Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
72


__ADS_3

Selesai makan malam, alic menatap keluarganya dengan teliti, karena dia inggin mengutarakan tindakannya malam ini.


“malam ini aku inggin menculik seseorang ” ucap alic yang langsung membuat semua orang dimeja makan tersedak oleh makanan mereka.


“dek... sebenarnya kamu pembisnis atau penculik sih????” ucap rivom yang disetujui oleh yang lain, alic hanya menggaruk kepalanya, dia sendiri juga binggung mau menjelaskan dari mana, karena dia juga baru pertama kali mengetahui sosok rafenda, tapi alic sudah mengkonfrimasi bahwa semua yang dikatakan oleh rafenda benar, tidak ada sedikitpun kebohongan.


“ dek .... jelasin dari awal, biar semuanya tidak jadi salah faham ” ucap kenzo yang melihat adik bontotnya terlihat binggung harus berkata apa.


Perlahan alic mulai menceritakan dari awal sampai akhir,dari situ mereka faham apa yang sedang membuat alic inggin menculik seseorang.


“alic... bisakah kamu melepaskan rasa dendammu itu??? kamu boleh berbisnis... tapi, tolong hapus rasa dendam itu” ucap miscel yang kali ini tidak tinggal diam, dia tidak inggin anak perempuannya kenapa napa, walaupun miscel tau... anak perempuannya pandai melindungi diri sendiri, tapi yang namanya sedang tertimpa siall, tidak pandang bulu, dia pandai bela diri atau tidak,yang namanya sial y tetap aja sial.

__ADS_1


“ mom... alic melakukan ini bukan untuk rasa dendam saja, tetapi... alic juga tidak inggin ada korban selanjutnya” elak alic yang tidak setuju dengan miscel.


“ jika begitu, mom bisa panggilkan berbagai media untuk menyebarkan bahwa obat itu termasuk obat terlarang yang mematikan, dan menggatakan ayahmu , kamu, dan mendiang istri rafenda adalah salah satu korban, dari situ akan banyak orang yang berhati hati, bahkan para polici akan menyelesaikan tugas ini denggan cepat, jadi kamu bisa menunggu hasil denggan berfokus kepada pekerjaan dan kuliah” bantah miscel yang tidak suka dengan tangganpan alic.


Alic segera pergi kekamarnya, dia tidak inggin berdebat denggan momyinya, dia takut kata kata selanjutnya akan menyakiti momyinya, jadi dia memutuskan untuk segera mengakhiri pembicaraan ini.


miscel ter duduk dengan lemas,ke3 pria yang ada dimeja makan tidak ada yang berani berucap... mereka ber3 tau kenapa miscel melarang alic,tapi mereka juga tau alic melakukan hal itu semata mata bukan hanya untuk dirinya saja , dan itu wajar jika alic sanggat marah untuk saat ini.


“ tidak perlu,,,, aku akan fikirkan cara lain” ucap alic yang akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan penculikkan itu,alic juga memutuskan panggilan sepihak,dia merasa lelah jika trus trusan seperti ini,dia juga inggin merasakan kehidupan yang normal,tapi hati kecilnya seolah menolak akan hal itu.


“ aku akan menyelesaikan tugas ini... apapun resikonya” ucap alic yang bertekat memecahkan kasus itu, walau sebenarnya dia sudah diambang kebinggungan yang teramat, tapi sejatinya dia tidak pernah menyerah demi kebenaran.

__ADS_1


“tok tok tok....dek” ketukan pintu itu terdengar jelas ditelinga alic, sehingga alic segera membukakkan pintu kamarnya.


“masuk kak” ucap alic saat melihat kenzolah yang menggetuk pintunya.


kenzo pun masuk kekamar adiknya,alic juga mengikuti langkah kakaknya setelah menutup pintu kamarnya.


“ sini... crita sama kakak, siapa tau kakak bisa bantu????” ucap kenzo sambil duduk di ranjang alic.


“kak... boleh peluk???” ucap alic yang mendapat anggukan dari kenzo,tanpa basa basi alic memeluk kakaknya tanpa berkata apapun, kenzo juga hanya diam sambil mengelus rambut adiknya yang terurai.


“adik lelah... adik ingin semuanya segera selesai” ucap alic yang seakan mencubit hati kecil kenzo, jika itu terjadi kepada kenzo... kenzo fikir dia tidak akan bisa setegar alic saat ini.

__ADS_1


“mari ungkapkan secara pelan pelan... kakak akan bantu kamu okey??” ucap kenzo yang disetujui oleh alic.


__ADS_2