
"ahhhhh... pegel bgt" ucap alic sambil merenggangkan ototnya.... sedikit berolahraga agar otot ototnya rileks .
"ke ...ke... kenapa kamu me... mukulnya?" ucap seseorang yang membuat alic menoleh denggan cepat kesumber suara.
"karena ... dia menculikku" jawab alic sambil mendekat ke seorang pria yang mungkin berusia 20th itu.
"aku juga diculik.... tapi aku tidak memukulnya" jawabnya yang sudah sedikit lega, bahwa alic bukan orang jahat yang seperti dia perkirakan.
"jadi... kenapa kamu diculik? dan saat usia berapa kamu diculik???" tanya alic yang sekarang duduk didepan cowok itu, dia menatap rantai yang ada di pergelanggan kaki cowok didepannya.
"saat itu... aku berusia 15th, dan setiap tahun aku akan tau jika pergantian tahun denggan meriahnya tahun baru yang menampilkan kembang api, yang bisa kulihat melalui jendela itu... aku sudah melihat kembang api tanda tahun baru 5x... jadi, berapa lama aku disini?" tanya pemuda itu sambil tersenyum getir menggetahui malang sekali nasibnya, bahkan dia sering inggin bunuh diri ...agar tidak tau kejahatan para orang orang yang disini.
"kamu dari keluarga mana?" tanya alic yang menggeluarkan hpnya dari saku nya.
"hans... namaku lucy hans" ucapnya semanggat, dia merasa ada harapan untuk keluar dari penjara mewah ini.
__ADS_1
Alic mencari nama itu, sedikit menggejutkan,,,, bahwa keluarganya tidak pernah mencarinya sedikitpun, bahkan alic sudah menggecek tahun dimana lucy hilang... dia tidak menemukan iklan pencarian orang hilang yang menunjukkan tentang lucy itu.
"apakah ini keluarga mu?" tanya alic yang menunjukkan gambar foto keluarga.
"iyaaaaa.... itu semua keluarga ku... bagaimana kamu menemukannya secepat itu?, bisakah kamu mbiarkanku melihat foto mereka lebih lama?" tanya lucy yang meneteskan air matanya... entah itu membenci keluarga nya/ merindukan keluarganya.
"jadi.... kenapa keluargamu membuatmu seperti ini?" tanya alic yang membuat lucy kaget denggan ucapan alic yang seolah tau semua tentang lucy.
"hehehehe aku gak yangka kamu bakal tau secepat itu" ucap lucy yang tertawa sambil mengusap air matanya.
"bos pemilik pabrik narkoba adalah ayahmu kan?" tanya alic yang tidak suka basa basi, perlahan lucy tersenyum... dia tidak tau,jika alic secerdas itu... hanya saja, dia merasa jijik denggan tubuhnya yang menggalir darah dari bos narkoba itu.
"ya, dan dia membawa ku kesini karena, dia inggin aku melanjutkan perusahaan narkobanya itu" jawab nya dengan getir.
"saat itu aku berusia 15th, bisa kamu bayangkan... betapa tidak mampunya aku untuk menjalankan bisnis besar... " lanjutnya denggan tawa bodoh yang sebenarnya alic sedikit merasa aneh dengan tawa itu.
__ADS_1
"kamu membenci ayahmu?" tanya alic yang mendapatkan sorotan aneh dari pemuda disampingnya.
"apa kau berrencana membunuh ayahku jika ku katakan, aku membencinya?" bales tanya pemuda itu denggan emosi yang sanggat membenci ayahnya.
"aku bukan seorang kriminal yang suka membunuh orang" jawab alic yang menggambil pisau kecil dari semplitan pinggangnya.
kleeetaaaaakkkk kllleeettttaak
gembok yang menjadi pengunci rantai itu lepas.
"ba...ba...bagaimana..mung.. kin???" ucap lucy kaget melihat hal itu, dia inggin menangis melihat dia bisa bebas, karena sudah 5th dia merasakan hal sekedemikan rupa.
"inggat... aku hanya inggin menghukum ayah mu dan rekan rekannya... biarkan mereka menyadari semua kesalahan yang mereka kerjakan... aku salut padamu" ucap alic sambil menepuk bahu luky.
"tapi, aku tidak mengizinkanmu kembali ke keluarga hans... " lanjut alic yang membuat lucy semakin kaget, dia tidak tau maksud dan tujuan alic menyelamatkan dirinya.
__ADS_1