Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
73


__ADS_3

Lambat laun alic tertidur dengan sendirinya, kenzo yang menggetahui hal itu membaringkan adiknya dan menyelimuti tubuh ramping alic.


kenzo menatap adiknya penuh sayang, dia juga inggin meringgankan beban adiknya, yang sanggat mengganggu itu, tapi dia tidak tau harus membantu bagaimana....


" kak...? " ucap rivom yang masuk kekamar alic, dia sedang melihat kakaknya yang sedang membelai rsmbut adiknya penuh kelembutan.


" suttt" kenzo meletakkan jari telunjuknya ditengah bibirnya, memberi isyarat agar rivom tidak berbicara, karena alic baru saja tertidur.


"dia tidur? "tanya rivom deggan suara sanggat kecil, kenzo menganggukkan kepalanya.... Perlahan rivom mendekat, dan menatap wajah alic, dibawah mata alic masih ada air mata yang hampir menggering.


" dia menangis? "tanya rivom tidak percaya, dia sudah biasa melihat alic tertawa, galak, sadis, dinggin, crewet, manja.... Tapi, dia belum pernah melihat alic menangis.


" keluar" ucap kenzo sambil menarik tanggan rivom untuk segera meninggalkan kamar alic.

__ADS_1


"alic butuh ketenangan.... Kenapa kamu crewet bgtttt " ucap kenzo yang sekarang sudah didepan pintu kamar rivom.


" kak.... Wajar dong kalo aku menanyakan tentang adikku sendiri????!!!!!!!..... apalagi melihat air matanya jatuhhhhhh..... Kakak mana yang tidak memannyakan hal itu ketika melihat adiknya menangis!!!!!!???????...." ucap rivom yang manaikkan suaranya, miscel dan devanos yang hendak masuk kamar terhenti..... Karena mendengar pembicaraan ke2 putranya.


"rivom denggerin dulu.... kakak tau kamu khawatir dengan alic, tapi kamu bisa menanyakannya ketika kakak sudah keluar dari kamar alic, alic baru saja dapat tidur, jika mendengar suaramu.... Dia akan terbangun dan kembali menangis.... Emang kamu mau melihat alic kembali menangis? " jaeab kenzo dengan suara yang tetap stabil.


" oh.... Maaf kak" ucap rivom yang menyesali perbuatannya.


Sedangkan miscel yang mmasih berdiri ditempat hendak mendekat, dia juga inggin mendengarkan tentang alic ketik menangis, akan tetapi devanos menggelengkan kepalanya, devanos memberi tanda untuk tidak ikut kekamar rivom, walhasil miscel hanya menurut saja, dia juga butuh istirahat.... Untuk menjernihkan fikirannya.


Setelah selesai menceritakannya, kenzo menyuruh rivom untuk tidak memberi tau kepada siapapun, termasuk dedy dan momynya, kenzo tidak inggin orang tuanya ikut memikirkan adik bontotnya, bagi kenzo selama dia bisa membantu tanpa menambah beban orang tua, dia akan usahakan sebisa mungkin.


"kak.... sebenarnya perkataan momy tadi ada benarnya, kenapa adik tidak melakukan hal itu saja? " ucap rivom yang memberikan saran kepada kakaknya.

__ADS_1


Kenzo menginggat alic sebelum tertidur, alic membahas hal ini, saat itu alic menggatakan..... Menggunakan hal yang disarankan momy sama saja mencari liang kubur untuk dirinya dan keluarganya.... Kenzo belum tau penjelasan lebih rincinya seperti apa, karena ketika dia hendak bertanya, alic sudah tertidur begitu saja.


" tidak.... Alic tidak menyarankan denggan cara itu, karena menurut alic itu berbahaya "elak kenzo, kenzo yakin adik perempuannya punya alasan tersendiri kenapa dia yidak mau menggunakan hal tersebut.


" baiklah, jika alic sudah menggatakan hal itu..... Aku sanggat yakin dia sudah tau konsekuensi dari hal tersebut " ucap rivom denggan keyakinan full.


" kufikir.... Kamu lebih menggenal alic dari pada kakak"


" tentu saja, aku harus menggenal alic dan memahami alic sedalam mungkin...... Karena dia adik satu satu ku..... Aku inggin menjadi kakak terbaik untuk alic, maka dsri itu..... Aku tidak inggin kalah darimu kak" ucap rivom yang membuat kenzo tersenyum senang, mendengar ocehan dari adiknya.


" baguslah kalo begitu..... Kamu harus menjaga alic sebaik mungkin"


"siaaapppppp laksanakan" ucap rivom sambil memberi penghormatan untuk kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2