipakai ayahku dan ini adalah obat yang selama ini kupakai, ini semua obat yang diberikan oleh ibu tiriku, aku sedikit curiga dengan obat aneh ini" ucap alic yang menyerahkan botol² obat itu kepada vano yang sepertinya terbenggong setelah mebdengar alic memanggil namanya "kak vano"
"nona...bagaimana kalo tinggal diapertemen saya saja, ada kemungkinan jika anda tinggal di villa tuan jovan, ibu tiri anda akan dapat menemukan anda dengan cepat." ucap kevin yang sebenarnya sebal mendengar nonanya memanggil vano dengan sebutan akrab menurtnya.
"kak kevin... apa tidak akan merepotkanmu.? jika aku tinggal diapertemenmu?" tanya alic yang sebenarnya menyetujui pendapat kevin.
"tidak, karena jika nona tinggal diapertemen saya, itu akan mempermudah kerja kita, disiang saya akan menyelesaikan tugas kantor, dirumah .....saya akan mendikusikan semuanya kepada anda" jawab kevin yang mendapat anggkan dari alic
"okey..._ tpi untuk malam ini, baiarkan saya mengunjungi villa ayah saya sendirian" ucap alic yang sepertinya dia benar benar bertekat untuk mengunjungi villa ayahnya yang didekat pantai itu.
__ADS_1
"baik, jika ada apa apa tolong segera hubungi kami" ucap kevin dengan hati berbungga bungga, dia tidak menyangka jika alic juga memanggilnya "kak kevin" apalagi mengetahui alic akan tinggal di apertemennya itu semakin membuatnya bahagia, keluarga jovanka adalah keluarga yang sangat dihormati dikeluarganya,jadi dia sangat senang mendengar alic mau tinggal di dirumahnya.