
“jangan bercanda kamu ” merin disini sudah mulai ketakutan jika yang diucapkan oleh rekan barunya kenyataan.
“ aku sudah 2th ada disini, jadi aku sanggat hafal dengan segala hal yang ada disini,” jawab perempuan itu seolah memang sudah hafal dengan semua hal yang ada disana.
merin mendengar hal demikian semakin inggin berteriak memamggil mamanya agar menjauhi orang yang dipanggil tuan itu,tapi sebelum dia berteriak... mulutnya telah dibungkam oleh rekannya.
“ aku inggatkan ,janggan pernah berteriak, karena itu sanggat sia sia... ruanggan kita memang terlihat hanya sell saja.... sebenarnya ini ada kaca pelindung dari luar, yang tidak akan pernah terdenggar dari luar, janggankan sampai keluar, kesell sebelah saja tidak bisa terdengar " ucap perempuan itu yang membuat merin frustasi, dia jadi sanggat binggung dengan ini semua.
“lihatlah... ini proses pembunuhan itu” lanjut rekannya yang seolah tidak tau perasaan merin yang sanggat ketakutan,frustasi,dan khawatir yang teramat.
Entah apa yang dibicarakan monic dengan tuannya, tiba yiba saja monica membuka seluruh bajunya, setelah itu monica berbaring di sebuah alat yang terlihat canggih itu, kemudian alat besar itu tertutup sendirinya ,perlahan alat itu mulai menggeluarkan suara yang sanggat keras, benar benar seperti pemotong daging yang tertutup, proses itu tidak memakan waktu lama, kemudian tuan itu menyuruh untuk membukanya, terlihat lah tubuh monic yang sudah terpotong potong, layaknya seperti ayam potong.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaa” triak merin histeris, dia kemudian terus berteriak dan menangis meronta ronta, dia sanggat inggin menghajar orang yang telah membunuh ibunya saat ini juga, tapi dia hanya bisa berteriak dan menangis ,tanpa tau harus berbuat apa apa, sedangkan rwkan barunya menutup telinganya rapat rapat, dia sanggat benci denggan triakkan didalam ruanggan, tapi dia tidak marah.... karena dia juga pernah menggalami hal yang sama denggan merin, jadi dia bisa memaklumi itu.
daging monica entah dibawa kemana oleh anak buah situan itu,yang merin tau... tempatnya saat ini bukanlah hal yang baik.
Setelah kejadian itu merin hanya diam, bagaikan mayat hidup...sampai suatu hari dia dibawa keruanggan yang hanya ada situan sedang berbaring dikasur nyamannya.
disana merin harus melayani situan tersebut, jika merin tidak mau melakukan hal tersebut, merin akan kena pukul, begitulah kehidupan merin selama ini, merin sering menginggat inggat masa hidupnya dikediaman jovan, dia merasa ini adalah karma dari perbuatannya terhadap adik tirinya, dia bahkan sering menyalahkan dirinya karena tidak bisa berprilaku baik.
*jika suatu saat bisa keluar dari sini, orang yang pertama kali harus kutemui adalah alic, karena dia satu satunya keluargaku, dan jika dia menolak bertemu dengan ku, setidaknya dia telah memaafkanku* begitulah batin merin yang telah menyesali perbuatannya.
Sampai disuatu ketika dia kembali melayani tuannya, tapi dia lagi lagi menolak,,, semua barang yang ada didekat tuannya dilemparkan kearah merin, sampai pada akhirnya merin tak sadarkan diri.
__ADS_1
tapi saat merin tak sadarkan diri, tuannya bukan berhenti melempar barang barang itu kearah merin, bahkan situan itu menggambil tongkat untuk memukul merin, setelah merasa puas.
dia menyuruh seseorang untuk membawa merin keruangan yang penuh denggan docter,,,,
saat merin membuka mata, orang yang dia lihat adalah cinta pertamanya, yang menghilang tanpa kabar... bahkan saat itu merin masih kelas 1 sekolah menenggah atas, tapi dia sanggat menyukai docter muda yang bekerja di sekolahnnya, lebih tepatnya diruang kesehatan sekolah pada saat itu.
“ kenapa bisa kamu disini?” ucap alfin, ya cinta pertama merin bernama alfin, orang yang saat ini menjaga merin.
“ aku mencarimu” ucap merin yang tidak bisa menggontrol dirinya, dia benar benar sanggat senang bisa bertemu denggan alfin, bahkan saking senang nya, ucapannya sanggat terlihat sembarangan.
“ merin.... ini bukan tempatmu disini, lebih baik segera pergi... aku sudah tidak akan bisa pergi dari sini, maka lebih baik kamu segera pergi” ucap alfin dengan tegas.
“ jika aku pergi.... kamu juga harus pergi, bukankah ini neraka bagimu dan rekan rekanmu” ucap merin dengan jujur, sebenarnya merin inggin duduk, tapi tubuhnya serasa sakit semua, hingga dia tidak mampu untuk banggun.
“ kamu disini... sudah berapa lama?” tanya alfin yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
“ hampir 1th mungkin” ucap merin yang juga tidak tau sudah berapa lama dia ada disini.
“ oh y... sebenarnya siapa nama asli situan itu?”tanya merin ,karena selama ini dia tidak menggetahui nama asli situan itu.
“ kami juga tidak tau, siapa nama asli situan, yang kami tau hanya meracik obat,,, ”
“ sebenarnya obat apa yang kalian buat?”
__ADS_1
“selama ini situan terus menyuruh kami membuat obat yang sanggat aneh bagi kami, obat itu adalah ini” ucap alfin sambil menggeluarkan wadah obat.
“ sedangkan 1butir obat ini membutuhkan 2 sampek 3 hari jika orang satu yang meraciknya... kamu bisa bayangkan sendiri betapa sulitnya racikkan obat ini” lanjut alfin, sedangkan merjn sanggat inggat tempat obat itu sangat sama denggan obat adik tirinya dan ayah tirinya, ibunya selalu menyiapkan obat itu untuk ayah dan adik tirinya.
“ obat itu... apa fungsinya?” tanya merin dengan gemetar
“ ini mungkin pereda... tpi, sebenarnya racun yang mematikan, tuan sendiri membuat ini untuk mencari orang yang katanya orang ini dari dunia yang bekemungkinan, adalah monster pembisnis didunianya, jika ada orang yang memakan ini, dan bisa hidup sehat... ini sanggat kemungkinan orang tersebut sudah meninggal... dan tubuhnya telah dimasuki oleh renkarnasi monster bisnis itu, sayangnya semua yang dia lakukan sia sia... tidak ada hasil yang memuaskan, semua orang yang ditanami obat ini... tewas tanpa tersisa” ucap alfin yang membuat merin kaget, karena jika semua orang yang memakan obat ini mati, maka adik tirinya juga telah mati, padahal yang dia denggar... alic dibawa pergi dari keluarga jovanca untuk berobat.
“ apakah ada daftar orang yang ditanami obat itu?” tanya merin denggan suara yang tak berdaya, padahal dia berusaha untuk bertahan hidup, karena inggin merawat adik tirinya yang masih kecil itu, dimata merin alic masih kecil dan tidak bertenaga.
melihat tatapan merin, alfin jadi binggung harus bagaimana, dia hanya bisa keluar dari ruanggan dan menggambil kan daftar orang yang ditanami obat.
“ ini adalah daftar orang tersebut, tuan salalu kesini untuk menggecek nama nama tersebut, dan akan mencoret orang orang yang telah meninggal, kamu bisa lihat” ucap alfin yang menyerahkan daftar itu.
merin langsung meneliti daftar dari nama nama orang tersebut.... tapi disana tidak ada nama adik tirinya.,,,, nama ayah tirinya memang ada disana, tapi nama adik tirinya tidak ada sama sekali disana, itu cukup membuat alic lega, dia juga tidak menggatakan otu kepada alfin, walau dia cinta pertamanya, tapi belum tentu dia tidak membocorkannya, jadi alangkah baiknya dia menjaga rahasia ini sendirian.
“ kenapa?” tanya alfin yang melihat merin tampak aneh dimatanya.
“ ayah tiriku juga korban dari kegilaan situan” ucap merin jujur.
Duwerrrrrrrr duwerrrrr....
tiba tiba saja ruanggan itu terjadi seranggan dari militer internasional yang ternyata telah mengincar situan sanggat lam, alfin mendorong ranjang dorong itu kesembarangan arah, merin yang tidak bisa berbuat apa apa hanya pasrah, apalagi melihat alfin yang terus mendorong ranjang dorongnya itu.
__ADS_1