
"lapor ketua" ucap para rekan zian yang sudah datang.
"segera tangkap mereka semua" ucap zian sambil menyerahkan kunci ruanggan yang didalamnya ada 6orang petinggi.
kevin juga menyerahkan kunci sell tahanan untuk orang baru kepada rekan zian... karena di sana adalah hasil tangkapan mereka yang pertama, melihat hal itu zian tersenyum.
"alic yang memberikan kunci itu?" tanya zian terhadap kevin yang hanya mengangguk, dia sudah lemas denggan keadaannya sekarang... kevin tidak mampu banyak bicara.
*dia pura pura pingsan agar sibawa oleh orang orang itu... gadis kecil.... kamu sedang menikmati masa permainanmu ternyata* gumam zian yang masih tersenyum, membayangkan betapa bahagianya alic mempermainkan para bandar itu.
"kalian... bawa mereka kerumah sakit terdekat, setelah itu hubungi docter anggara tentang kondisi mereka" ucap zian yang memerintahkan 2rekannya membawa kevin dan rivom kerumah sakit.
"baik ketua" ucap ke 2nya kompak, rivom dan kevin hanya pasrah ketika dipapah oleh rekan zian, mereka benar benar sudah tak berdaya.
__ADS_1
Sedangkan alic didalam mobil bersama beberapa orang yang menculiknya.
"kufikir tidak mungkin gadis kecil ini, otak dari kejadian malam ini" ucap orang yang sedang menggemudi itu sambil sesekali menghisap rokoknya.
"kau meragukan kemampuanku???" ucap seseorang yang ada disamping kanan alic, posisi alic ada ditengah antara 2orang dewasa.
"tentu saja tidak, aku hanya tidak menyangka... bagaimana kamu bisa menggatakan bahwa gadis kicil ini adalah otak dari kejadian ini?"
"itu sanggat mudah, para lelaki yang ikut denggannya akan melakukan apapun yang dikatakan gadis kecil ini, apalagi melihat kemampuan gadis kecil ini... jelas tidak bisa diremehkan sama sekali, dia lebih jago dan hebat dari pada ke2 pria yang ikut membantunya,,, sekali tembak, selalu sesuai tarjet yang dia inggin kan... tendangan dan hantamannya... dia terlihat bukan seorang pemula, dia... terlihat sudah biasa melakukan hal sedemikian rupa, tapi jika tidak salah denggar... salah satu rekannya, mennayakan penyakitnya yang sepertinya kambuh lagi, jika penyakit gadis ini tidak kambuh, bisa di pastikan kita tidak akan bisa kabur denggan semudah ini.'' jelas orang yang ada disamping kanan alic, yang membuat semua orang disana faham tentang keadaan alic saat ini.
"bos... memerintahkanku untuk membawa gadis ini denggan keadaan utuh" jawabnya sambil menunjukkan pesan dari bos nya ke para rekannya, agar mereka mempercayai ucapannya.
"mungkin bos akan mencuci otak gadis kecil ini, agar mendukung bos... dan melawan para intel yang menggincar kita?... apalagi melihat cara bertempur gadis kecil ini yang hebat, bos pasti tidak akan membuang kesempatan emas ini" ucap seseorang yang ada disamping penggemudi, mereka kompak mengangguk anggukan kepala mereka, tanda menyetujui ucapan rekannya itu.
__ADS_1
Sesampainya 2mobil itu didepan pekaranggan yang super luas dan masion megah, mereka disambut rekan rekannya yang lain.
"langsung bawa gadis kecil itu masuk,,,, oh dan hati hati, bos dari tadi sudah marah" ucap seseorang yang bertugas menjaga pintu utama.
"baik" jawab seseorang yang membopong alic.
"BRAAAAAAAKKKKKKKKKKKK" tepat ketika mereka sampai dihadapan bos mereka, sebuah lemari besar jatuh... untung saja 11orang itu segera menghindar... jika tidak???!! sudah jadi mereka akan jadi perkedel rasa manusia.
"kurung gadis kecil itu dan ikat dia dikamar atas" suara ngebas dan berat itu... sanggat pelan,tapi menakutkan.
"baik tuan" ucap orang yang membopong alic, dia segera membawa alic sesuai intruksi bosnya.
setelah sampai kamar, alic membuka matanya dan memukul tenggkuk leher orang yang sedang membopongnya tadi hingga pingsan.
__ADS_1
"ahhhhh... pegel bgt" ucap alic sambil merenggangkan ototnya