Warisan System Harem

Warisan System Harem
Jacob yang Polos


__ADS_3

Mereka berdua terlelap bersama di kamar Henny. keduanya terlihat sama-sama puas, seolah beban hidup mereka tidak ada sama sekali.


Saat hari sudah pagi, Jacob terbangun karena mendengar Henny sedang menelpon seseorang.


Jacob melihat Henny yang masih berbaring di sampingnya saat dia membuka mata sepenuhnya. Henny masih polos seperti semalam, mungkin karena dia masih merasakan perih akibat ulah Jacob.


"Pagi Henny." sapa Jacob lembut.


Henny menoleh tersenyum ke arah Jacob, kemudian menaruh jari telunjuknya di mulut, menyuruh Jacob diam dulu.


Jacob mengangguk mengerti, karena dia mendengar Henny sedang meminta izin tidak berangkat mengajar hari ini.


Setelah berselang beberapa lama, Henny mematikan ponselnya, dia mendekatkan wajahnya ke Jacob.


"Pagi juga sayang." ucapnya lembut.


Jacob langsung mengecup bibir Henny, dia sekarang sudah tidak ragu lagi berdekatan dengan wanita, karena kelainannya sudah sekarang sudah sembuh total.


Henny memeluk Jacob dengan penuh kasih, dia seolah tidak ingin terlepas dari pria yang telah menggagahinya pertama kali itu.

__ADS_1


Jacob tentu saja langsung bereaksi, pusakanya terusik akibat sentuhan tubuh Henny. Karena mereka berdua baru pertama kali melakukannya, jadi keduanya tidak begitu paham dengan konsukuensi jika terus bersama tanpa sehelai benangpun.


Henny tidak tahu kalau Jacob kembali terangsang, sementara Jacob tidak tahu kalau Henny masih kesakitan.


Tanpa ragu Jacob yang sudah membuncah birahinya membalik tubuh Henny dan menindihnya. Henny membelalakan mata karena terkejut, dia mau berbicara tapi Jacob membekap mulutnya dengan bibirnya, sehingga Henny tidak bisa buka suara.


Tanpa ragu Jacob memasukkan kembali pusakanya pada Goa Henny yang masih terasa nyeri itu.


Henny membelalakan mata, dia langsung meneteskan air mata seketika. Jacob mengira air mata Henny seperti semalam, tapi nyatanya Henny benar-benar tersiksa.


Ketika mulut Henny terlepas dari Jacob, dia memohon pada Jacob "sakit Jacob, hentikan." ucapnya sambil menangis.


Jacob benar-benar tidak tahu kalau wanita pertama kali melakukan hubungan pasti ada jeda satu atau dua hari untuk sedikit meredakan nyerinya. Namun, Henny benar-benar di paksa untuk memenuhi kebutuhan Jacob.


Henny tidak bisa melawan, karena perasaannya lebih besar dari rasa sakitnya, jadi dia hanya bisa menahannya pasrah hingga Jacob merasa terpuaskan.


Setelah lima belas menit Jacob mengerang, menandakan kalau dia sudah mencapai puncak. Henny hanya bisa tersenyum getir di bawah tindakan Jacob.


Tubuh Henny terasa mati rasa, karena perbuatan Jacob yang memaksakan kehendaknya. Namun, Henny tidak marah sama sekali, dia menghapus air matanya dan mencoba untuk tetap tersenyum.

__ADS_1


"Kamu nakal sayang." ucap Henny dengan suara parau.


Jacob mengecup kening Henny "maaf, aku tidak bisa menahannya."


Entah kenapa Jacob sedikit merasa bersalah, karena pergulatannya tadi, dia tidak melihat senyum Henny sedikitpun, tidak seperti semalam yang begitu bergairah.


Henny bisa di bilang wanita yang beruntung sekaligus sial, beruntung karena menjadi wanita pertama Jacob, sial karena Jacob belum memiliki pengalaman dan terjadilah sesuatu yang tidak di inginkan-nya.


Jacob beranjak dari tempat tidur Henny "mandi yuk." ajak Jacob lembut.


Henny menggeleng "aku nanti saja."


"Kenapa?" tanya Jacob seperti orang bodoh.


Henny menunjuk ke bawah "sakit."


Jacob menoleh ke arah yang di tunjuk Henny, dia membelalakkan matanya saat melihat ada darah segar di seprei, seharusnya darah tersebut sudah kering, tapi akibat pertempuran tadi ada darah lagi di sana.


"Astaga! kamu kenapa Henny?"

__ADS_1


__ADS_2