
darah darah mulai mengotori lantai dan pakean mereka, semakin kesini... semakin sengit pertempuran itu, lelah..? itu sudah pasti! apalagi tubuh alic yang tiba tiba kekurangan keseimbanggannya.. untung saja kevin datang tepat waktu, walau dia menangkap tubuh alic yang sedikit oleng...tapi , kevin juga membawa pasukan yang tak kalah hebatnya dari lawan sebelumnya.
"nona... ?" ucap kevin yang melihat kringat dingin dijidat alic, apalagi melihat tangan kiri alic yang terus memeganggi dadanya, kevin semakin cemas...
"penyakit nona... tidak mungkin kambuh kan?" tanya kevin disela sela dia mencoba mengamankan alic.
"kufikir... harus nya tidak kambuh/ muncul lagi... sesuai penelitian keluarga docter anggara, penyakit yang kuderita sudah hilang total, tapi setelah merasakan kembali... kufikir tidak mungkin jika penyakit itu tidak kembali .... hehehehe mungkin tubuhku rindu dengan penyakit itu...."
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
tepat alic menyelesaikan ucapannya, dia jatuh tak sadarkan diri.
"Brengsek.... jadi kamu 1kompolotan denggan mereka?!!!!!" ucap salah satu orang dengan setellan jas ketika melihat kevin ikut membasmi rekan mereka., dia jadi inggat diruanggannya masih banyak berkas² dileptobnya yang belum dia dan rekannya diamankan, 6orang itu bergegas pergi.
__ADS_1
Rivom yang melihat adiknya pingsan dia sudah marah, diam mulai membasi orang orang itu denggan cepat, dia inggin segera membawa adiknya pergi dari pabrik darah saat ini, entah bagaimana pabrik ganja ini berubah jadi pabrik darah dalam 1malam.
*ambil gadis kecil itu, * bisikkan itu diusulkan dari pihak musuh, yang melihat kevin terus melindungi alic...
mereka mulai merancang agar kevin bisa menjauh dari tubuh alic... kalo rivom, dia memang jauh dari alic jadi tidak memungkinkan bisa melindungi alic dari jarak dekat.
beberapa orang yang masih belum terluka,mencoba menggalihkan perhatikan kevin dan rivom, agar tidak menggetahui alic yang secara pelan tpi cepat telah dibawa pergi oleh rekan mereka.
*kalian sudah tamat* batin zian yang melihat orang orang itu bergegas menghidupkan leptob mereka, ketika mereka sudah diruanggan tersebut.
"masih aman" ucap mereka yang melihat leptob mereka masih ada data data yang mereka sebut, data rahasia.
"blakkkkk blakkkk blakkkk blllakk..blakkkk blakkkk" zian melemparkan jarum biusnya tepat ditengkuk leher mereka
__ADS_1
"braaaaaakkkk" mereka pingsan bersama, zian mulai mbawa mereka kelantai dan mengikat mereka denggan erat, tidak lupa mencari kunci ruangan tersebut disalah satu saku mereka yang membawa kunci.
Setelah selesai menagkap mereka, zian menyuruh pasukkannya untuk menangkap dan membantu kevin dan yang lain untuk segera menyelesaikan misi tersebut.
zian ketika membuka ruanggan yang dimana kevin membantu 2bersaudara itu, dia tercenggang luar biasa, melihat ruangan yang besar itu penuh darah... jika itu yang melakukan zian dan kawannya, mungkin dia akan biasa saja melihat hal itu,tapi ketika melihat orang orang awam dalam bergelut dan membuat setrategi bisa menggalahkannya dan mereka seolah biasa saja melihat darah... itu sanggat luar biasa.
"kalian berhasil membrantas mereka?" tanya zian yang melihat kevin dan rivom tertunduk.
"tidak semuanya... 11orang melarikan diri... dan nona alic dibawa mereka" jawab kevin yang tidak bisa berdiri, karena dia terkena tembakkan dikaki kanan nya, begitu juga denggan rivom yang lemas ....dia tidak punya daya untuk menyelamatkan adiknya, tenaga dia telah terkuras.
"penyakit nona alic kambuh, dia pingsan didetik detik dia hampir selesai membrantas mereka... sayangnya aku kesini membawa orang lagi, mungkin nona alic tidak akan diculik, jika aku tidak membawa orang orang itu datang kesini" ucap kevin yang merasa bersalah ,atas hilangnya alic.
"lapor ketua" ucap para rekan zian yang sudah datang.
__ADS_1