
kenzo segera mengambil alic dari dekapan pemuda yang ditolong alic.
"dia adalah adik perempuan kami,maaf tidak bisa mengantar anda" ucap kenzo yang bergegas membawa alic pergi, sedangkan rivom memperhatikan pemuda yang ditolong adik kecilnya.
"bukakah kamu bisa berkelahi? kenapa diam saja saat dihajar? jangan menyusahkan adikku lagi" ucap revom sebelum ikut pergi dengan kenzo.
pemuda itu hanya diam melihat kepergian rivom,dia bukan sengaja mengalah kepada 3preman yang menghajarnya, dia sedang menguji kekuatan fisiknya... tpi siapa sangka dia malah bertemu dengan gadis kecil yang dengan tegas mencoba membantunya,dia juga tidak menyangka gadis kecil itu ternyata memiliki penyakit yang terlihat parah.
"mom... kami langsung kerumah sakit milik kita" ucap kenzo yang menelfon momynya, sedangkan rivom fokus menyetir mobil... kenzo memeluk tubuh mungil itu, dia merasa tubuh alic terlalu kecil dan rapuh,
"kenapa kita tidak kerumah sakit terdekat saja kak?" tanya rivom yang tidak tau jalan fikir kakanya, dia fikir akan lebih aman jika rumah sakit terdekat, setidaknya alic sudah menemukan perawatan dulu.
"aku tidak mau, ibu tri alic menemukannya...." jawab kenzo yang membuat revom mengerti, ternyata kakaknya jauh lebih memikirkan kedepan tentang adiknya.
devanos dan miscel yang mendapat kabar itu segera kerumah sakit, miscel semakin larut dalam penyesalannya... dia takut kehilangan anak perempuannya, apalagi menginggat dia tidak pernah melihat alic secara langsung setelah bercerai dengan jovan, dia akan melihat alic jika jovan mengirimkan foto alic setiap harinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
3hari alic tak sadarkan diri, revom sibuk meneliti penyakit yang diderita alic sampai dia menemukan alic sudah setiap harinya memakan racun ringan itu, untungnya itu masih bisa diselamatkan.
"jadi.... menurutmu alic minum obat yang juga berguna sebagai racun ?" tanya rivom terhadap docter yang meneliti gejala sakit alic.
"benar,,, botol obat yang kamu berikan saat itu ,adalah pereda sakit alic... tpi, sebenarnya itu obat pemicu permasalahan sakit alic" jawab docter yang saat itu diberi rivom sebuah botol obat yang dia ambil dari tas alic.
rivom berdiam sejenak, dia ingin mencari sampai tuntas siapa yang memberikan obat itu terhadap adiknya,dia segera memberi tau semuanya kepada kenzo yang sedang berpura pura menjadi tukang kebun di masion jovanca.
"baik... aku mengerti" jawab kenzo yang segera memutuskan panggilan dari rivom.
baru saja kenzo memasukkan HP nya, kini ada panggilan lagi dari miscel.
"alic sudah sadar"
ucapan miscel membuat jantung kenzo berdetak lebih keras... dia sudah menantikan hari ini akan tiba.
"syukurlah... aku akan kesana, setelah mengetahui pemberi obat itu"
__ADS_1
"tidak perlu..."
kali ini bukan suara miscel, melainkan suara kecil yang baru kenzo dengar.
"pulanglah" lanjut alic yang mengambil alih hp miscel.
"siapa kamu?" tanya alic sambil mengembalikan hp itu kepada miscel... dia tidak pernah mendapatkan gambaran²masa lalu alic... dia akan memperhatikan sekeliling, baru dia akan mengetahui tentang dirinya.
"sayang... ini momy? ibu kandung kamu" ucap miscel penuh semangat, dia sangat senang mendenar alic yang mau mengobrol dengannya... walau pertanyaan alic menyakitkan.
alic diam sejenak, dia menginggt ingat ucapan kevin dan vano yang mengatakan bahwa ayahnya dan ibunya bercerai,dan dari saat itu alic lebih suka tinggal dikamar... bahkan alic sampai tidak ingin pergi kesekolah sampai detik ini.
"berapa hari aku pingsan?" tanya alic sambil mengambil HP ayahnya yang telah diisi penuh dayanya.
"3hari" jawab miscel dengan senyum senang.
alic segera menelvon kevin, dia tidak bisa bayangkan betapa gilanya kevin menceri keberadaannya...
__ADS_1
"nonaaaaaaaa!!!! kenapa baru menghubungi?!!!! " ucap kevin dengan perasaan campur aduk, dia sudah 2hari lebih mencari alic yang tak kunjung ketemu