
"sayanggggggggggg" triak rivom yang melihat adiknya... Sedangkan ke2 singga alic telah dikirim menggunakan mobil boxs, malam itu rivom mendapatkan pesan dari adiknya bahwa alic minta dijemput,,,, dan alic minta dirahasiakan atas kepulanggannya dari siapa pun juga, tentu saja rivom senang mendepat pesan itu, itu menandakan bahwa dia orang pertama yang akan bertemu denggan alic.
"kak" ucap alic yang berlari memeluk kakaknya, dia tidak perduli denggan pandanggan orang orang terhadapnya, yang dia ingginkan sekarang melepas rasa rindu denggan kakaknya.
"sayang.... Nanti kalo kelamaan meluk dikira kita pacaran low.... Hehehehehe" ucap rivom yang masih setia memeluk adiknya, rivom sih seneng seneng aja dipeluk ama adiknya, cuma dia gak suka aja mendengar banyak suara yang buruk terhadap adiknya itu.
"adek gak kenal sama mereka, jadi ya bodo amatlah" ucap alic yang masih suka dipelukkan kakaknya, entahlah.... Tiba tiba dia inggin sekali bermanja manjaan denggan kakaknya yang satu ini.
"oh ya..... Kok kamu tinggian sih sekarang " ucap rivom yang seketika membuat alic melepaskan pelukkannya, dia sebenarnya sedikit sebal karena diusia 17 ini, tinggi alic hanya mencapai 178 tidak mencapi 180 padahal dia menarjetkan 180cm.
__ADS_1
" tinggi adik kurang 2cm lagi masuk batas normal "ucap alic dengan lesu, dia benar benar mengingginkan tinggi yang sama ketika dia menjadi beliz, tapi sekuat apapun dia usaha.... Itu gk membuahkan hasil... Kelihatannya memang sudah mentok di 178 itu.
" segini buat ukuran perempuan udah ketinggian dek, cowok aja banyak low yang kurang dari 170cm... "ucap rivom sambil mengelus puncak kepala alic.
" kakak fikir tinggi badanmu dengan benzai tinggian kamu"lanjut rivom yang masih mencoba menenangkan adiknya itu.
"benzai sekarang telah mencapai 180 passsssss, dia sama sekali gak mau kalah dari ku"ucap alic yang inggat bagaimana usaha benzai yang inggin menambah tinggi badanya, benzai denggan sengaja memakan obat penumbuh badan alic, walhasil alic hanya dapat melakukan olahraga tanpa meminum obat peninggi badan.
"kak... Aku lapar" ucap alic disela sela tidurnya, rivom yang mendengar hal itu dia ingin tertawa.... Jelas jelas mata alic tertutup, bagaimana bisa dia mengatakan hal itu denggan mata yang tertutup rapat.... Seolah dia sedang tidur nyenyak dan mimpi kelaparan.
__ADS_1
"kakak akan ajak makan enak" ucap rivom dengan senang hati, kebetulan dia sedang berada didekat perusahaan dedynya dia mencari resto dekat diperusahaan dedynya.
"sayang... Mari makan dahulu" bisik rivom tepat ditelinga alic, sontak saja alic terbanggun mendengar bisikkan rivom.
"kak... Kamu menakutkan ketika Berisik " ucap alic yang mencoba menggumpulkan segenap nyawanya, sebelum dia keluar dari mobil kakaknya.
" mari makan dulu " ajak rivom yang segera membuka pintu mobilnya, diotak kecil rivom sudah menyimpan banyak ide cemerlang untuk membuat keluarganya resah.
Sesampai didalam resto, alic dan rivom Segera memesan makanan sesuai keingginan mereka masing masing, sambil menunggu makanan mereka tersaji rivom memegang tanggan alic, kemudian dia memfoto tanggannya dan tanggan alic... Dia juga tidak lupa memfoto alic dari samping, sehingga tidak tampak wajah alic, hanya terlihat seorang wanita denggan rambut panjang nan halus.
__ADS_1
Rivom menggunggah foto itu diakun instagramnya denggan sedikit tambahan kata
*melepas masa lajang * baru beberapa menit rivom mengaplod hasil tangkapan layarnya, dalam kolom komentar sudah penuh denggan ucapan do'a dan hujatan.