Warisan System Harem

Warisan System Harem
Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya


__ADS_3

Mobil Jacob sampai di rumah mewah Ayahnya, dia lekas turun dan bergegas masuk ke dalam Rumah untuk mencari Ayahnya.


Adik-adik Jacob yang melihatnya semua menyapanya, tapi Jacob hanya menyapa balik dan meninggalkannya, karena Jacob sekarang hanya ingin bertemu dengan Ayahnya.


"Jacob! Kamu kenapa tidak bilang Ibu kalau mau kemari, Ibukan bisa membuatkan makanan kesukaanmu dulu." tegur Celia yang melihat anaknya datang.


"Bu, mana Ayah?" tanya Jacob, tidak memperdulikan perkataan ibunya.


"Ada apa kamu mencari Ayah, Jacob." Julian menegur Jacob sambil menuruni tangga.


Jacob menyipitkan matanya, dia berlari dan langsung melesatkan pukulan pada Julian, karena gerakannya belum secepat Julian, tentu saja Celia terkejut.


"Jacob!" Celia berteriak keras.


Klap


Julian dengan entengnya menangkap pukulan Jacob, dia mengernyitkan dahi merasakan kalau pukulan Jacob sedikit membuat tangannya terasa memar. Padahal pra preman di buat terhempas oleh pukulan Jacob.


"Ternyata Wan's benar." Jacob menurunkan tangannya.


"A-du-duh...." Jacob mengaduh kesakitan ketika Celia bergegas menjewer telinganya.

__ADS_1


"Berani lancang kamu sekarang dengan Ayahmu, siapa yang mengajarimu!" bentak Celia marah.


"Ampun Bu, Jacob tidak bermaksud seperti itu." ucap Jacob sambil memegang tangan Ibunya yang menjewer telinganya.


"Cepat, minta maaf dengan Ayahmu!" bentak Celia lagi.


Keributan tersebut tentu saja membuat para pelayan yang kebetulan melihatnya berkumpul.


"Apakah Tuan muda dalam masa memberontak?"


"Sepertinya iya, tapi kenapa tiba-tiba seperti itu?"


"Hus! Apa yang kalian lakukan, cepat kembali bekerja!" Sebastian, Ayah angkat Celia yang merupakan kepala pelayan menegur mereka.


Sebastian menghela napas, dia menghampiri Celia dan anaknya, untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Julian yang melihat Jacob sudah bertambah kuat dia tersenyum, kemudian mengacak-acak rambut anaknya tersebut.


"Ternyata kamu sudah mulai dewasa, berapa wanita yang sudah kamu tiduri?" celetuk Julian, membuat Sebastian dan Celia melebarkan rahangnya.


Celia melepaskan tangannya dari kuping Jacob "kamu apaan sih sayang, dia saja baru sembuh dan pertama kali dekat dengan wanita, mana bisa dia sepertimu."

__ADS_1


Julian menyeringai "benarkah seperti itu Jacob?"


Julian sudah sangat yakin kalau Jacob pasti mewarisi Sistemnya, melihat dia yang selama ini tersiksa dan tidak bisa bergaul layaknya pria pada umumnya selama ini.


Jacob terlihat gugup, dia tidak menyangka kalau Ayahnya akan tahu dirinya sudah meniduri Henny, dia juga memiliki Laura dan Micel.


Melihat ekspresi Jacob, Celia terkejut bukan main "Jacob kamu...."


Jacob menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir kuda "hehehe... sebenarnya aku kemari juga ingin membahas itu dengan Ayah, Ibu."


"Hah!" dada Celia terasa sesak, ternyata Jacob sama seperti Julian.


"Hahahaha... itu baru anak Ayah." Julian terkekeh bangga.


Sebastian yang ada di sana tersenyum getir, ternyata cucunya bukan hanya bakal mewarisi kekayaan Julian, melainkan mewarisi teknik menggaet Wanita juga.


"Jac, sejak kapan kamu seperti ini?" tanya Celia dengan suara tidak berdaya.


"Mau bagaimana lagi Bu, mereka mendekat sendiri." jawab Jacob seolah tidak berdaya juga.


Julian tertawa lagi "hahaha... Sudahlah Celia, biarkan saja, yang penting dia bisa menjaga nama baik keluarga dan dirinya sendiri, dan yang lebih penting lagi, dia harus bisa bertanggung jawab."

__ADS_1


Julian tidak akan melarang anaknya bersama dengan banyak wanita, asalkan dia tidak mempermainkan-nya saja, menurut Julian itu sudah sepantasnya buat Jacob, karena dia anak laki-laki satu-satunya Julian Lewis.


__ADS_2