
Henny tersipu malu saat brondongnya itu menatap dia seperti ingin menelannya hidup-hidup.
"Jacob, tatapan kamu bikin aku takut ih!" tegur Henny lembut.
"Eh... maaf, kamu malam ini sangat cantik, aku jadi tidak sabar ingin...." Jacob menarik turunkan alisnya menggoda Henny.
Henny langsung reflek menutupi miliknya, Jacob yang melihat itu dia tertawa. "hehehehe... aku cuma bercanda, lagi pula, kamu percuma menutupinya juga."
"Ih... dasar kami ini yah." Henny memukul-mukul pelan dada Jacob.
Jacob tersenyum, dia mencekal kedua lengan Henny dan mengecup bibir ranum Henny sebentar. "ayo kita berangkat."
Henny mengangguk, dia sudah tidak peduli Jacob mau melakukan apapun untuknya, bagi dia sekarang, sudah bersama Jacob saja dia sangat bahagia.
Mereka berdua masuk ke dalam Mobil, Henny duduk di samping Jacob, dia terlihat sedikit gugup saat masuk ke dalam Mobil.
Pikiran Henny sudah kemana-mana, dia takut orang tua Jacob akan menolak hubungannya dengan Jacob karena umur keduanya terpaut cukup Jauh.
__ADS_1
"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Jacob sambil menyetir.
Henny memaksakan senyum. "aku baik-baik saja, hanya saja sedikit gugup."
Jacob mengangguk mengerti. "tenang saja, orang tuaku tidak makan orang kok."
"Apaan sih kamu." Henny mengerucutkan bibirnya, wajahnya berubah sendu." Jac, bagaimana kalau orang tuamu tidak merestui kita?"
"Bagaimana yah?" Jacob mengetuk-ngetuk dagunya terlihat berpikir sebentar. "ya sudah kita akhiri saja."
Pernyataan Jacob sontak saja membuat Henny tidak bisa berkata-kata, matanya berkaca-kaca, tapi sesaat kemudian Jacob tertawa terbahak-bahak.
"Kamu ini senang banget bikin aku menangis, ih.." Henny merajuk manja.
Jacob menghela napas. "Hen, ada sesuatu yang perlu aku tegaskan ke kamu."
Henny yang sedang menghapus air matanya yang tidak sengaja terjatuh, dia menoleh ke arah Jacob. "apa itu Jacob?"
__ADS_1
Jacob meminggirkan Mobilnya, dia berhenti untuk mengatakan hal tersebut dengan serius. Jacob menatap Henny dengan serius, dia tidak mau Henny kecewa karena mendengar kenyataan kalau dirinya bukanlah wanita satu-satunya dari Laura atuapun Micel.
"Aku memiliki banyak Wanita, Henny." Jacob memejamkan matanya, dia tidak mau melihat ekspresi marah Henny, di tampar pun dia sudah siap.
Satu detik, dua detik hingga satu menit kemudian, Henny tidak melakukan apapun pada Jacob.
Jacob membuka matanya, terlihat Henny yang malah tersenyum padanya. Jacob tentu saja terkejut.
"Kamu tidak kaget atau marah padaku?" tanya Jacob seperti orang bodoh.
Henny menghela napas. "sebenarnya aku pengen marah denganmu, tapi aku sadar kalau marahpun tidak akan merubah kenyataan kalau kamu sudah mengambil kesucianku."
Henny diam sebentar kemudian melanjutkan. "Ayah juga sudah bilang padaku, kalau kamu kemungkinan akan seperti Ayah kamu, dia mengatakan padaku agar menerimanya, asalkan kamu bersikap adil pada wanita-wanitamu, seperti Ayah kamu. Jac, aku tidak mau hanya di permain..."
Jacob langsung menyambar bibir Henny, tentu saja Henny membelalakan mata, karena Jacob terlihat sangat bernafsu dengannya.
"Ih... apa-apaan sih kamu, Jac!" Henny menjauhkan Jacob darinya, dia takut Jacob akan meminta jatah di jalan.
__ADS_1
"Terima kasih sayang, aku janji akan bersikap adil untuk kalian!" Jacob tersenyum lebar, karena ternyata Henny yang dia takutkan akan meninggalkannya malah ternyata mempunyai pemikiran seperti Laura.