
pagi ini alic pulang kerumah ayahnya, disana masih sepi mungkin.... karena alic datang terlalu pagi,sehingga belum ada yang banggun.
“pagi....” sampa alic kepada devan yang sedang menuruni anak tangga.
“ NONAAAAAAA” ucap devan yang menutupi dadnya kemudian lari kembali kedalam kamarnya, dia hanya memakai celana boxser tentu saja dia malu , jika alic melihat dirinya yang telanjang dada saja.
setelah berganti pakean devan segera turun untuk menemui alic yang sedang asik melahap buah apelnya.
“ nona... sebenarnya ada beberapa kasus yang meminta kelompok kita untuk menangani hal tersebut... ” ucap devan yang memang tugas mereka seperti itu dari dulu.
“ kalian lakukanlah... jika menurut kalian bisa menanganinya.... maka lakukanlah, jika kalian butuh bantuanku segera panggil aku” ucap alic yang sesekali menggigit buahnya.
“ pagi.... petrik” ucap alic kepada bram yang masih setengah sadar menuruni anak tangga.
“ pagi...” ucap bram yang masih setengah terpejam matanya, sedangkna devan menatap bram penuh harap dia segera menyadari bahwa ada alic diruanggan tersebut.
“ tuan petrik... apakah anda yakin... akan terus melangkah denggan celana merah jambu anda¿????¿¿” ucap devan yang membuat mata bram terbuka lebar.
__ADS_1
“memangnya sal....” ucapan bram berhenti ketika matanya menatap satu sosok perempuan yang dia hormati, sedang menatanpnya .... yang saat ini dia hanya memakai boxser super pinkiy denggan gambar petrik.
“ AAAAAAAAAAAAAA..... NONA!!!!!!!!!!! INI SANGGAT MEMALUKANNNNNNN” ucap bram yang segera berlari menuju kamarnya lagi.
“Wkwkwkwkwk..... ini lebih parah dari pada aku sih” ucap devan yang tidak berhenti tertawa.
triakkan bram sukses membanggunkan yang lain, dan itu juga memberi kode kepada yang masih tidur, bahwa ada alic dikediaman ini.
“ nona... sebenarnya apa yang terjadi tadi malam?” tanya devan yang penasaran, tidak biasanya alic membatalkan acara mereka secara mendadak.
“ sudah kuduga, pasti karena nyonya....” ucap devan
sebenarnya alic punya misi tersendiri kenapa dirinya kesini, tapi karena masih terlalu pagi, dia menunda sedikit misi tersebut .
“ kak... aku kekamarku dulu” ucap alic yang berpamitan kepada devan, devan hanya menganggukkan kepalanya saja.
alic masuk kekamar yang dulunya sebagi kamar ayahnya... diasana juga ada pintu sendiri yang menghubungkan keruang kerja ayahnya.
__ADS_1
alic melihat lihat buku yang tertata rapi dirak buku ayahnya.
tanggannya mulai menggambil salah satu buku yang sebenarnya dari awal dia masuk keruanggan ini, dia inggin menggambilnya.... hanya saja baru kesampaian saat ini.
setelah mendapatkan buku itu, alic kembali kekamar... dia merebahkan tubuhnya sambil membaca buku tersebut.
“mana nona???” tanya bram dan yang lain kepada devan yang sibuk didapur.
“ nona masuk kekamar ayahnya,mungkin nona merindukan ayahnya” jawab devan yang tidak menoleh kearah teman temannya .
“bukankah sekarang itu sudah menjadi kamar nona????... jelas jelas kamar nona kamu pakai...!!!” ucap benzai dengan sebel, karena dia mengingginkan kamar milik alic, tapi karena di dahulu oleh devan, mau tidak mau dia menggalah denggan hal itu, sebenarnya benzai sudah berkali kali membujuk devan untuk bertukar kamar, tapi devan menolaknya mentah mentah, dan itu semakin membuat benzai dongkol denggan devan.
“biar kubantu” ucap lucy yang mulai mengupas bawang untuk sarapan mereka.
“ makasih ” ucap devan yang tidak mengubris ucapan benzai.
“ Kak devaaaaaannnnnn!!!!!!!” ucap benzai yang paling tidak suka jika dirinya diabaikan, begitu juga dengan devan yang sanggat suka menjaili benzai.
__ADS_1