
selama menunggu masa masuk kuliah ,alic menfokuskan dirinya ditempat kerja, bahkan dia sering pulang kerumah diwaktu semua orang telah terlelap dimimipi mereka.
Alic tidak punya pilihan selain pulang larut malam , karena dia inggin sesegera mungkin menyelesaikan semua masalah yang ada dikantornya.
"kev.... bagimana kalo aku meminta docter anggara kesini?" ucap vano yang sudah tidak tahan melihat alic, vano sanggat ingin menghentikan alic yang terus menghadap kearah layar computer diruangannya.
"aku pernah membujuknya, tapi nona menolak denggan tegas" ucap kevin denggan jujur
bahkan kevin sering keruangan alic hanya untuk menegur alic untuk istirahat, hanya saja alic tidak menggubris hal itu, dia akan istirahat jika dia merasa tugasnya selesai.
"oh iya... 2 hari lagi nona akan kekampus.,... semoga nona bisa sedikit santai disana" ucap vano yang tidak sabar inggin cuti 2hari untuk istirahat sejenak.
"toh besok juga hari minggu, nona akan istirahat " saut kevin yang kembali menfokuskan dirinya ke layar computer didepan nya.
Sedangkan dibanggunan yang tidak kalah besar dan megah ada sosok yang sedang tersenyum denggan bangga.
__ADS_1
"ternyata anak kecil itu punya nyali yang jauh lebih besar dari pada ayahnya...
pandangan anak kecil ini, jelas tidak boleh diremehkan.... dia berani bertindak seolah dia sudah sering terjun didunai bisnis yang menakutkan ini.
yang lebih gila dari anak kecil ini, dia berani mengeluarkan orang orang yang sudah memiliki pangkat diperusahaannya denggan alasan yang sanggat tepat,
dan entah bagaimana dia mengangkat orang orang itu untuk menggantikan posisi orang yang dia pecat
dan itu sanggat membantu, bahkan perusahaan itu yang hampir tumbang karena kakeknya, sekarang lebih maju dalam 1bulan dan itu dikelola anak kecil.
Dia adalah Rafenda deren mahendra pengusaha yang gila denggan pesaing, dia tidak peduli dengan perusahaan yang dia pedulikan bagimana dia bisa merasa tertantang dengan adanya pembisnis yang hasil kejayaannya menyamai perusahaan nya.
Rafenda hanya akan bekerja sungguh sunggu ketika ada perusahaan yang menyamai kejayaan perusahaan nya.
“tuan... apa anda akan menarjetkan perusahaan tersebut? ” tanya sekertaris Rafenda yang dari tadi ada disamping Rafenda.
__ADS_1
“untuk sekarang tidak.... tapi, suatu hari nanti iya ” saut Rafenda denggan pandanggan yang rumit diartikan, sekertaris itu hanya menganggukkan kepalanya ,dia sudah terbiasa dengan tingkah laku bosnya yang tidak pernah sesuai aturan, contohnya saat ini, dia hanya memakai kaos oblong dan celana jins panjang ,sepatu yang tidak selayaknya setandar kantor, dia memakai sepatu yang biasanya untuk pergi santai .
Walaupun dia suka denggan gaya bebasnya, jangan pernah menilai cara kerjanya... sekali dia inggin ....maka itu akan terjadi.
“dari yang saya denggar, dia akan masuk kampus.... kemungkinan besar kakeknya akan menggambil alih perusahaan lagi ”
“APPPPPAAAAA!!!!!!!!!!!!”
Rafenda jelas tidak senang mendengar hal ini, dia tidak inggin kehilangan pesaingnya, apalagi setelah melihat kecerdasan alic dan keberanian alic dalam bertindak, itu sanggat keren menurut Rafenda dan itu baru pantas dijadikan pesaing yang imbang menurutnya.
”tidak bisa!!!!!!! aku harus menemui bocah itu.... dia tidak boleh menyerahkan perusahaan kepada kakeknya , jika dia berani melakukannya akan ku buat perusahaan nya bangkrut dalam 1malam” ucap Rafenda yang bergegas keluar, dia ingin menghampiri alic secepat mungkin.
“tuan... kita akan ada rapat 20 menit lagi“ ucap sekertaris yang menghadang Rafenda.
“ urus saja sendiri, aku punya urusan yang lebih penting” ucap Rafenda yang langsung menerobos sekertarisnya.
__ADS_1
“huffff.... seharusnya tadi aku tidak menggatakannya” sesal sang sekertaris