Warisan System Harem

Warisan System Harem
Jacob yang Agresif


__ADS_3

Jacob duduk di meja makan dengan bingung, karena hal tersebut merupakan pengalaman pertamanya makan malam dengan seorang wanita.


Henny dengan perhatian mengambilkan makanan untuk Jacob, ketika dia sedang mencondongkan tubuhnya, belahan gunung kembar Henny terlihat dengan jelas di depan mata Jacob walau hanya dengan cahaya lilin saja.


Jacob menelan ludahnya, karena belahan gunung kembar Henny terlihat sangat kentara, ingin rasanya tangan Jacob mengulur dan meraihnya.


Henny tahu kalau Jacob memerhatikan belahan gunung kembarnya, dia malah senang karena Jacob tertarik padanya.


"Ayo, nikmati Jacob." ucap Henny lembut setelah dia duduk.


Jacob tersadar "Eh... i-iya."


Jacob jadi salah tingkah, karena Henny tiba-tiba menegurnya, padahal dia sedang berfantasi liar tadi.


Jacob menyuapkan makanan ke mulutnya, dia kemudian bertanya setelah menelan makanan tersebut "orang tua kamu kemana?"


"Mereka sedang ke luar negeri, kalau mau kamu boleh menginap di sini." jawab Henny dengan genit.


Sontak saja Jacob langsung menelan ludah, dia yakin kalau perkataan Henny adalah sebuah sinyal.

__ADS_1


"Ka-kamu bisa saja." Jacob berusaha menampik kalau Henny hanya bercanda.


"Aku serius, Jacob! Kamu boleh menginap di sini, lagian aku juga bete setiap hari cuma sama pelayan." ucap Henny dengan memasang wajah sedih.


Jacob tidak tahu harus berkata apa, dia tidak pernah menyangka kalau Dosennya yang terlihat sangat berwibawa dan dewasa ketika di Universitas akan bersikap seperti itu.


"He-Henny, aku hanya murid kamu, aku tidak pa..."


Jacob belum selesai bicara, Henny naik meja dan menutup mulut Jacob dengan jarinya "aku sudah tertarik denganmu sangat lama Jacob, tapi aku takut mau mendekati kamu, karena kamu tidak pernah berinteraksi dengan teman-temanmu."


Degg!


Jacob menyingkirkan jari Henny dari mulutnya, entah kenapa tubuh Jacob bergerak sendiri, dia memegang kepala bagian belakang Henny dan langsung menyosor Bibir ranum yang ada di hadapannya tersebut.


Tentu saja Henny terkejut, dia langsung melepaskan pagutan Jacob mundur ke belakang dan kembali duduk dengan wajah merah merona.


"Kenapa? Apa kamu tidak mau? Bukankah kamu yang tadi memancingku?" ucap Jacob tanpa merasa bersalah sama sekali, dia ingin menguji sampai mana Henny bersikap lebih jauh.


"Bu-bukan seperti itu Jacob, tapi jangan di sini..." Henny melirik di sekelilingnya.

__ADS_1


Jacob tahu apa maksud Henny, karena dia sana banyak pelayan yang sedang memerhatikan keduanya.


Jacob tersenyum "ya sudah, kita makan dulu." ucap Jacob dengan santai.


Jantung Henny berdetak dengan kencang, ini pertama kalinya dia di sentuh oleh seorang pria, apa lagi pria tersebut adalah Pria idamannya.


[ Daya Pikat Harem terdeteksi dari Henny Carter sebesar 40%, selamat Host mendapatkan 2 poin Daya Pikat, karena target Harem meningkatkan Daya Pikat 20%!


Poin Daya pikat Host sekarang : 2 poin.]


Jacob tersenyum saat mendengar pemberitahuan Sistem, artinya dia semakin memiliki peluang untuk bertindak lebih jauh dengan Henny.


...***...


Makan malam pun telah usai, Jacob di bawa Henny ke taman belakang, dimana Henny selalu menghabiskan waktunya disana ketika sedang sendirian.


Henny kali ini tidak malu-malu lagi, karena Jacob saja sudah berani nyosor, dia pikir kalau dirinya ada harapan dengan Jacob.


Henny merangkul lengan Jacob sepanjang mereka berjalan ke Taman Halaman belakang sambil menyenderkan kepalanya manja.

__ADS_1


__ADS_2