
"tes?????" tanya devan sambil mengangkat satu alisnya, dia tidak tau apa maksud tes dari ucapan alic.
"seberapa mereka mampu untuk melawan para penggedar itu, jika rekan rekanku pulang denggan luka maka ajaranku sia sia terhadap rekan rekanku, tapi jika yang gagal adalah pihak dari kalian.... aku tidak inggin menjadi pemimpin kalian seumur hidupku" jawab alic yang membuat devan menggerem dadakkan, dia segera menatap alic yang sedang menatap arah luar denggan pandanggan bebas.
"nona.... kufikir kami yang layak memilih ..... apakah nona pantas menjadi pemimpin kami atau bukan" elak devan, denggan perasaan campur aduk.... dia tidak habis fikir jika rekan rekannya gagal dalam hal ini, mereka kemungkinan besar tidak akan ada pemimpin lagi... apalagi melihat tabiat leon yang jika sudah bicara A maka hasilnya tetap A.... ini sedikit memusingkannya, devan cuma bisa berharap rekan rekannya bisa menyelesaikan tugas ini denggan cepat dan janggan luka sedikiitpun, jika mereka terluka segores pun... mungkin akan dianggap gagal, begitulah bayanggan devan.
"baiklah.... kalean tentukan saja seperti itu, jikapun kalian sudah menentukan .... aku masih sama denggan pendirian ku" jawab alic yang menoleh ke arah devan sambil tersenyum miring.
*apakah nona alic harus sekejam ini kepada kami?? kenapa nona alic harus sama kejamnya dengan tuan leon?* batin devan yang kembali menggemudi.
sesampainya ditempat docter hewan... tiba tiba suara keramain pagi didepan klinik itu hening ketika alic membuka pintu belakang dan keluar 2 singga yang terlihat menatap sekeliling .... mungkin ini terlihat asing bagi ke 2 singga itu, denggan cepat alic menggiring ke2 singga untuk masuk keklinik hewan itu.
"apa nona suka pamer kekuasaan??" ucap devan yang tetap didalam mobil, dia menatap sekeliling yang takut menatap alic ketika menggiring 2 singga yang terlihat seperti menggiring kambing itu, terlihat santai dan tidak takut diterkam... atau para singga membahayan masyarakat yang sedang berlalu lalang .... alic tidak takut jika hal itu terjadi.
__ADS_1
"kok bisa gitu... dia menahlukkan 2singga sekaligus.... bahkan yang harus dipertanyakan dimana naluri kebuasan mereka???? dasar singga cupu" gerutu devan yang merasa ada yang tidak beres denggan ke2 singga itu.
Sedangkan devanos dan miscel sudah sampai dibandara negara gajah, setelah mendengar kabar bahwa putra ke2 mereka masuk rumah sakit, mereka langsung bergegas menuju ke negara gajah.
"kita langsung kerumah sakit saja" ucap devanos yang disetujui oleh miscel.
sesampai dirumah sakit... lebih tepatnya didepan kamar rivom, mendenggar tawa rivom membuat devanos dan miscel sedikit curiga, bahwa anak ke2 mereka sebenarnya tidak sakit apapun.
Mereka langsung membuka pintu kamar itu dan mendapati 3pemuda yang sedang duduk diranjang masing masin dan mendapati anaknya yang tertawa denggan renyahnya.
"anak nakal.... kufikir kamu sekarat, mungkin kamu inggin merasakan sekarat yang sebenarnya ... " ucap miscel yang menghentikan tawa rivom, dengan cepat rivom menoleh kesumber suara dan mendapati momynya yang sedang menggulung lenggan bajunya, seolah miscel siap menghajar rivom seketika itu.
"mom... mommm..." ucap rivom yang mencabut infusnya dia segera turun dari ranjangnya, ketika miscel berjalan kearahnya.
__ADS_1
"braninya kamu membohongi mom dan ded" ucap mescel menggejar rivom secepat mungkin.
"eh vom, tadi kamu bilang momymu sudah tua.... emmm mirip nenek nenek yang lewat tadi, tapi setelah kulihat momymu sanggat cantik bahkan awet muda" ucap lucy yang dari tadi jadi bahan tawaan rivom, sekarang lucy membalas atas apa yang rivom tawakam tadi.
"si.... si.. siapa yang bilang begitu??? mom... rivom gak pernah bilang kayak gitu... sumpah" ucap revom denggan tanda jari yang membentuk V.
"ucapan orang terkadang lebih dapat dipercaya dari pada anak sendiri" imbuh kevin denggan tampang datarnya... itu menambah rivom ketakutan , padahal momynya paling tidak suka dikatain mirip nenek nenek.
tanpa aba aba miscel menagkap rivon dan menarik telinga rivom keatas, miscell menyuruh rivom tidur diranjangnya kembali denggan posisi terrungkup.
"ded... pegang dia" ucap miscel yang sudah tidak bisa ditenangkan, denggan senang hati devanos memegang rivom ,agar tetap diposisinya.
Tanggan lentik miscel mulai mencubit pantat rivom sekeras mungkin .
__ADS_1
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA