Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
55


__ADS_3

Setelah selesai memeriksa ke2 singga itu, alic menyuruh devan untuk menggantarnya ke masion anggara... alic merasa tubuhnya masih rapuh tidak sekuat saat menjadi balic.


"2tahun lagi aku akan kembali kemasion jovanca, biarkan kakek memimpin kalian dalam 2th ini" ucap alic sebelum dia benar benar masuk kemasion anggara itu.


"nona.... jadi anda telah yakin rekan rekanku tidak terluka kan?" ucap devan dengan semanggat.


"aku tidak pernah meragukan kemampuan kakekku... jadi aku juga tidak akan meragukan orang orang kakekku" lanjut alic yang membuat devan sanggat bahagia, dia tidak percaya alic akan menggatakan hal demikian, hal itu membuat hati devan sanggat hanggat.


"baik... kami akan menunggu anda 2th lagi" ujar devan yang segera pergi dari masion anggara, dia tidak sabar memberi tau hal ini kepada rekan rekannya.


Alic selesai mandi, dia merebahkan tubuhnya... dia sanggat lelah untuk saat ini, dia menatap jam tangannya.


"1jam lagi... harusnya mereka sampai rumah" gumam alic sebelum benar benar terlelap.

__ADS_1


Sedangkan dirumah sakit, devanos meminta keteranggan kepada kevin, rivom, dan lucy tentang sebab apa mereka masuk rumah sakit.


"jadi.... kenapa kalian bisa masuk rumah sakit?? dan lagi... kenapa kamar VVAV bisa jadi kamar umum?" tanya devanos yang membuat rivom sedikit binggung harus menjawab bagaimana.


"ide alic" jawab lucy yang langsung menjawab pertanyaan dari devanos, mendengar nama alic disebut membuat devanos dan miscel penasaran.


" mungkin menurut alic,,, biar gak nyusahin buat yang menjengguk dan gk merasa kesepian aja buat kita kalo sendiri sendiri.... makanya digabunggin" lanjut lucy yang membuat miscel dan devanos faham maksud lucy,tapi melihat keadaan lucy memang sedikit memprihatinkan, dia punya postur tubuh yang tinggi, tapi dia sanggat kurus.


"jadi... kenapa kamu bisa masuk rumah sakit?" tanya miscel yang penasaran.


"dia sih sakit lumpuh karena dirantai ayahnya selama 5th, coba kalo alic gak tolong dia.... udah dijamin mati pun denggan keadaan hal yang sama" lanjut rivom yang membuat lucy melempar bantal tepat kemuka rivom.


"alic...?kami inggin denggar dari awal sampai akhir tentang kalian masuk rumah sakit" ucap miscel, rivompun menceritakan semuanya dari awal hingga akhir, begitu juga denggan lucy,,,, jujur saja sebenarnya lucy inggin mendengarkan kabar tentang ayah nya,,, apakah ayahnya berhasil ditangkap / belum, tapi sepertinya dia lebih baik bertanya langsung kepada alic.

__ADS_1


"lantas dimana sekarang alic?" tanya devanos yang khawatir dengan alic, walaupun alic bukan anaknya,tapi dia sudah menganggap alic layaknya anak kandung sendiri.


"kemungkinan besar nona sedang tidur dirumah" jawab kevin sambil mentap layar hp nya itu.


"wuahhhh kalo adek udah dirumah.... semuanya udah kelar dong??" ucap revom denggan antusias


"vano bilang nya gitu... dan kemungkinan kita akan diwawancarai oleh beberapa repoter setasiun Tv,tapi nona tadi bilang tidak membolehkan lucy ikut tersorot camera" jawab kevin yang terus menatap layar hp nya.


devanos jelas tau maksud alic, alic inggin melindungi lucy,,,, apalagi mendenggar keluarga lucy yang terdenggar tidak memperdulikannya, itu menambah keyakinan devanos bahwa alic inggin


membantu lucy untuk menggetahui tabiat keluarganya dan penyebab ibu lucy suka rela memberikan lucy kepada ayahnya yang punya tabiat tidak baik.


"bisakah kalian bilang, jika kalian hanya pendaki yang memang suka mendaki disetiap gunung yang menurut kalin menarik??? janggan gunakan identitas asli kalian???" tanya devanos penuh harap, karena menurutnya akan membahayakan para pemuda pemuda ini,begitulah menurut devanos.

__ADS_1


"kami akan menggunakan penutup wajah.... sesuai intruksi nona.... suara kita juga akan disamarkan, tuan... anda bisa tenang" ucap kevin yang sedikit membuat devanos bernafas lega.


__ADS_2