Warisan System Harem

Warisan System Harem
Welcome Micel


__ADS_3

Micel menghela napas lega, setidaknya dia tidak perlu menjawab perkataan Ibu Julian barusan.


"Kamu sudah sadar, Jacob?" ucap Celia sambil tersenyum.


Jacob tersenyum getir, dia malu jika Ibunya tahu pingsan karena melihat tubuh bugil Micel. Jacob hanya mengangguk lirih.


"Syukurlah, kamu tidak kenapa-kenapa Jacob." Micel buka suara.


Sontak saja Jacob langsung terduduk, dia tidak mengira kalau Micel masih ada di sana, karena dari tadi dia hanya fokus melihat ibunya saja.


"Ka-Kamu masih di sini Micel?" tanya Jacob dengan suara gugup.


Micel mengulas sebuah senyum "mana mungkin aku meninggalkan kamu pingsan sendirian."


Melihat ekspresi Jacob yang kalut, Celia menghela napas berat "sudah, sudah, kita sarapan bareng dulu yuk, baru setelah itu ngobrol lagi, kebetulan Ibu bawa makana lebih."


Celia sangat yakin terjadi sesuatu dengan mereka berdua, dari ekspresi Jacob saja sudah terlihat kalau dia menutupi sesuatu darinya.


"Ayo, Ibu siapkan makanannya dulu." Celia beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar Jacob.

__ADS_1


Micel memelototi Jacob, dia mendengus kesal, karena harga dirinya telah di permalukan Jacob.


Bagaimana Micel tidak terluka, jika pria lain melihat tubuh bugil Micel, mungkin akan langsung menerkamnya, lah Jacob malah jatuh pingsan, wanita mana yang tidak sakit hati coba.


Micel mendengus kesal, dia beranjak dari kamar Jacob menyusul Celia, sementara Jacob tersenyum getir.


"Gini amat jadi pria gak normal, hadeh." Jacob menggeleng-gelengkan kepalanya.


Jacob beranjak dari tempat tidurnya, dia menyusul Micel dan Ibunya yang sudah keluar terlebih dahulu.


Celia memang membawa makanan cukup banyak, dia berencana akan menjemput Laura dan makan bersama, tapi di waktu di jalan, Wan's menelponnya, jadi dia langsung bergegas menemui Jacob.


"Ayo di makan, jangan sungkan-sungkan." Celia tidak menganggap Micel sebagai perusak hubungan Jacob dan Micel, karena dia sadar bagaimana rasanya mencintai satu pria dengan banyak wanita di sisinya.


Micel mengangguk, walaupun masih sedikit gugup bertemu dengan Ibu Jacob, tapi perlahan dia menikmati kebersamaan tersebut. Apa lagi Celia sangat ramah dan baik, membuat Micel yakin kalau dirinya akan di terima oleh keluarga Jacob.


[ Daya Pikat Harem terdeteksi dari Micel Maurel sebesar 70%, selamat Host mendapatkan 1 poin Daya Pikat, karena target Harem meningkatkan Daya Pikat 10%!


Poin Daya pikat Host sekarang : 5 poin.]

__ADS_1


Wajar kalau perasaan Micel semakin tumbuh terhadap Jacob, karena jika orang tua sudah merestui, artinya jalannya untuk mendapatkan Jacob semakin mulus.


Uhuk... Uhuk....!


Jacob tersedak makanan saat melihat pemberitahuan dari Sistem, dia tidak melakukan apapun tapi Daya pikat Micel malah naik.


"Kamu kenapa Jacob? Ini minum." Micel dengan perhatian menyodorkan minuman untuk Jacob.


Jacob tanpa ragu mengambil minuman tersebut dan langsung menenggaknya sampai dirinya merasa lega.


Ahh....


Jacob menghela napas lega, Celia menegur Jacob "kalau makan hati-hati, kamu kaya di kejar hantu saja."


"Iya Bu." jawabnya tersenyum getir.


Mereka kembali menikmati sarapan bersama tersebut, sementara Jacob, dia memerhatikan Laura yang terlihat sangat senang bisa makan bersama Ibunya.


"Apa yang harus aku lakukan? Kalau begini, bisa-bisa Micel juga tidak akan bisa menjauhi aku?" gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Jacob masih bingung dengan hubungan asmaranya, baru saja dia mendapatkan wanita pujaannya, tapi sekarang dia di hadapkan dengan wanita lainnya.


Dunianya seolah di permainkan oleh takdir, selama delapan belas tahun dia tidak menyentuh wanita, sekali dekat Wanita ada dua langsung yang menempel padanya.


__ADS_2