
Ditempat alic sudah ricuh denggan perkelahian yang jika tidak hati hati... nyawanya yang jadi taruhannya.
Rivom tidak tinggal diam, dia juga mulai ikut membantu adiknya, baginya mustahil bisa menggalahkan komplotan yang super banyak ini, apalagi mereka hanya dua orang saja.
"braaaakkkk"
"apa yang kamu lamunkan??!!" ucap alic yang mencoba menagkis seranggan dari orang yang hampir menikam kakaknya.
"pegang ini... arahkan ke kaki dan tangan mereka" lanjut alic yang memberikan pestol ke rivom.
Rivom mulai fokus dan menggarahkan ke kaki dan tangan musuhnya seauai denggan perintah alic, bukan suatu yang sulit bagi rivom untuk menembak... karena dia sering melatih ototnya denggan olahraga panah dan tembak.
derrrrr derrrr derrrrr
suara sautan tembak itu semakin menggema, kevin dan zian yang ada diruanggan lain sampai mendenggar suara tembakan itu, itu otomatis menggundang orang lain untuk masuk keruangan yang sama denggan alic dan rivom.
__ADS_1
"sepertinya nona butuh bantuan" ucap kevin yang sudah khawatir denggan keadaan alic dan rivom saat ini.
"tidak... ini adalah kesempatan yang tepat, untuk mencari data data dari pekerja dan pemilik pabrik ini, selama masih ada suara tembakkan.... itu menandakan alic dan rivom baik baik saja.... ini adalah salah satu kode, kamu harus tau itu" jawab zian yang tidak inggin membuang waktu untuk menggambil data pribadi mereka .
"kenapa tidak membiarkan nona saja yang menggambil data mereka,?? dan kita bisa melawan mereka" ucap kevin yang tidak suka berada dalam posisi nya untuk saat ini, padahal dia sudah ditunjuk alic akan pergi dengan alic, gara gara zian yang asal narik... dia jadi tidak dapat melihat aksi alic yang sanggat dia tunggu, dan dia juga tidak bisa mempraktekkan hasil dari latihannya selama ini.
"diamlah... kita akan segera bertarung jika kamu brisik terus, kujamin... mereka akan menggamankan data mereka" ucap zian yang perlahan mendekat keruang yang penuh denggan penjaganya.
Kevin menatap para penjaga yang terlihat kekar kekar itu, mata mereka menggawasi tempat yang kevin dan zian tuju denggan seksama.
Kevin berbalik arah... seolah olah dia dari tempat yang cukup jauh denggan lari yang luar biasa terlihat lelah.
"Bossssss bossssss bosssss" triak kevin sesekali menghirup nafas agar terlihat tersenggal senggal nafasnya akibat lari yang dari tempat jauh.
"ada apa???!!!" ucap para penjaga itu yang mencoba menyuruh kevin untuk menghentikan ucapannya... sebelum lancar denggan sempurna pernafasannya.
__ADS_1
"diruang produksi.... ada dua bocah yang mencoba menggagalkan bisnis kita" ucap kevin denggan expresi panik yang luar biasa.
mendengar ucapan kevin, orang yang berada didalam ruanggan berbondong bondong keluar.
"janggan bercanda kumu!!!!" ucap seseorang denggan setellan jas yang terlihat super rapi... 6orang denggan tampilan yang sama, itu sanggat membuat kevin puas.. dia sedikit tidak sia sia melihat tampang tampang para petinggi petinggi perusahaan kaparat ini.
"coba heningkan ruanggan ini..... kalian akan mendengarkan sautan tembakan" lanjut kevin yang membuat semua orang hening sesaat.
derrrrrerr deeeeerrrrrrr deeerrrr
suara itu perlahan terdenggar ditelinga mereka.
"segera panggilan pasukkan lainnya, untuk segera mengkap 2bocah brengsek itu" ucap orang tersebut, sembari bergegas ke lokasi yang ditempati alic dan rivom.
"kevinnnn kevinnn... boleh juga aktingnya" batin zian yang menatap kevin dari kejauhan.
__ADS_1