
"tapi, aku tidak mengizinkanmu kembali ke keluarga hans... " lanjut alic yang membuat lucy semakin kaget, dia tidak tau maksud dan tujuan alic menyelamatkan dirinya dan meggatakan hal ini.
"aku hanya inggin detailnya saja.... kenapa keluarga hans suka rela melepaskanmu... bahkan tidak mengingginkanmu kembali kekeluarga hans??... kau bisa menggerti maksudku kan?" ucap alic sambil memapah lucy yang tidak bisa berjalan... mungkin faktor tidak berjalan selama 5th, jadi otot kakinya ikut melemah.
"aku akan mengikuti saranmu" ucap lucy pada akhirnya, dia juga inggin mengetahui kebenarannya...
*mungkin mengikuti gadis kecil ini adalah jalan terbaik untukku dan masadepanku* batin lucy yang mempercayakan semuanya kepada alic...
"tempat ini tidak nyaman... aku akan membawamu pulang " ucap alic yang menggambil korden ruanggan itu, dia ambil semua korden itu... dia ikatkan sambung menyambung hingga sanggat panjang...
"mari turun" ajak alic yang langsung membukukkan tubuhnya didepan lucy.
"kau gila?!!!! ini akan membahayakan nyawamu... apalagi penjaga dimasion ini sanggat banyak!!!" ucap lucy yang tidak menyetujui pendapat alic ,dia tidak peduli dengan nyawanya... tapi tidak dengan nyawa alic yang masih punya kehidupan cerah.
sedangkan alic langsung menarik tubuh lucy agar bisa naik ke punggungnya ,merasa persiapannya sudah matang alic langsung meluncur ke bawah ... tidak peduli denggan omelan lucy yang membuat telinga alic sedikit panas.
__ADS_1
"diamlah...jika tidak inggin ketahuan" ucap alic yang santai menuruni banggunan tinggi itu hanya menggunakan korden yang dia ikatkan agar sampai ketitik bawah.
setelah sampai dibawah... alic menatap sekeliling, merasa cukup aman, dia pergi ketempat dimana mereka memarkirkan mobil tadi , alic sudah mencuri kunci itu ketika dia diangkat oleh penjaga yang kebetulan orang yang mengangkatnya tadi adalah orang yang menjadi sopir dimobilnya.
Sedangkan diruang tamu, ayah lucy sedang rapat dadakkan denggan anak buahnya ... semua anak buahnya sedang dikumpulkan untuk saling memberi pendapat, mungkin karena terlalu banyaknya anak buah ayah lucy, sampai mereka tidak tau 1anak buahnya sedang pingsan akibat pukulan alic.
"untuk sementara waktu, kita jangan pergi kepabrik... kemungkinan besar pabrik sudah diserbu para intel, jika kita kesana... yang ada kita akan tertangkap juga" ucap kaki kanan ayah lucy
"yah... itu sudah pasti," jawab rekan²nya yang lain, ayah lucy hanya diam... dia sedang memikirkan yang lain, yang mungkin anak buahnya tidak ada yang sepemikiran denggannya.
"baik bos" jawab mereka kompak.
"sipa yang keluar?" tanya salah satu bawahan ayah lucy kepada rekannya yang ada disampingnya dengan suara yang lirih , dia samar samar mendenggar suara mobil .
"mana ada yang berani keluar, paling tetangga sebelah yang kebetulan lewat" jawab rekannya yang disampingnya denggan suara yang tak kalah lirihnya.
__ADS_1
"tapi, itu...." ucap nya yang kemudian dibungkam oleh rekannya yang disampingny,
"diamlah jika tidak inggin diomelin bos" bisik rekannya yang lain.
orang yang dibungkam itu hanya bisa pasrah, padahal dia inggin bilang ....bahwa baru saja dia mendengar gerbang utama dibukak .
sela 30 menit, rapat dadakkan itu telah selesai
"kaian... bisa kembli istirahat, yang punya tugas menjaga... kembali bertugas " ucap ayah lucy yang kembali kekamarnya, ketika ayah lucy menoleh kekamar untuk pengurunggn anaknya dan alic.
Pintu kamar itu terbuka lebar, dia segera masuk kekamar tahanan itu.
Betapa terkejutnya ayah lucy ketika melihat anak buahnya pingsan dilantai dan yang menggejutkan adalah anaknya juga ikut hilang bersamaan hilang nya gadis kecil yang dia tangkap, ayah lucy melihat kejendela yang terbuka.... melihat ada tali yang menghubungkan kebawah... dia bisa menebak, bahwa ini semua adalah akal dari gadis kecil (alic).
"segera tinggal kan masion... tempat ini sudah tidak aman"
__ADS_1