
Suara ledakan tembakkan Wan's terus mengenai Monster tersebut, hingga Monster itu meraung-raung marah.
Monster itu membuka mulutnya, dia mau menembakkan bola Api ke arah Wan's
Tiba-tiba Jacob melesat dengan kecepatan penuh sambil menyelimuti tubuhnya dengan Vitalitasnya, dia masuk ke dalam tubuh Monster itu.
Monster itu berhenti sejenak tidak menembakkan Bola Api, karena dia merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam mulutnya, seperti orang yang tidak sengaja membuka mulut kemasukan lalat.
Jacob masuk ke dalam tubuh Monster itu, terlihat energi Api yang Monster itu gunakan untuk membuat Bola Api.
Jacob memliki ide untuk menghancurkan sumber energi Api yang monster tersebut gunakan, dia menggunakan kekuatan penuhnya dan langsung menghantam pusat energi Api Monster tersebut.
Benar apa yang di katakan Wan's, bagian dalam Monster tersebut sangatlah rapuh, sehingga Jacob sangat mudah menghancurkan pusat energi Api Monster tersebut.
Monster tersebut terdengar meraung kesakitan, tidak sampai di situ saja, Jacob mulai menghantam seluruh bagian dalam Monster tersebut, sehingga Monster itu semakin meraung-raung tidak bisa mengendalikan dirinya.
Monster tersebut menabrak bangunan apapun yang ada di depannya dengan terhuyung-huyung.
Di dalam tubuh Monster tersebut, Jacob merasa semakin terasa panas, dia mulai panik karena tidak bisa menerobos keluar.
__ADS_1
Semakin lama hawa tubuh Monster itu semakin panas saja, tubuh Monster tersebut berwarna merah.
Wan's terkejut dengan apa yang di lakukan Monster tersebut, dia tahu kalau Monster itu akan meledakkan dirinya sendiri.
"Tuan Muda keluar dari sana!" teriak Wan's keras, sayangnya Jacob tidak mendengarnya.
Di laboratorium Julian, mereka semua yang melihat Monster itu bersinar merah, mereka semua terlihat sangat cemas.
"Jacob!" teriak ketiga wanita Jacob sambil menitihkan air mata.
Celia langsung ambruk di lantai, dia tidak kuasa melihat anaknya di dalam Monster tersebut.
Boommm
Kota tersebut hancur lebur radius seratus meter, semua bangunan rata dengan tanah, Celia langsung menjerit meneriakan nama Jacob.
"Jacob!" teriaknya lantang.
Semua istri Julian langsung memeluk Celia, adik-adik Jacob juga tidak kuasa menahan tangis, Henny langsung jatuh pingsan, sementara Micel dan Luri hanya bisa menatap tidak percaya kejadian tersebut sambil berlinang air mata.
__ADS_1
Sementara itu di tempat Julian, dia berhasil membunuh sebagian Monster yang di temuinya, menurut dia itu bukanlah hal yang sulit, Jian terus memburu mereka hingga semuanya berhasil di bunuh. Namun, sayangnya sudah banyak korban yang berjatuhan, di tambah kerusakan kota sangat Vlasir.
"Akhirnya selesai juga!" gumam Julian sambil melihat negara Vlasir yang seluruhnya sudah porak poranda.
"Tuan, kembalilah ke New Island, Tuan Jacob terluka parah!" ucap Rafael tiba-tiba.
"Apa!" Julian tentu saja terkejut, tanpa menunggu dia langsung terbang ke New Island.
"Bertahanlah Jacob!" ucap Julian sambil terbang.
Julian tentu saja sangat marah, jika sampai Jacob kenapa-kenapa dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
Sementara itu, terlihat Jacob yang sedang terkapar di tanah, dengan tubuh penuh luka yang sedang beregenerasi.
Wan's langsung menghampiri Jacob, tiba-tiba saja tubuh Wan's tertusuk sebuah senjata yang mirip duri Monster.
Senjata tersebut tepat mengenai titik Vital Wan's, sehingga dia langsung jatuh tidak sadarkan diri.
"Hahahaha.... membunuhmu juga lebih baik daripada aku tidak mendapatkan apa-apa!"
__ADS_1