Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
82


__ADS_3

Zain hanya bisa tersenyum canggung, tapi dalam hati dia sanggat ketakutan... Takut alic marah kepadanya, karena sebelumnya alic sudah menggatakan akan menangkap pelaku dibalik obat tersebut dengan caranya sendiri, tapi siapa sangka Zain mendapatkan tugas tersebut.... Dan parahnya dia baru tau, setelah penggerbekkan,,,,, jika dia tau dari awal bahwa tugas ini merupakan, hal yang dituju alic.... Dia akan mundur dan memilih tugas yang lain.


"dengerin penjelasanku dulu okey" ucap zain yang tidak digubris oleh alic, karena alic denggan cepat menyerang zain, semuanya yang disana langsung tampak khawatir dan ketakutan... Karena melihat alic yang terus menyerang tanpa henti, sedangkan zain hanya menangkis dan menghindar saja... Tidak ada perlawanan sama sekali, teman teman hendak memisahkan mereka, tapi zain memberi kode untuk tidak mendekat sedikitpun.


"janggan cuma menangkis dan menghindar.... Lawan balik" ucap alic yang tidak suka denggan cara zidan yang hanya menghindar dan menangkis itu.


"tidak akan" jawab zain yang terus menangkis dan menghindar itu, emosi alic semakin menambah, dia menambah kecepatan untuk menyerang zain... Itu tak hayal, zain semakin kualahan menghadapi alic yang saat ini sedang menggila, tapi semua ini dia sudah mempersiapkan diri jika alic mencarinya, zain akan merasa takut jika alic tidak mencarinya.... jika memang seperti itu, bukankah alic benar benar telah melupakannya, dan tidqk inggin berurusan dengan zain.


Tapi jika allic mencarinya, itu bukti alic sangat inggat tentang dirinya, dan alic masih mementingkan rasa dendamnya yang belum terlampiasakan terhadap pelaku.

__ADS_1


sampai akhirnya alic mulai merasa lelah, tubuhnya sudah terlihat oleng... Denggan cepat zain menangkap tubuh alic dan membawanya kamar pribadinya.


"alic hanya lemas saja.... Dia tidak pingsan, kesadaran alic masih ada.... Kamu bisa santai" ucap zain kepada devan yang hanya tau mengangguk angguk saja.


Setelah sampai di kamr zain, zain menaruh alic diranjangnya.


" aku inggin menangis " ucap alic pada akhirnya, zain pun memberi pelukkan kepada alic, agar alic lebih nyaman untuk menangis sepuasnya.


" menagislah okey.... Biarkan hatimu tanang okey" lanjut zain yang sesekali mencium rambut alic.

__ADS_1


"aku sanggat malu zain" ucap alic tampa menggeser posisinya, menurut alic karena sudah nyaman, dia tidak inggin berpindah posisi.


"apa yang harus aku katakan kepada ayah, jika aku tidak bisa menangkap situan itu? Apakah beliau akan sanggat kecewa kepadaku nantinya? " ucap alic yang tidak berhenti untuk menangis, zain hanya diam tanpa berniat melepaskan pelukkan alic.


Zain sekarang tau, jika menangkap situan adalah hal yang sanggat inggin dilakukan oleh alic,


" situan belum tertangkap, jika ada misi ini lagi... Aku akan menghubungimu okey? "ucap zain yang disetujui oleh alic.


Disini zain benar benar melihat hati alic yang tampak lelah menghadapi semua hal yang dia lalu, hanya saja zain tidak tau..... Apa saja yang dilakukan pujaannya, sampai alic benar benar terlihat lelah.

__ADS_1


" besok aku akan kuliah..... Aku pulang dulu"ucap alic yang menyeka air matanya, tapi zain tak mau melepaskan pelukkannya,,,,,, dia memang berjanji akan bertemu alic 5th lagi, tapi ini baru beberapa tahun saja..... Dan bukan dia yang mencari alic melainkan alic yang mencarinya, jadi dia tidak inggin melepaskan alic dulu...... Sebelum mereka entah kapan bertemu lagi.


"alic biarkan lebih lama sedikit,,,,,, aku tidak tau kapan kita bertemu lagi"ucap zain yang membuat alic merasa agak aneh, bagi alic saat ini.... Zain hanyalah orang yang tidak jauh berbeda dengan Devan, tapi melihat sikap zain membuat alic sadar bahwa zain tidak beranggapan seperti dirinya.


__ADS_2