
"nona... sebenarnya apa yang anda tunggu? kakek anda akan marah jika anda terlambat" bisik vano yang menginggatkan alic tentang kakeknya.
"kamu tenang saja, kakekku telah melihat kita dari tadi" ucap alic tanpa berbisik ,alic menatap kamera kecil yang disembunyikan sehingga tidak akan ada yang mengira bahwa benda itu adalah camera tersembunyi, sedangkan vano menggaruk kepalanya... dia tidak tau apa yang dimaksud oleh alic, jadi dia diam saja.
Sedangkan kakek alic yang sedang melihat hal itu lewat leptobnya tersenyum miring melihat cucu perempuannya bisa mengetahui hal tersebut.
Orang orang yang diundang alic mulai memasuki ruang rapat, sontak saja mereka yang sudah duluan disana kaget bukan maen melihat anggota keluarganya datang.
__ADS_1
"tolong bagikan kepada semuanya" ucap alic kepada kevin yang membawa dokumen yang sudah dikerjakaan alic dengan rapi, kevin juga sudah memperbanyak dokumen tersebut, alic juga mengirimkan dokumen tersebut kepada kakeknya melalui imail, lagi lagi kakeknya diberi kejutan oleh cucu perempuannya yang tau imail nya, semakin kesini sang kakek merasa bertambah penasaran dengan sosok alic yang tidak pernah mau ikut jika ada undangan ke masion utama jovanca, jikapun kakekny yang mengunjunginya alic juga tidak pernah mau menemuinya, dari situlah sang kakek tidak pernah tau kepribadian alic yang sebenarnya.
"kalian yang mengaku cerdas... harusnya tanpa saya sebutkan maksud dari dokumen tersebut kalian sudah tau kan?" ucap alic yang tadi awalnya banyak cemooh... seketika diam tanpa kata, entah mereka sedang memahami atau sedang pura pura tau hal tersebut.
seorang laki laki paru baya langsung mendekat kepada alic ,dan membisikkan sesuatu yang membuat alic tersenyum ,dia tidak menyangka masih ada orang waras diperusahaan ayahnya.
"saya akan menyerahkan 5% saham yang saya miliki untuk anda.. tapi, anda harus berjanji... tidak memberi tau keburukkan saya kepada keluarga saya, karena saya sedang dalam proses pemberbaikkan diri" begitulah bisikkan itu.
__ADS_1
"maaf, saya tidak bisa menerima hal ini... saya sudah memberikan, bukan meminta ganti" ucap laki laki tersebut yang segera undur diri, dia kembali ke tempat duduknya, bagi laki² baya tersebut.. alic memang hanya sekedar anak kecil, tpi ketika alic menyadari ada kamera tersembunyi, itu menandakan alic bukan anak kecil biasa... dia sanggat yakin bahwa didalam dokumen yang berisi hampir sejenis kerja sama yang sebenarnya ancaman itu, alic bukan maon main dengan ucapannya, lebih baik dia menyerah dari pada semua kesalahan yang dia lakukan di masa lampau diketahui oleh istriku dan orang tuanya, lebih parahnya jika anak²nya mengetahui betapa bejatnya ayahnya itu semakin membuatnya malu.
"burrrrrrrrrrrr" leon jovanca yang melihat perbuatan cucunya, seketika menyemburkan minumannya yang hampir dia telan.
"apakah aku punya cucu ahli merampok???!!!! betapa brengseknya dokumen yang dia buat" umpat leon kesal melihat dokumen tersebut.
"tau jika semua ini akan lancar, dengan beberapa baris saja... aku akan melakukan hal yang sama saat aku masih muda" lanjut leon yang tidak bisa berhenti mengomel melihat kelakuan alic yang semuanya diluar dugaannya .
__ADS_1
"hah... emang dengan 3baris ini!!! kami akan takut denganmu??!! kami semua adalah golongan baik² jadi tidak mungkin mempunyai aib apapun" ucap pemegang saham terkecil dengan sombong, dan itu disetujui oleh banyak orang.
"yang memberontak tolong pindah ke kiri, dan untuk yang setuju dengan pendapat nona alic tolong disebelah kanan . ucap kevin yang membuat orang² berbondong bondong pindah kekiri...tpi, ada juga yang dikanan.