
'' Alic biarkan lebih lama sedikit,,,,,, aku tidak tau kapan kita bertemu lagi"ucap zain yang membuat alic merasa agak aneh, bagi alic saat ini.... Zain hanyalah orang yang tidak jauh berbeda dengan Devan, tapi melihat sikap zain membuat alic sadar bahwa zain tidak beranggapan seperti dirinya.
"alic.. Bisakah kamu berjanji padaku 1hal saja? "ucap zain yang tidak melepaskan pelukkan alic.
" apa? " tanya alic denggan suara masih serak, akibat terlalu lama menangis.
" kamu jangan berpacraan denggan orang lain..."ucap zain yang kemudian diputus oleh alic
" jika aku tidak berpacraan denggan orang lain.... Lantas apakah aku harus berpacraan dengganmu? "ucap alic yang masih diposisi yang sama... dipeluk kamu zain.
“ tentu.... aku hanya untukmu begitu juga dengan kamu” jawab zain senggang sungguh sungguh.... alic melihat pelukkan itu, dia menatap lekat lekat orang yang ada didepannya saat ini, 1 detik dia hanya melihat kesungguhan zain, 2detik detak jantungnya ikut berdegup kencang.... alic memenangi dadanya... rasanya sangat aneh untuknya, yang tidak pernah merasakan hal seperti ini.
“ baik... ” ucap alic yang membuat zain, tersenyum.... dengan tampang tampannya, untuk pertama kalinya... ke tampannya dan kecerdasan yang dia miliki menjadi tak berfungsi, sekarang yang sangat ketara, hanya tampang bodohnya saja.
__ADS_1
“ ka... kamu... setuju? ” ucap zain yang masih setengah tak percaya dengan ucapan alic, karena bagi zain... alic adalah cinta pertama dan terakhirnya.... dia selama ini sudah menahan rasa rindu yang teramat berat baginya, tapi dia selalu mencoba mengalihkan rasa rindunya dengan berbagi tantangan yang membuat dia bisa melampiaskan rasa rindunya terhadap gadis kecilnya.
“ kamu cukup tau, bahwa aku menyetujui ucapanmu” ucap alic yang berdiri dan keluar dari ruangan zain.
zain yang melihat alic keluar pun, dia mengikuti alic dengan perasaan yang sangat bahagia, sedangkan alic hanya menuruti kata hatinya, dia belum memastikan.... bahwa detak jantungnya benar benar perasaan cinta atau hanya sebatas detak tanjung tanda dia masih hidup?.
“maaf.... boleh kah kita bicara ber 2? ” ucap seseorang yang terlihat sudah menunggu alic dari tadi.
“ bicaralah.... ” ucap zain senggang tampang waspada.
alic menatap laki laki itu denggam teliti, berharap dia mengetahui sosok pria yang dengan beraninya menghadang jalanny ,
"maaf kapten zain saya hanya Ingin berbicara denggang adik pacar saya” ucap alfin yang membuat alic memberi kode kepada zain untuk pergi menjauh.
__ADS_1
“ okey.... aku beri waktu 5menit buat kalian, ngobrol lah baik baik” ucap zain yang kemudian mencium jidat alic dengan cepat, jujur saja alic kaget.... inggin dia menghajar zain, tapi zain dengan cepat kabur begitu saja.
“siapa pacarmu? kakakku tidak ada yang menyukai sesama jenis, ” ucap alic yang membuat zain hampir ketawa ngakak mendengar Jawaban alic yang sangat sembarangan itu, zain bersembunyi di dekat tirai yang masih bisa mendengar pembicaraan alic dan salah satu docter yang dia selamatkan.
“ merin yang aku maksud” ucap alfin yang langsung mendapatkan tatapan senggit dari alic.
“hapus semua harapan mu terhadap kak merin.... karena aku tidak mengizinkan kak merin berpacaran dengan mu, apalagi menikah” ucap alic yang langsung pergi melewati alfin, alfin yang melihat hal itu .... dia tidak tinggal diam, dia menghadang alic yang terlihat tidak suka terhadapnya.
“ aku tidak perduli kamu menyutujui hubungan kami atau tidak, toh aku tidak butuh persetujuan mu, yang penting bagiku.... merin mencintaiku dan aku sanggup membahagiakan dia” ucap alfin dengan sungguh sungguh, tapi alic tetap tidak perduli terhadap ucapan alfin,....
“wanita begitu banyak, maka pergilah mencari wanita lain!!!!!!! ” ucap alic yang sudah di ubun ubun emosinya, entah kenapa dia merasa merin akan dibawa pergi oleh alfin, dan alic sangat tidak suka dengan hal itu.
“ aku tidak butuh wanita lain, aku hanya mau merin”
__ADS_1