
Sesampainya miscel dan devanos dimasion utama jovanca, mereka diarahkan keruangan leon jovanca.
"tuan... nona miscel dan tuan devanos sudah tiba" ucap salah satu bodyguard yang membuat leon segera keruangan yang memang sudah disiapkan untuk menyambut miscel dan devanos.
"kalian telah datang" ucap leon yang memasuki ruangan tersebut dan menjabat tanggan devanos dan miscel.
"aku akan langsung keintinya" lanjut leon setelah duduk dikursinya.
"anak kalian diikuti oleh beberapa intel ,jadi aku tidak bisa menyuruh mereka masuk" ucap leon yang membuat miscel kaget, sedangkan devanos telah menyadari hal itu ketika berpapasan dengan mobil anaknya.
"kufikir para intel itu senggaja menggikuti anak anakku, karena ada seseorang yang mereka cari... bukan untuk menangkap ke2 anakku" jawab devanos yang membuat leon tersenyum, dia selalu menyukai kecerdasaan devanos yang setara denggan anak bontotnya, tapi sayangnya anak bontotnya meninggal dengan banyak teka teki yang rumit.
__ADS_1
"jika aku menggatakan... mereka mengikuti ke 2 anakmu karena inggin menemukan alic... apa kalian percaya?" tanyya leon yang mendapat anggukan dari devanos.
"kenapa bisa karena alic?" tanya miscel yang sedari tadi diam mendengarkan obrolan 2laki laki ini.
"bukankah karena alic sanggat hebat? " ucap leon yang terus bermain teka teki andalannya.
Devanos diam, dia akan mencerna setiap hal yang diucapkan oleh leon... ucapan leon selalu terlihat tidak sederhana.
bahwa alic sedang menjalani perrawaatan disebuah desa, tapi kalian dan anak anak kalian janggan sampai menjengguk alic, karena kalian sedang diikuti.... aku tidak inggin cucuku jadi tidak fokus pada kesehatannya ,untuk saat ini... kesehatan adalah hal terbaik untuknya,dan aku juga menyuruhnya untuk sekolah formal layaknya anak anak pada usianya,jika kalian mau menghubungi alic,... janggan telfon dia dirumah kalian, apalagi menggunakan nomor yang sama denggan nomor hp kalian yang sudah sehari harinya menggunakan hal itu" ucap leon sambil menyerahkan kertas yang disana tertera nomer seseorang.
"ini nomor alic sekarang, rumah kalian sudah banyak hal yang disadap, termasuk hp kalian... tolong berhati hatilah ketika menghubunggi alic, karena kita belum tau pasti, para intel mencari alic denggan tujuan baik /buruk." ucap leon jovanca yang membuat miscel menyadari betapa pentingnya berhati hati.
__ADS_1
"oh iya... kalian, bisa membuat drama... bahwa alic lebih memilih tinggal bersama ibu tirinya, biarkan kita melihat pertunjukkan para intel setelah mengetahui kehidupan alic yang lama ketika bersama ibu tirinya, kita bisa menilai... para intel mencari alic denggan tujuan baik/ buruk" semakin kesini devanos tau, bahwa leon bisa menjadi orang yang licik ketika menghadapi orang yang licik seperti ibu tiri alic.
"baiklah kalo begitu, trimakasih atas sarannya tuan leon jovanca" ucap devanos yang memutuskan untuk segera pulang.
miscel terus memandangi kertas yang berisi kan nomer hp alic... dia tidak sabar untuk menghubungi alic, jadi dia memutuskan akan membeli hp dan kartu hp terdahulu.
"sayang nanti kita mampir untuk membeli hp y" ucap alic yang mendapatkan anggukan dari devanos, devanos tau betapa rindunya miscel dengan putrinya yang baru saja mau bertemu denggannya.
"sayang... kira kira berapa tahun alic disana? apakah setelah sembuh dia mau bersama kita lagi?" ucap miacel yang takut alic akan menolaknya lagi.
"tenang... dia pasti mau bertemu dengan kita, bahkan mau tinggal dengan kita... kamu harus sering menghubunginya... agar dia tau,betapa kamu mencintainya dan biarkan dia peelahan menerima dan membalas cintamu... okey" ucap devanos yang mendapatkan anggukan dari miscel denggan semangat.
__ADS_1