
Alic menghela nafas, dia sendiri juga tidak tau jika akan mengalami hal sedemikian rupa, padahal dia sudah berencana mengambil berkas berkas sesuai petunjuk ayahnya, dia fikir lebih cepat lebih baik... tpi, siapa yang akan mengiria dia akan pingsan selama 3hari.
"aku serlock... segera jemput " jawab alic yang tidak peduli dengan orang didepannya.
"maaf,,, telah merepotkan anda" ucap alic sambil mencabut jarum infus, sontak saja mescel kaget melihat kelakuan anaknya yang diluar dugaannya ,alic menggunakan kata baku yang membuatnya merasa menjadi orang asing bagi putrinya sendiri.
"kamu mau kemana?" ucap miscel dengan keadaan binggung dia ingin memanggil docter tpi,dia juga takut alic kabur darinya,jika dia bertahan disisi alic ,,,,miscel juga tidak bisa mempertahankan terlalu lama...dia terlalu takut jika alic kembali tidak ingin bertemu dengannya.
"aku ada urusan penting" jawab alic yang memasukkan leptob dan hpnya, sesaat alic melihat didalam tasnya ada yang berkurang... beberapa botol yang dia sisihkan harusnya masih ada 3, tpi didalam tasnya sudah kosong tak ada botol obat itu.
__ADS_1
"jangan memegang barang orang sembarangan... " ucap alic dengan tenag tpi, itu sangat menusuk, sesaat alic memperhatikan miscel yang hanya diam dengan mata yang sudah siap mengeluarkan air mata, "haaaahhhh" alic menghembuskan nafas untuk melegakan bebannya ...toh jika tentang botol itu ...dia sudah menyerahkan beberapa botol kepada vano, itu sudah cukup untuk ditelitinya.
"alic... momy mohon jangan pergi,kamu masih sakit nak" ucap miscel mencoba membuat alic kembali ketempatnya.
" aku akan mencari anda, jika urusanku telah selesai" ucap alic yang langsung keluar , tidak lupa dia menutupi wajahnya dengan masker yang terletak diatas meja, alic berlari secepatnya... dia fikir, jika dia tidak cepat keluar dia akan tertangkap oleh bodygod orang tuanya.
"nonaaaa!!!! sini..." triak keven yang ternyata dia ada didekat rumah sakit yang didiami alic, jadi cepat baginya untuk menghampiri alic.
"okey"
__ADS_1
Miscel menagis sejadi jadinya, dia ingin marah... tpi, dia tidak tau marah sebab apa dan kepada saiapa, walhasil hanya air mata yang keluar dari matanya.
"mom..... alic mana?" tanya rivom yang tidak mendapati alic diranjangnya,... padahal dia sudah senang mendengar bahwa adiknya telah sadar, dia sudah berusaha secepat mungkin untuk sampai di rumah sakit, tpi yang dia lihat hanya momynya yang menangis dan adiknya yang tidak tau keberadaannya.
"al...ali..alic pergi" ucap miscel disela sela tangisnya.
"bagaimana dia bisa pergi??? fisik dia belum sembuh total.. setidaknya dia butuh 4/5th perawatan... mungkin baru bisa sembuh total" ucap rivom yang frustasi melihat kepergian adiknya, rivom fikir... apa adik kecilnya belum bisa memaafkan momynya? maka sebab itu dia memutuskan untuk pergi.
"apa alasan alic pergi?" tanya seseorang yang baru masuk, devanos dan kenzo masuk bersamaan, mereka fikir akan bertemu alic.... tpi semua itu hanya harapan ,karena mereka tidak menemukan alic diranjangnya.
__ADS_1
miscel mencoba tenang, dia berkali kali menghirup nafas untuk mempermudah dirinya bercerita,merasa sudah mampu.... dia menceritakan semua kejadian ketika alic banggun dari koma, sampai alic menelfon seseorang.
"mungkin alic benar benar mempunyai urusan yang penting,melihat tas yang dibawa alic banyak dokumen dan surat surat penteng lainnya, kufikir itu masalah perusahaan" ucap devanos yang saat itu ingat berkas berkas didalam tas alic, dia sedikit tidak percaya,bahwa anak sekecil alic ingin memegang perusahaan besar seperti perusahaan jovanca