Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
03


__ADS_3

"Jadi anda alic jovanca?" ucap seorang laki laki yang berusia 26th,dia masih menggunakan pakean kantor .... alic memperhatikan 2 orang dewasa didepannya, dia fikir sekertaris dan asisten ayahnya seorang pria tua sebaya ayahnya, ketika dia memutuskan bertemu sekertaris dan asisten ayahnya dia sedikit terkejut karena ke 2nya masih sangat muda.


"ya," jawab alic sambil menyruput minumannya


"berapa lama kalian ikut ayahku?"


alic menatap satu persatu orang didepannya, dia akan menilai dari setiap gerekkan orang² yang sedang dia awasi.


"kami baru 2th ikut tuan jovan, kami hanya mewarisi tugas ayah kami, ayah ku dulu menjabat sebagai asisten tuan jovan,dan ayah dia menjabat sebagai sekertaris tuan jovan,,, keluarga kami terus menerus akan mengikuti penerus murni jovanca" ucap asisten itu penuh ketegasan dan keyakinan,bukan maksud alic meragukan kepercayaan asisten dan sekertaris ayahnya, dia hanya mencari orang yang tepat untuk membantunya mengelola perusahaan.


"jika perusahaan Jovanca bangkrut.... apa kalian akan mengikuti generasi jovanca?"


"kami akan mengikuti selama anda mengizinkan" Kini sekertaris ayahnya yang menjawab dengan sangat berani.

__ADS_1


"aku akan menggambil alih perusahaan, oh y tentang kerja sama dengan perusahaan Boston segera dibatalkan.... ada yang tidak beres dengan perjanjiannya,,, kalian lihat disini" ucap alic sambil memperlihatkan kertas yang sedari tadi dia bawa,


"walaupun kelihatannya kita mempunyai keuntungan banyak,tpi sebenarnya ini hanya tipuan ,,,,agar kita menanggung semua kesalahan mereka ,pernahkah kalian melihat pabrik perusahaan boston?"


ucapan alic mendapat 2 gelengan sekaligus, alic sudah menduga bahwa ke2nya masih terlalu polos masalah perusahaan.


"perusahaan mereka juga menyelundupkan beberapa sabu² setiap mereka xpor, jadi ketika mereka ketahuan mengxpor sabu sabu... perusahaan mereka tidak akan terkena apapun, karena penanggung jawab terbesar adalah kita... apa kalian faham?"


ucap ke2nya kompak


mereka tidak habis pikir bagaimana seorang anak kecil bisa tau lebih jelas masalah bisnis dari pada mereka yang sudah besar dan siap untuk mengetahui bisnis.


"oh iya... aku tidak akan tinggal dirumah ayahku, kalian bisa menghubungiku seperti kalian menghubungi ayahku,hp dan leptob ayahku kubawa...cuman untuk saat ini kalian tidakbisa menghubungi nomer ayahku, karena daya hp ayahku habis"

__ADS_1


"nona...jika anda tidak tinggal dirumah tuan jovan,anda tinggal dimana?" tanya asisten dengan perasaan khawatir.


"aku mungkin akan tinggal dirumah sakit untuk sementra waktu,kalian bisa lihat fisikku yang tida bagus seperti orang lainnya" ucap alic yang semakin membuat ke2 nya khawatir, lebam dan batuk tubuk alic di awal mereka bertemu semuanya membuat mereka tidak tega,sangat tidak bisa sikatakan sebagai orang sehat.


"bolehkah saya mengantar anda? saya pernah mendengar tentang anda yang tidak pernah keluar rumah setelah ayah dan ibu anda bercerai, jdi saya pikir anda tidak hafal dengan lingkungan sekarang?" ucap sekertaris itu yang membuat si asisten menahan tawanya yang hampir pecah.


"tidak perlu bukankah itu rumah sakit?" ucap alic sambil menunjuk keluar,yang ternyata kafe yang mereka tempati tepat didepan rumah sakit ,hanya terbatasi dengan jalan saja.


sekertaris dengan cepat menutupi mukanya,dia merutuki kebodohannya


"hhhhhhhhhhhhhhh" asisten itu sudah tidak tahan melihat temannya yang menahan malu , pecah sudah tawa yang sempat dia tahan .


"bisakah kalian memesankan makanan untukku? aku sangat lapar...dan aku tidak membwa uang" ucap alic ketika ingat hp ayahnya kehabisan daya,sedangkaan semua uang ada dipondsel ayahnya

__ADS_1


__ADS_2