
"alic.... "
Alic yang dipanggil segera menoleh kearah kakeknya,
" kenapa kamu tidak pulang bersama. Dengan yang lainnya? “
leon masih sempat untuk mempertanyakan hal ini, dia benar benar membutuhkan jawaban dari alic.
"inggin memergoki kamu yang ternyata punya kesenangan yang seperti itu" ucap alic yang langsung mendapat jitakkan dari kakeknya.
"sembarangan,!!!!!.... Aku hanya akan melakukan hal srperti itu kepada nenekmu" elak leon yang membuat alic mringgis kesakitan, ini benar benar menyakiti kepalanya.... Alic fikir, kakeknya inggin bales dendam kepadanya, akibat pukulannya tadi ketika diperusahaan.
" kek marai ketempat latihan" ucap alic yang langsung pergi keluar, leon sedikit kaget.... Ternyata cucunya inggin membalasnya denggan cara yang seperti itu, dia denggan senang hati meladeni permintaan alic.
sesampainya ditempat latihan, alic membuang jaketnya, dia hanya menyisihkan celana olahraga nya dan kaos oblong.
Sedangkan leon sudah berganti pakaian, layaknya petarung sesungguhan.
"jika aku menang, bersiaplah mulai hari ini kupasrahkan perusahaan kepadamu" ucap leon yang disetujui alic.
__ADS_1
" baik"
"jika anda yang kalah, bersiaplah memimpin perusahaan sampai saya lulus kuliah" ucapan alic membuat leon merasa tak adil buat nya.
"kau licik nak.... "
" aku cucumu, tentu saja kelicikkan ini menurun darimu"
" aku tidak selicik kamu nak"
" terserah" ucap alic yang kemudian mulai menyerang kakeknya, alic dan leon sama sama menggeluarkan semua tenaga mereka, yang ada diotak mereka ..... Harus segera memenangkan pertempuran ini.
Brakkkkkkkkkk....... Brooooookkkkk Brakkkkkkkkkk......
"brengsekkkkkkkk.... Siapa yang dijam segini membuat gaduh" ucap Kiano yang segera pergi ketempat bising tersebut.
Sesampainya disana dia melihat anggota keluarga yang lain sudah disana, menatap 2orang yang sedang baku hantam itu.
" bukankah ini gila??? " ucap kiano yang melihat alic dan kakeknya berkelahi, dan yang membuatnya tercenggang adalah.... Ke 2nya sudah sama sama babak belur, tapi kenapa belum ada tanda tanda untuk berhenti.
__ADS_1
" adik kecil yang gila! Bisa bisanya dia nantang kakek... "ucap vairi yang sempet denggar para maid membicarakan pertempuran itu, dipicu alic yang menentang kakeknya.
" diaaaaaaa....!? Alic? Kenapa jadi setinggi itu????? "ucap kiano yang tidak percaya, bahwa adik kecilnya telah menjadi perempuan yang amat tinggi baginya.
" ya.... Kufikir dia selama 3th fokus kepertumbuhan, maka wajar saja jika dia setinggi ini untuk saat ini" ucap Vairuz yang ikut menjawab atas pertanyaan kiano.
"alllliiiiiiicccccccc" triakkan itu membuat alic menoleh seketika itu juga alic dijatuhkan oleh kakeknya.
" pamaaaaaaannnnnnnnnnnn! "ucap alic denggan gerammmm, karena panggialn itulah yang membuat dia kalah dari kakeknya, padahal sedikit lagi kakeknya yang akan terjatuh dan terkunci denggan sempurna , tapi sanggat di sayangkan panggilan itu menghancurkan usahanya.
" ded...... Tamatlah riwayatmu.... " ucap ke3 putra riris itu kompak, bram yang melihat alicdibanting oleh mertuanya, itu membuat dia sadar bahwa alic dan mertuanya sedang adu baku hantam.
" makasih bram" ucap leon yang segera keluar dari tempat pelatihan tersebut, alic benar benar meras sial denggan hal ini.
" alic maaf" ucap bram yang melihat alic mendekatinya.
"sudahlah.... Anggap saja aku menggalah kepada kakek tua yang sanggat licik" ucap alic yang menggambil jaketnya, yang kebetulan jaketnya tepat disamping kanan bram.
"kalah ya kalah" ucap leon denggan senyum yang berbinar binar.
__ADS_1
Sebenarnya alic merasa bersyukur jika dia kalah, karena misi untuk membalas dendam akan lebih cepat..... Alic memang senggaja menoleh ketika ada panggilan itu, agar kakeknya segera menjatuhkan dirinya.
📨pagi ini aku akan berangkat keperusahaan, jam 8 jemput aku📨 alic menggirim pesan itu kepada vano.