Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
80


__ADS_3

Merin yang kondisi tubuhnya sanggat lemah tidak bisa menerima ledakkan yang berkali kali datang itu, sampai akhirnya dia kembali pingsan.


ketika dia sudah kembali siyuman, dia sudah ada dirumah sakit, lagi lagi alfin menjaganya.


Merin menatap alfin yang sedang tidur disampingnya, lebih tepatnya dikorsi pengunjung.


“kamu sudah banggun? " ucap alfin yang mulai membuka matanya, merin tersenyum saja, karena tenggorokannya terasa perih.


“nanti aku dan rekan rekanku akan ikut para militer untuk mencabut bom tanam ditubuh kami,,, aku tidak tau kapan akan kembali, yang jelas setelah semuanya selesai aku pasti kembali,” ucap alfin dengan wajah yang sanggat sungguh sungguh, merin hanya tersenyum sebagai tanda dia setuju dengan ucapan alfin.


"biar kubantu untuk minum... Seharusnya saat ini tenggorokan mu kering" ucap alfin yang denggan cekatan membantu merin untuk duduk, kemudian menuangkan air kedalam gelas.


"kreeeeekkkkkkk" gorden pembatas itu dibukak oleh seseorang yang sanggat merin kenal, dia adalah maria teman didalam sell merin.

__ADS_1


“jangan bilang kalo kamu masuk ke neraka itu, cuma mau mencari dia" ucap maria sambil meninggikan alisnya, merin yang saat itu sedang minum... seketika tersedak karena ucapan maria yang tidak punya rasa segan menggatakan hal tersebut, bahkan disini alfin jadi salah tingkah sendiri akibat ucapan maria itu.


“gitu aja sampek tersedak, eh ada kabar baru bangget, katanya situan belum tertangkap" ucap maria yang hobi mengumpulkan informasi yang menurutnya itu patut digosibkan.


“setidaknya kita sudah keluar dari sana.... ” ucap alfin yang merasa bersyukur bisa keluar dari sana, karena dia sudah disana 7th nan....


"eh... Lebih baik, kamu oprasi wajah deh dan ganti profesi kamu.... Agar tidak kembali diincar oleh situan itu, jika bisa ganti identitas sekalian saja" ucap maria yang asal bicara, tapi sanggat masuk akal, karena situan ini sanggat pandai menculik orang.


“itu sanggat tidak perlu, karena identitas mereka sanggat membantu, jika sampek ada dari mereka yang hilang.... Kami dengan cepat akan menggetahui bahwa situan itu kembali muncul" ucap salah satu militer yang masuk keruanggan tersebut.


“mari.... Sudah waktunya" ucap militer itu kepada alfin, alfin menganggukkan kepalanya, kemudian alfin sedikit menunduk dan mencium kening merin, jujur saja merin kaget karena bagi dia itu semua tidak mungkin terjadi, karena yang dia tau alfin selalu menjaga hal hal seperti ini.... Gak taunya hari ini dia mendapatkan ciyuman singkat dari cinta pertamanya.


" aku tidak bisa menunggumu, aku harus menemui adik kecilku, karena saat ini tinggal dia keluargaku" ucap merin sebelum alfin kembali menggatakan..... Tunggu aku.......

__ADS_1


"baik.... beri tau aku, siapa nama adik kecilmu, biar aku mudah mencari keberadaanmu" ucap alfin penuh harap


"kamu tidak perlu mencari keberadaanku, aku merasa hina untukmu, carilah orang lain yang pantas untukmu"ucap merin yang inggat telah terjamah oleh orang lain, dia merasa jijik dengan dirinya sendiri.


"sebut aja nama adik kamu, lagian dia juga sudah tau, orang yang ada disell semuanya sudah dijamaah sama situan, lagian itu juga bukan keingginan kita..... Kita hanya korban" ucap maria yang lagi lagi suka blak blakkan.


" semua kebiasaan situan saat kita dievakuasi, sudah aku beberkan kepada para militer..... jadi gak usah malu malu gitu" lanjut maria yang benar benar gak punya rasa segan sama sekali, janggankan rasa segan.... Malu saja dia tidak punya.


"merin..... Kumohon" ucap alfin dengan tampang memelasnya.


"alic sancas J. " ucap merin pada akhirnya, .


" aku sesegera mungkin mencarimu" ucap alfin yang segera pergi dari kamar merin dan maria.

__ADS_1


"apa urat malumu telah putus? " ucap merin kepada maria yang sekarang dia tertawa tanpa beban, maria sanggat suka melihat wajah rekannya ketika Menahan malu, itu sanggat lucu dimata maria.


" eh..... Aku mendapat kabar lagi, katanya ada mata mata situan disekeliling kita, lebih tepatnya disetiap rumah sakit ada mata mata dia, hanya saja belum ditemukan siapa mata mata situan ini" ucap maria denggan sungguh sungguh.


__ADS_2