Warisan System Harem

Warisan System Harem
Tekad Kuat Jacob


__ADS_3

Jacob tentu saja sangat kesal dengan dirinya, karena dia tidak bisa melindungi wanitanya, terlihat sorot matanya yang tajam.


Julian menyadari hal tersebut, dia yakin dengan kejadian yang telah di alaminya, anaknya akan memiliki motivasi lebih untuk menjadi lebih kuat lagi.


Aku pasti akan menjadi lebih kuat lagi! Tidak akan ku biarkan hal ini terjadi lagi pada kalian!


Benar pemikiran Julian, Jacob bertekad dalam hati untuk lebih kuat lagi, karena dia ingin melindungi orang-orang yang di sayangnya.


"Jacob!" tiba-tiba pintu ruangan Jacob terbuka, terlihat Luri yang berteriak karena khawatir.


Semua orang langsung menoleh ke arah Luri, begitu juga dengan Jacob, dia terkejut saat Luri datang ke sana juga.


Laura dan Micel mengerutkan keningnya, di saat seperti ini Jacob masih saja memberikan kejutan pada mereka, tentu saja keduanya tidak bisa berkata-kata lagi dengan ulah prianya tersebut.


Luri seketika tersipu malu saat melihat di ruangan Jacob begitu banyak orang, karena semua Ibunya ada di sana, begitu juga dengan Ayah dan kekasih Jacob.


"Eh... maaf, saya salah kamar sepertinya." Luri mau menutup pintu, tapi Celia langsung menghampirinya.


"Sudah, masuk saja dulu, kamu khawatir dengan Jacob bukan?" tanya Celia lembut.

__ADS_1


Semua istri Julian tersenyum kecut, ternyata anak laki-laki Julian satu-satunya itu sama persis dengan dirinya, dia memiliki banyak wanita cantik di sekitarnya.


Celia membawa Jacob duduk di sebelah ranjang Jacob. "ini yang ke berapa Jacob? Apa masih ada lagi?"


"Hahahaha... Anak kamu memang unik Celia, kamu harus mendukungnya." Julian terkekeh senang, karena Jacob seperti dirinya.


Celia mencubit pinggang suaminya. "kamu ini yah, mengajarkan yang tidak baik pada anakmu."


"Tidak baik apanya? Aku yakin Jacob sama seperti ku, benarkan Jacob?" tanya Julian sambil menaik turunkan alisnya.


Jacob tersenyum getir, dia tidak tahu harus tertawa atau menangis, karena dia di posisi yang serba salah sebenarnya.


"Aku kekasih pertama Jacob!" jawabnya sinis.


"Eh...." tentu saja Luri terkejut dengan pernyataan Laura.


"Dia nomor dua, dan itu nomor tiga, pasti kamu mengenalnya." Laura menunjuk Henny yang terbaring lemah di ranjang Rumah sakit.


Luri terkejut dengan apa yang di katakan Laura, dia lebih terkejut saat melihat siapa yang terbaring di ranjang sebelah Jacob.

__ADS_1


Luri menutup mulutnya tidak percaya. "Bu Henny?!"


Julian buka suara. "sepertinya kehadiran kami akan mengganggu perbincangan kalian, ayo kita keluar dari sini."


Julian mengajak semua istrinya untuk keluar dari ruangan tersebut, para istri Julian tentu tidak keberatan, mereka tahu maksud Julian apa.


Laura menatap sinis Jacob. "kamu tidur dengan wanita ****** ini Jacob?!"


"Heh, Laura! Jaga ucapanmu, siapa yang kamu bilang ******?!" Luri tentu tidak terima di panggil ******.


"Lah, kamu memang ****** bukan? Buktinya kamu pergi sana sini dengan banyak pria!" jawab Laura ketus.


"Jangan sok tahu kamu! Aku tidak seperti itu!" jawab Luri ketus.


"Sudah Diam!" bentak Jacob pada keduanya, yang seketika langsung menoleh ke arah Jacob.


Jacob menghela napas. "Luri tidak seperti yang kamu kira Laura, dia wanita baik-baik, dia masih bisa menjaga kesuciannya."


Laura terkejut dengan ucapan Jacob, artinya jika Jacob bilang seperti itu, berarti Jacob sudah meniduri Luri, tentu saja Laura merasa cemburu, karena dia yang nomor satu, tapi belum juga di jamah Jacob.

__ADS_1


__ADS_2