Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
50


__ADS_3

"nona kecil... kami tidak selambat yang anda bicarakan .... bukankah anda harus meminta maaf kepada kami dan rekan rekan kami yang lainnya??" devan denggan senggaja duduk diatas mobil yang alic bawa dari masion ayah lucy.


"bahkan kami sudah menangkap orang orang yang berada di masion mereka, data data orang yang bekerja diperusahaan mereka juga sudah dikonfirmasi denggan baik oleh para intel... jadi, dimana kami lambat dalam bertindak?" tanya bara yang mendekat kearah alic.


alic memberi kode kepada bara agar lebih mendekat kepadanya, setelah bara dekat denggnnya alic membisikkan sesuatu ketelingganya.


"gudang penyimpanan mereka didekat pelabuhan," ucap alic yang membuat bara kaget, dia fiikir... ini semua sudah berakhir, ternyata.... mereka benar benar lambat dalam hal ini.


"mari masuk mobil masing²... kita akan terhubung melalui panggilan, kita buat setrategi bersama" ucap alic yang disetujui oleh semuanya.

__ADS_1


"kita benar lambat " ucap bara ketika sudah ada dimobil ,3 temannya meminta penjelasan lebih.


" mereka masih mempunyai gudang untuk penggiriman melalui jalur laut" ucap bara yang membuat mereka semakin tidak percaya dengan kemampuan alic yang ternya bisa tau semendetail itu.


"nona menyuruh kita untuk saling terhubung" lanjut bara yang segera menghubungi alic, (janggan tanya mereka kapan mempunyai nomor alic, karena leon pelaku dari hal tersebut)


alic satu mobil denggan sofia dan sasa, sedangkan kenzo satu mobil denggan benzai dan vano.


"ya... aku akan segera melaporkan kepada pusat, agar menunggu dipelabuan buaya, kami akan mencari tau.... barang barang itu dikirim kemana saja, dan kepada siap saja... dan akan lebih dalam pasti nya" jawab zian yang sudah merancang semua apa yang harus dia dan rekan rekannya lakukan.

__ADS_1


"bagus... aku dan yang lainnya akan ke gudang mereka... mungkin ada beberapa orang yang bertugas... kita bisa mendapatkan informasi yang lebih dalam.... oh iya, sedikit memberi tau saja... setelah ini, kami menyudahi acara bermain kami" lanjut alic yang membuat para intel dan anak angkat leon kaget...


mereka tidak bisa percaya, hal seperti ini dianggap hanya sekedar permainan, sedangkan bagi mereka.... ini adalah pekerjaan yang sanggat berbada


"sepertinya nona kecil kita tidak bisa diremehkan sedikit pun" ucap bram yang duduk disamping penggemudi.


"kufikir juga begitu" saut briyan yang sedang menggemudi


"nona jelas sudah menggetahuinya dari awal, ini memang sedikit memalukan buat kita yang sudah terbiasa terjun didalam hal seperti ini kalah denggan anak kecil" ucap bara sesekali memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"aku jelas tidak malu kalah dari nona kecil kita, jika nona kecil kita tidak sehebat ini... artinya dia tidak pantas menggantikan ketua menjadi pemimpin kita" ucap devan denggan bangga, memang seperti itulah yang difikirkan devan.... tujuan mereka kesini, bukan membantu para intel, melainkan melihat kemampuan alic yang sebenarnya, sesuai denggan ucapan leon.... bahwa pemimpin baru mereka jauh lebih hebat dari yang mereka bayangkan.


"ya.. . aku setuju, dan aku juga mengakui bahwa nona kecil sanggat pantas menjadi pemimpin kita" ucap yang lainnya yang mereka fikir alic memang pantas mendapatkan jabatan tersebut.


__ADS_2