
zian mendekat kearah sell melemparkan jarum yang tepat sasaran, zian tidak inggin masuk ke sell dan melakukan hal yang sama dilakukan alic, untuk membuat mereka pingsan.
alic memperhatikan cara kerja zian yang menurutnya itu cukup meringgankan beban,.. dan cukup terlihat sembrono,
alic membuka sell tahanan dan menggambil jarum biyus yang zian lemparkan ke orang yang baru sadarkan diri itu... yah walaupun kemudian pingsan lagi.
Setelah keluar dari sell dan kembali mengguncinya, alic memperhatikan setiap inci jarum tersebut,,, di ujung jarum ada tanda khusus, alic bisa tebak bahwa ini tanda khusus kemiliteran zian.
"kamu harus menggambil ulang jarummu... jika tidak inggin tempat kerjamu hancur" ucap alic sambil memberikan jarum tersebut kepada zian, zian tau bahwa diujung jarum ada tanda khusus, tapi itu hanya bisa dilihat jika menggunakan alat bantu yang berkali lipat canggihnya dari pada kaca pembesar, zian tidak bisa bayangkan betapa tajamnya mata alic.
"trimakasih sarannya" ucap zian yang kemudian menarik kevin untuk pergi bersamnya.
"aku fikir... kamu melakukannya denggan senggaja" ucap kevin yang sudah jauh dari alic dan rivom.
__ADS_1
"iya.... aku memang senggaja" jawab zian sembari tersenyum
dia fikir... kevin layak menjadi sekertaris alic, kevin dimata zian, memiliki mata yang sama tajamnya, gerak geriknya cepat , tanggap, dan dia suka berterus terang... sanggat layak menjadi sekertaris alic, begitulah tanggapan zian tentang kevin.
"kenapa kamu melakukannya?" tanya kevin yang sesekali membenarkan penyyamarannya.
"aku inggin" jawab zian yang kembali memamerkan senyumnya, setiap zian tersenyum.. disitulah kevin sering merasa curiga.
"melihat senyummu yang mencurigakan, kufiki kamu pernah betemu dengan nona alic" lanjut kevin yang terus menebak nebak.
"itu sanggat normal, apalagi melihat nona alic memang sanggat hebat" jawab kevin yang menurutnya itu hal yang wajar.
Alic dan rivom melihat banyak orang yang sedang menatap mereka penuh denggan curiga, alic tau sudah menyiapkan banyak senjata untuk menangkap alic dan yang lainnya.
__ADS_1
"jadi... kalian yang membuat para pekerja gratis itu pergi?" ucap salah satu dari mereka... mungkin itu pemimpin kelompok tersebut.
"kak... jam berapa sekarang?" tanya alic kepada rivom yang segera menatap kearah jam nya.
"hampir jam 4pagi" jawab rivom, yang membuat alic sedikit memutar otaknya, agar dia menyelesaikan semuanya tepat bala bantuan kakeknya tiba, alic dari awal memang sudah tau bahwa kakeknya tidak akan diam saja, ketika menggetahui cucunya ada dalam kondisi seperti ini.
"kak... sabuk apa yang kamu pegang di beladirimu?" tanya alic lagi.
"hitam" jawab rivom yang tidak tau apa maksud alic yang dari tadi sibuk bertanya dan berfikir, padahal mereka sudah dirubungi banyak orang, apalagi melihat senjata api yang mereka gunakan, itu sudah membuat rivom ketar ketir,,,, karena dia tidak pernah ada dikondisi yang seburuk ini.
"katakan... apa tujuan kalian melepaskan para pekerja itu?" tanya pemimpin yang menggepung alic dan rivom danggan mata yang sudah menyipit.
"mereka punya hak keluar, lantas apa hak kalian menahan mereka?..... kalian tidak berhak sama sekali untuk mempekerjakan mereka layaknya budak!!!!!!" ucap alic yang menatap tajam lawan bicaranya.
__ADS_1
Kali ini rivom bisa melihat sisi lain dari adiknya, itu terlihat keren dan menggesankan dimata rivom, belum sempat rivom menggagumi alic... dia dikagetkan dengan gerakkan alic yang super cepat.
Brakkkkkkk brakkkk brakkkk brakkkk brakkkk brakkkk brakkkk brakkkk brakkkk brakkkk brakkkk brakkkk