
"terlalu penggap jika terus terusan ditutup" jawab asal sofia, yang sebenarnya dia serasa senam jantung, akibat kaget mendenggar suara keras dan menegangkan itu.
"kamu penyusup ya?!!!!" lanjut orang tersebut yang membuat orang orang mulai memperlihatkan sofia, tentu saja sofia yang tidak pernah ada didalam keadaan seperti ini, sedikit canggung untuk menjawab.
"kok... tau" ucap sofia sambil memamerkan senyum nyenggirnya itu, alic yang melihat hal itu hanya tepuk jidat,,,, alic fikir, dia bisa sedikit santai untuk membaca berkas berkas itu sambil menelfon rekan rekannya... tapi, siapa sangka filing dia menggatakan ada yang tidak beres, yang membuat alic keluar dari ruanggan tersebut, dan benar saja dia mendapati sofia yang asal jawab itu.
"Brengsek... tangkap dia!!!! " ucap orang tersebut yang memandu teman temannya untuk menangkap sofia, sedangkan orang yang dari tadi menggarahkan alic untuk masuk ruanggan itu, seketika sadar denggan alic yang masuk keruanggan tadi.
"siapa kamu sebenarnya?" ucap orang tersebut yang sekarang berdiri tepat didepan alic, alic hanya tersenyum sambil mengangkat ke2 tanggannya.
" aku adalah teman baru lucy dan orang yang membebaskan lucy dari ayahnya" jawab alic yang mendapat todonggan pestol.
"jadi... kamu yang menangkap tuan dan rekan yang lainnya?" tanyanya yang semakin mendekat kan pistol ke kepala alic.
__ADS_1
"aku tidak punya kemampuan untuk menangkap mereka" jawab alic yang menggatakan apa adanya, karena pada dasarnya yang menagkap mereka adalah para intel.
"kamu mata mata para intel?"
"tentu saja bukan, para intel tidak akan mampu membayarku untuk jadi mata mata mereka" jawab alic, yang sebenarnya dia sebelum keluar dari ruanggan tadi sedang berbicara denggan para intel ,kenzo dll, dan devan dll melalu hp nya... alic memang senggaja tidak mematikannya.
"nona kecil ini... memang layak menjadi mata mata kita,tapi.... apa kita beneran tidak mampu untuk membayarnya?" tanya rekan zian yang ikut mendenggar kannya.
"wuah.... kalo begitu aku inggin jadi mata mata para intel saja, kalo seharga masion mewah sekali bertugas" saut benzai melalui hp kenzo.
"plaaaaaakkkk" vano menepuk kepala benzai.
"auwwwwwwww.... sakit tauk" ucap benzai sebel.
__ADS_1
"asal kamu siap mati dan cara kerja otak kamu seperti nona alic.... mungkin kamu ditrima menjadi mata mata para intel, otak aja cuma ¼ doang inggin jadi mata mata intel" ucap vano yang jelas tidak mendukung jika benzai inggin menjadi intel / sekedar menjadi mata mata intel... memang hal seperti ini sedikit menantang... tapi jika taruhannya adalah nyawa, itu lebih baik tidak sama sekali baginya.
"kalo begitu... aku akan menjadi asisten mata mata intel buat nona alic" jawab benzai sambil menggusap kepalanya yang masih terasa sakit itu.
"kalian diamlah" ucap kenzo yang tidak mendenggar denggan jelas rekan zian menggatakan apa, tapi melihat gerbang dibukak... dia segera masuk tanpa menggunakan mobil, sesui rencana.
Melihat hal itu vano dan benzai segera mengikuti kenzo, masuk kegudang itu perlahan... sofia sedang menggalihkan perhatian lawan mereka denggan saling adu hantam itu.
Sedangkan sasa dia juga sudah membuka gerbang jalur selatan, dibagian sasa sedikit lebih mengguntungkam, karena tidak ada orang di dekat gerbang selatan.
" kenapa aku merasa ada yang aneh ya???? kenapa tidak ada orang diarea sini???" batin sasa setelah selesai membuaka gerbang selatan.
"kakkkkk lari" triak alic yang setelah selesai berurusan dengan orang yang menyodongkan pistol ke kepalanya, awalnya alic inggin membantu sofia... tapi setelah melihat kakaknya dan yang lain ikut membantu sofia, alic memutuskan untuk menghampiri sasa, siapa sangka disana tidak ada seorang pun yang menjaga, tapi ada 2 singga yang sudah menggintai sofia dari awal sofia datang.
__ADS_1