
Jacob tidak henti-hentinya memandangi Laura, meski adik-adiknya sangat cantik, tapi mereka bukanlah prioritas Jacob, karena tidak mungkin mereka akan menjadi Harem Jacob.
Julian menepuk tangannya, seketika para pelayan langsung menyajikan makanan yang sudah mereka siapkan.
Berbagai makanan mewah dari seluruh penjuru Dunia mereka hidangkan di atas Meja, begitu juga minumannya yang harganya satu bulan gaji para pelayan.
Di antara mereka semua hanya Laura yang tertegun berbagai hidangan mewah di depannya tersebut.
Di usianya yang sudah tergolong dewasa, Laura belum pernah menikmati jenis makanan yang ada di hadapannya itu.
"Ayo sayang nikmati hidangannya." Celia membuyarkan lamunan Laura.
"Eh... I-Iya Tante." Laura tersenyum pada Celia.
Namun, Laura bingung mau mengambil makanannya, dia takut terlihat norak di depan mereka semua.
__ADS_1
Jacob yang menyadari itu, dia mengambilkan makanan untuk Laura, sambil berkata "di sini tidak perlu ragu untuk makan, nanti di tegur Ayah. Makanlah seperti biasa, lihatlah mereka."
Jacob menunjuk Adik-adiknya, meski anak orang kaya, tapi kalau di meja makan keluarga tidak peduli mau makan belepotan atau apa. Mereka hanya akan bersikap formal jika ada di tempat orang lain.
Laura membelalakan mata terkejut, dia tidak menyangka kalau keluarga Jacob seperti itu, padahal dalam bayangan dia, mereka semua akan makan dengan elegan, seperti anak orang kaya yang dia tonton di film-film.
"Jac, mereka selalu seperti ini?" Laura berbisik pada Jacob.
"Setahuku, dari dulu memang seperti ini, Ayo makan, sebelum Ayah menegur kamu, dia paling tidak suka dengan orang yang membuang-buang makanan." ucap Jacob sambil menggigit paha kalkun.
Laura tersenyum kecut, diapun akhirnya mulai makan, tapi Laura mencoba untuk makan dengan sopan, karena mau bagaimanapu dia tidak ingin terlihat buruk di mata keluarga Jacob.
"Brengsek, kamu Jul! Kamu anggap apa kakakmu ini, hah!" Darius menyilangkan dadanya di belakang Julian.
Julian dan yang lainnya menoleh ke arah Darius, mereka semua tersenyum getir, Julian lupa kalau di rumah tersebut masih ada Darius dan keluarga kecilnya.
__ADS_1
Darius memiliki lima anak, dia berpikir untuk menyaingi keluarga Julian, sehingga dia tidak memperbolehkan Susan untuk tidak hamil, jika anaknya sudah dua tahun, pasti Susan akan hamil, begitu terus sampai akhirnya Darius memiliki lima anak.
Sayangnya setelah memiliki Lima anak, Susan sudah tidak bisa hamil lagi, karena kehamilan anak kelima Susan memaksa dia untuk mengangkat rahimnya.
"Iya, Paman jahat ih! Masa lupa sama kami sih." Meliana Lewis anak pertama Darius buka suara.
Celia berdiri dan meminta maaf pada mereka "maafkan kami kak Darius, kak Susan, karena terlalu senang dengan kesembuhan Jacob, jadi kami melupakan kalian."
"Jacob sembuh?" Darius terkejut, dia langsung mencari keberadaan Jacob, benar saja dia melihat Jacob yang tersenyum ke arahnya.
"Pecundang kita ternyata sudah sembuh, hei! Kamu tidak mau menyapa kami?!" tegur Darius pada Jacob.
Jacob tersenyum getir, dia beranjak dari tempat duduknya, begitu juga Laura yang ikut dengan Jacob untuk menyapa Darius.
"Om, Bibi, salam." Jacob membungkuk hormat begitupun Laura yang ada di sampingnya.
__ADS_1
Darius dan Susan baru di kejutkan dengan kesembuhan Jacob, mereka kembali terkejut saat melihat gadis cantik yang bersama Jacob.
"Siapa dia Jacob?" tanya Darius penasaran.