Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
70


__ADS_3

Alic memejamkan matanya sekejap, dia merasa sedikit lelah...


Alic juga bersyukur bahwa dia telah selesai mengurus kekacauan yang ada diperusahaannya, dia tinggal mempertahankan dan mulai menggembangkan produk barunya.


" tok tok tok" suara ketukkan pintu membangunkan alic yang baru saja memejamkan matanya.


"masuk" ucap alic yang kembali membuka matanya, vano yang melihat alic, merasa iba....


Bagi vano, alic tidak punya masa muda yang selayaknya teman temannya, diusianya yang seharusnya tertawa dan menikmati masa masa remaja, malah disibukkan denggan persoalan perusahaan yang sulit diatasi,


*jika aku jadi nona, belum tentu aku mampu menyelesaikan semua kekacauan diperusahaan* batin vano sambil berjalan menuju alic.


" nona apa anda membuat janji dengan seseorang? "tanya vano yang membuat alic mengerutkan keningnya, alic fikir selama ini tidak ada yang pernah mencarinya selain keluarganya, dan keluarga nya akan menantinya jika mereka memang butuh ngobrol dengan alic.


" tidak, tapi aku akan menemui oramg Itu " jawab alic yang segera berdiri dari duduknya.

__ADS_1


" Tidak perlu " ucap seseorang yang langsung menerobos masuk keruangan alic, dengan cepat alic menggambil masker nya, dia tidak pernah berniat memperlihatkan wajahnya kepada orang perusahaan /rekan bisnis.


" nona... Maaf, saya tidak mampu menghadangnya" ucap kevin yang mengikuti orang tersebut dari belakang.


" kalian boleh keluar" ucap alic, yang sebenarnya itu semakin membuat vano dan kevin tidak inggin meninggalkan alic, tapi melihat alic terus memberikan kode untuk keluar, jadi mereka mau tidak mau harus keluar.


" silahkan duduk" ucap alic kepada orang yang ada didepannya.


" anak kecil.... Aku pringatkan! Jangan pernah sekali kamu melepaskan perusahaan!!! " ucapnya tanpa memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.


" jadi.... Kenapa anda melarang saya melepaskan perusahaan ini? " tanya alic yang masih penasaran dengan sosok didepannya.


" karena aku sangat menyukai orang cerdas dan pemberani, disitulah otakku akan kembali terasah.... Jika aku hanya punya pesaing yang biasa biasa saja, itu terasa tidak punya pesaing... Sangat tidak menyenangkan bukan? " alic tersenyum mendengar penuturan orang yang ada didepannya, dia bisa menebak jika orang yang ada didepannya adalah sang raja bisnis dunia, dia bisa tau... Karena dedynya sempat menceritakan orang yang ada didepannya ini, dengan ciri ciri sanggat cocok dengan orang yang ada didepannya ini.


" tuan Rafenda daren mahendra, anda tidak perlu mencemaskan kerja saya,,,,, karena saya tidak akan melepaskan perusahaan ini sedikitpun" Jawab alic yang membuat rafenda semakin yakin dia akan punya pesaing hebat.

__ADS_1


“kalo begitu bagaimana denggan kuliah kamu?” tanya Rafenda yang jadi bertanya tanya,


“saya mampu menyelesaikan ke 2nya” jawab alic yang semakin membuat Rafenda inggin melihat kemampuan bekerja bocah didepannya ini.


“ baguslah kalo begitu, oh iya.... aku mendengar dari sekertarisku, bahwa kamu pernah sakit.... bagaimana denggan keadaanmu?


jika kamu masih sakit, aku tidak akan menjadi pecundang yang menarjetkan pesaing penyakitan”


kali ini alic menggeluarkan botol obat yang dulu diberikan oleh ibu tirinya.


“ apa anda tau, siapa pembuat racun ini” tanya alic yang membuat Refanda menarik botol itu, itu sanggat sama dengan obat yang dimakan oleh mendiang istrinya.


“kamu bilang ini racun???” ucap Rafenda denggan raut wajah yang sulit untuk dimenggerti alic.


“ya.... dan saya pernah mengkonsumsi obat itu, sampai saya hampir dipuncaknya.... bahkan ayah saya meninggal bukan karena penyakitnya, melainkan mengkonsumsi obat yang ternyata juga racun ini” jelas alic.... alic fikir Rafenda tau sesuatu, karena dia dari negara yang berbeda darinya.

__ADS_1


“BRENGSEEEEEEKKKKKKKK” ucap Rafenda yang sudah dipuncak kemarahannya.


__ADS_2