Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
81


__ADS_3

"jadi begitulah..." ucap merin yang selesai menceritakan semua kejadiannya selama ini, diam diam alic sudah menahan emosi yang teramat,,,, dia marah karena tarjetnya menghilang sebelum dirinya menemukannya.


" tok tok... Paket" ucap seseorang yang membuat alic segera membuka pintu, dan menggambil semua paket yang dia beli.


Merin ikut membantu alic mengangkati paket super banyak itu.


"kak... Aku hanya dapat membeli ini, emmmm besok aku akan mencari pekerjaan, kamu tidak apa apakan kalo aku keluar? "ucap alic yang hanya mendapat anggukan dari merin.


" rumah ayah telah dijual, aku tadi kesana sebenarnya juga inggin melihat... Dan sekilas merasa rindu, maaf uang rumah aku jual, untuk menbiyayai kehidupan ku... Dan obat obat yang harus kutebus setiap harinya " ucap alic dusta, dia benar benar inggin mengguji merin.... Apakah merin telah berubah /belum, itu akan terlihat setelah merin menjalani kehidupan sederhana ini.


" alic... Apartemen ini, mari Kita jaga sebaik mungkin, janggan sampai dijual ... Karena diapertemen ini, kita memulai keluarga baru denggan rukun, lagian masion ayah, penuh hal yang tidak baik.... Terutama sikapku dan sikap mama... Tolong maafkan semua sikap burukku dan mama" ucap merin denggan sungguh sungguh.... Dan terlihat tidak ada kebonggan dimatanya, itu membuat alic sedikit luluh.


"kak.... Aku juga harus kuliah, jadi waktuku dirumah mungkin tidak banyak,,, " lanjut alic yang mencoba mengalihkan ucapan kakaknya.


" jika kakak sudah sembuh, dan trauma kakak telah menghilang.... Biarkan kakak yang kerja, kamu cukup fokus terhadap kuliahmu... Ok? "ucap merin yang kembali menggoyahkan hati alic.


" okey.... Oh iya kak, ini untuk kakak semuanya.... Kakak pilihlah salah satu kamar, disini ada 3kamar.... Kakak, tatalah semua ini... Biar aku memasak untukmu" ucap alic yang disetujui oleh merin, merin kemudian memilih salah satu kamar kemudian mulai menata pakean pakean itu, merin memilih milih harga yang paling murah untuk ditata didalam lemarinya sedangkan menurutnya masih bisa dijual denggan mahal... Dia taruh bersama kardusnya, dia takut jika adik nya tidak punya uang, setidaknya masih ada baju untuk dijual, dan uang itu cukup membeli makanan.


"alic trimakasih telah menerimaku" ucap merin yang tidak berani menggatakan hal tersebut secara langsung, kehidupannya dipulau terpencil dan didalam sell membuat dia menjadi perempuan yang lebih ikhlas dan menjadi perempuan yang lebih dewasa.


"aku berjanji akan menebus semua kesalahanku terhadapmu.... "ucap merin lagi..... Dia masih tidak bisa menahan rasa bahagianya ketika kembali bertemu adik kecilnya, yang sekarang lebih tinggi darinya.


Selesai menata pakeannya merin keluar, dia memang tidak bisa memasak.... Tapi jika membuat jus, dia masih bisa.


"alic biar kakak, buatkan jus.... Besok2 kakak akan latihan membuat makanan.... Sekarang kakak hanya mampu membuat jus saja" ucap merin yang inggin membantu alic, alic menganggukan kepalanya, tanda menyetujui ucapan merin.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai.... alic dan Merin menikamati semua makanan yang tersaji, setelah makan alic menyuruh kakaknya untuk istirahat, alic juga masuk kekamar nya sambil menarik kopernya yang belum sempat dia bawa kekamar.


📨cari lokasi sayadz zain jevon's dan kirim 2orang ke lokasi yang kukirim,📨


Pesan alic masuk kepondsel devan, seketika itu juga devan mencari lokasi zain, setelah itu dia mengirimkan lokasi tersebut kepada alic


dia juga memanggil bara dan bram untuk ikut denggan nya kelokasi yang dikirim oleh alic


📨 kami segera kesana📨 balas devan


" kak.... Aku nanti akan mencari pekerjaan, dan uang yang di atm sekarang hanya cukup membeli sepeda untukku pergi kuliah dan bekerja..... Kemarin aku sudah membelinya mungkin nanti diantar, jadi maaf ya" ucap alic dusta, dia terpaksa dusta karena dia inggin secepat mungkin menemui zain, dia sudah tidak tahan..... Ingin sesegera mungkin melampiaskan amarahnya.


"baik... Berhati hatilah, lagian dikulkas masih banyak bahan yang dapat diolah, kamu bisa sedikit tenang ok" ucap merin mencoba menenagkan hati adik kecilnya.


" kalian ber2 jaga orang yang ada didalam, janggan biarkan orang lain masuk dan janggan biarkan dia keluar" ucap alic kepada bram dan bara.


"emang dia siapa sih....harus bangget kita jaga nona? " ucal bara denggan Mukak yang ditekuk, pasalnya saat itu dia sedang asik bermain bersama singga milik alic, tapi devan memanggilnya untuk sesegera mungkin mengikutinya.


" dia kakak tiriku, dia saat ini sedang terluka" ucap alic yang setekita membuat emosi ke3nya hampir tumpah.


" dengger dulu.... Dia punya kesulitan tersendiri, dia juga membeberkan informasi yang sanggat penting dan itu Yang kucari, aku tidak pernah membencinya..... Lagian dia telah berubah" ucap alic yang masih saja tidak bisa menenagkan emosi mereka.


" aku akan menceritakan kisah dia kepada kak devan, biar kak devan menceritakan nya kepada kalian dan yang lain, kalian besia menilainya sendiri" ucap alic pada akhirnya.


Setelah itu alic mengajak devan sesegera mungkin menuju kelokasi zian saat ini, yang kebetulan masih dinegara ini, alic disepanjang perjalanan menceritakan kisah kakak tirinya.

__ADS_1


"emmmm.... Jadi ini alasan kenapa anda mencari kapten zain? " ucap devan yang menghormati pejuang negara.


" iya, aku punya alasan tersendiri untuk menemui dia" jawab alic yang bisa difaham oleh devan.


Sesampai dilokasi zain, alic sesegera mungkin menerobos orang orang yang berseragam serba putih itu.


"nona... Anda bisa tanyakan kepada kami, siapa yang anda cari, karena disana sanggat berbahaya..... " ucsp salah satu orang berbaju putih itu.


" kalian dan yang lain adalah docter tahanan situan itu? "ucap alic yang melihat orang berseragam putih itu.


" ya..... Bagaimana nada bisa tau? " tanya balik orang tersebut.


" kakakku adalah salah satu tahanan sell, dia menceritakan nya" ucap alic yang dapat dimenggerti oleh docter itu.


" eh bukanya orang yang ditahan didalam sell tidak mempunyai keluarga? Kecuali kekasih docter alfin? " ucap orang tersebut, yang terbyata rekan dekatnya alfin.


" apakah anda adik dari merin? Kekasih alfin? " lanjutnya yang membuat alic jenggah.


" aku tidak merestui hubunggan mereka"ucap alic yang semakin emosi dibuatnya.


" nona.... Bukankah itu kapten zain " ucap devan yang melihat zain dan yang lainnya menuju kearahnya, alic seketika menoleh kearah yang dituju devan.


" SAYADZ ZAIN JOVAN'S!!!!!!!!!!!!!!! !!! " triak alic yang membuat semua orang menoleh kearah alic, sedangkan devan menggambil pondselnya, dia bersiap untuk merekam, dia fikir lumayan mendapatkan ilmu beladiri secara langsung dan dapat diulang ulang.


" mampus.... Kenapa alic menemukanku secepat ini"

__ADS_1


__ADS_2