
Jacob masih menggelepar-gelepar di tanah, dia memegang tangan Julian dengan Erat, baru setelah lima belas menit dia menaikkan Atribut, terdengar Sistem memberikan pemberitahuan.
[ Atribut berhasil di naikkan! ]
[ Status ]
Nama : Jacob Lewis
Umur : 18 Tahun
Tinggi : 179 cm
Karisma : 74
Kecerdasan : 84
Kecepatan : 44
Kekuatan : 43
Keberanian : 33
Poin Daya Pikat : 0
Terpikat :
__ADS_1
Laura Risu : 95%
Micel Maurel : 90%
Henny Carter : 95%
Dengan mendapatkan Poin Daya Pikat pada Wanita, Host bisa mengupgrade Atribut.
Poin Daya Pikat bisa di dapat dengan berinteraksi dengan wanita, jika Daya Pikat wanita naik 10% Host akan mendapatkan 1 Poin Daya Pikat, berlaku kelipatannya.
Atribut Manusia pada umumnya di bawah 100 ]
Terlihat Jacob yang berangsur-angsur membaik, dan napasnya tersengal-sengal sambil menatap ke langit.
Julian yakin kalau Jacob sudah selesai dengan transformasinya. Dia tersenyum simpul menyaksikan perubahan tubuh anaknya yang sudah sedikit berotot.
Jacob menatap Ayahnya tidak berdaya, dia melihat kalau Ayahnya seolah sedang mengejeknya. "kali ini kenapa sakit sekali Ayah?" tanya Jacob penasaran.
"Pembentukan ulang tubuh kamu, karena atribut kekuatan perlu tulang yang kuat, agar kamu bisa menerima segala jenis kekuatan kamu nantinya." jawab Julian dengan enteng, sambil beranjak dari sana dan duduk di sebuah kursi.
Jacob beranjak dari tempatnya dan duduk di tanah. "Apakah setiap proses penaikan Atribut akan seperti ini?"
Julian mengangguk. "Ya, tapi hanya penaikkan kekuatan yang akan selalu sakit seperti itu, jika atribut lain mungkin hanya tubuh kamu akan merasa panas."
"Ayah, apa dengan kekuatan ini aku bisa melakukan segalanya?" tanya Jacob yang berharap bisa seperti Hero.
__ADS_1
Julian tersenyum, dia beranjak dari duduknya." Lihat Ayah."
Julian melayang di depan Jacob, sontak saja Jacob terkejut, karena ini pertama kalinya dia melihat kekuatan Ayahnya.
"A-Ayah bisa terbang?!" tanyanya dengan mata membelalak lebar tidak percaya.
Julian turun dan menghampiri Jacob, dia mengulurkan tangannya. "jika Sistem yang ada di tubuhnya sama seperti milik Ayah, kemungkinan kamu juga bisa seperti Ayah."
Jacob menyambut uluran tangan Ayahnya, meskipun dia masih mencerna, bagaimana Ayahnya yang Manusia bisa terbang?
Tentu pertanyaan tersebut bermunculan di pikiran Jacob, karena hanya super Hero yang biasanya bisa terbang, itu juga hanya sebuah cerita.
"Ayah, sejak kapan Ayah bisa seperti ini?" tanya Jacob penasaran.
Julian tahu kalau anaknya pasti terkejut, karena dia bisa terbang. "sejak kamu masih dalam kandungan, lebih tepatnya saat semua Atribut Ayah semuanya Maksimal."
Mata Jacob berbinar. "berarti aku juga bisa dong seperti Ayah?"
"Mungkin." Julian menggendikkan bahunya, dia kemudian melepaskan Jasnya. "pakai ini dan masuklah ganti baju terlebih dahulu."
Jacob baru menyadari kalau pakaiannya robek, ketika dia menahan sakit karena penaikkan Atribut.
Jacob tersenyum, dia melepaskan pakaian yang robek dan memakai Jas Ayahnya. "Jacob masuk dulu Ayah." pamitnya sopan.
Julian mengangguk sambil tersenyum, dia memerhatikan punggung anaknya yang sudah mau masuk ke dalam Rumah sambil menghela napas.
__ADS_1
"Setidaknya jika ada masalah lagi di dunia ini dan aku tidak bisa menanganinya, masih ada Jacob yang memegang Sistem." ucap Julian tidak berdaya.
Padahal dia mengharapkan agar tidak ada masalah lagi dan dunia selalu damai, tapi nyatanya dengan munculnya para Monster yang di lawan Robot Mutan, dia yakin akan ada gejolak lagi suatu saat nanti.