
"aku tidur lagi... bolehkan?" lanjut alic yang segera melanjutkan tidurnya.
"aku juga " ucap rivom yang langsung ikut berbaring disamping alic.
"ihhh.. apaan sih, kamu bau kringat, dih mandi dulu sana,,, kasian alicnya" ucap miscel yang menarik rivom,,, dia juga menarik kenzo agar tidak mengganggu alic.
Diruang makan... devanos merasa disidang oleh keluarganya, dia tidak menyangka akibat menuruti permintaan alic,dia harus kena sidang pagi ini.
"kinapa alic memilih kamar kakak? " tanya rivom yang merasa tidak trima dengan keputusan alic .
"karena aku tampan dan mempesona" jawab kenzo ngasal ,dia sendiri sebenarnya juga penasaran kenapa alic memilih tidur dengannya.
"maaf mengganggu" ucap 2orang menggunakan pakaian resmi,seolah pekerja kantoran yang sudah siap pergi kekantor.
__ADS_1
"maaf nyonya...tuan, mereka bilang mau bertemu dengan nona kecil mereka, tadi saya sudah bilang... kalo disini tidak ada perempuan kecil" ucap satpam yang berlarian mencoba mengejar kevin dan vano yang sudah diruang utama.
"oh... udah dateng, sini kak" ucap alic yang hampir menuruni tangga,tapi dia urungkan ketika melihat kevin dan vano telah datang.
"setop!!!! kalian dilarang naik keatas" ucap rivom yang dengan cepat menghalangi kevin dan vano, sedangkan kenzo ,miscel, dan devanos diam.... mereka penasaran dengan apa yang akan dilakukan kevin, vano, dan alic.
"aku akan turun"lanjut Alic melihat Asisten dan sekertaris nya dihadang oleh rivom.
" maaf mengganggu kalian" ucap alic yang ditujukan kekeluarganya, itu sanggat membawa kesan wibawa dan membuat keliarganya sungkan berkata.
Merasa tidak ada jawaban dari keluarganya, alic sedikit binggung dengan keluarganya... dia diam sejenak, kemudian menyuruh vano membacakan jadwalnya.
" nona... pagi ini anda akan ada rapat dengan pemegang saham, dilanjutkan pertemuan dengan kakek anda, mungkin ini akan memakan waktu "
__ADS_1
ucap vano dengan cepat dan alic langsung menyutujuinya, awalnya alic akan mengadakan rapat secara online, tpi karena ada hal tertentu yang dia ingginkan... mungkin dia akan kekantor saat ini.
"nona.. ini adalah surat perjanjian yang anda batalkan dengan perusahaan boston, mereka meminta bertemu langsung dengan anda" ucap kevin yang menyerahkan surat perjanjian.. pihak boston tidak terima dengan penolakkan itu, mereka fikir itu sudah menjadi kerjasama, karena saat ngobrol santai ayah alic seperti menyutujuinya dengan senyum ramahnya, tpi dikembalikan lagi bahwa tuan jovan belum menandatanganinya, itu menjadi hal belum reami telah menyutujui perjanjian tersebut.
"okey... kamu bisa atur itu" ucap alic yang kemudian bangkit dari kursinya.
"mom.. kak..om... alic pergi dulu" ucap alic yang dengan cepat memberi kecupan untuk keluarganya, sock dong semuanya..... suatu kebahagiaan bagi mereka yang tidak pernah menduga akan hal seperti ini.
Alic yang melihat keluarganya hanya mamatung membuat dirinya semakin binggung, dia merasa keluarganya tidak menyukainya yang terlalu sok kenal...mungkin, dia akhirnya memutuskan untuk segera pergi dengan kevin dan vano, devanos sebenarnya sanggat sadar... hanya saja dia juga binggung kenapa keliarganya malah pada diam ketika setiap alic berkata kepada mereka.
"aneh" ucap devanos yang dengan santai menggambil sarapannya, agar tidak telat kekantor... lebih cepat lebih baik bukan...?.
"aaaaaaaaaaaaaaaaa" triak miscel tak menyangka alic memanggilnya *mom* dan ditambah ciyuman pipi yang begitu hanggat , triakkan miscel sukses membuat kenzo dan rivom terbanggun dari lamunan mereka.
__ADS_1