Warisan System Harem

Warisan System Harem
Level Up


__ADS_3

Karena Jacob berteriak sangat keras, jelas saja Wan's mendengarnya, dia langsung bergegas masuk Apartemen dan ke kamar Jacob untuk melihat apa yang terjadi dengan Tuan mudanya itu.


"Tuan muda, ada apa?" tanya Wan's tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Jacob terkejut karena tiba-tiba Wan's datang ke kamarnya, sehingga dia melompat dari atas kasur dan jatuh ke lantai.


"Aduh!" pekik Jacob yang terjatuh di lantai.


"Tuan muda, anda tidak apa-apa?" Wan's bergegas memapah Jacob.


"Tidak apa-apa, apanya bodoh!" Jacob memegangi pinggulnya yang terasa sakit.


Wan's tersenyum getir, karena niat baiknya tidak di sambut oleh Jacob, dia malah terkena marah oleh Tuannya tersebut.


"Kenapa kamu tiba-tiba masuk tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?!" tanya Jacob kesal sambil duduk di kasur.


"Saya pikir Tuan kenapa-kenapa, karena itulah saya bergegas masuk ke dalam." jawab Wan's sopan.


Jacob menghela napas "sudah, kamu pergi sana, aku baik-baik saja!"


Wan's mengangguk, dia pergi dari kamar Jacob. Sementara itu Jacob di kamarnya masih meringis kesakitan, tapi dia mencoba untuk menahannya dan fokus kembali dengan masalah Henny.


"Apa aku coba hubungi saja yah?" gumam Jacob lirih.


Jacob mengambil ponselnya, dia menimbang-nimbang untuk menghubungi Dosennya itu atau tidak. Namun, rasa penasarannya sudah menguasai otak Jacob, sehingga dia langsung menghubungi Henny.


"Bodo amatlah, selagi ada kesempatan kenapa tidak!" Jacob memasukkan nomor Henny ke ponselnya dan menghubungi Henny langsung.


Sementara itu di rumah Henny, dia sedang mondar-mandir di kamarnya sambil memegangi ponselnya.


"Apa Jacob tidak membaca suratku." gumamnya gelisah.


Tapi baru saja dia membicarakan Jacob pada dirinya sendiri, tiba-tiba ponselnya berdering. Terpampang nomor baru yang menghubunginya.


Henny langsung bersemangat, dia sangat yakin kalau itu Jacob, Henny menarik napas dalam-dalam, dia kemudian mengangkat panggilan Jacob.


"Halo...." sapa Henny lembut.


Dari seberang telepon Jacob menjawab "Apa benar ini nomor Ibu Henny?" tanya Jacob basa-basi.

__ADS_1


Heny mengerucutkan bibirnya "jangan panggil Ibu dong, Jacob! Aku berasa tua banget loh." ucapnya manja.


"Eh..." Jacob terdengar terkejut dari seberang telepon.


Henny berbicara lagi "nanti malam kamu bisa datang ke Rumah aku 'kan, Jacob?"


"Tapi...."


Jacob belum menyelesaikan ucapannya, Henny langsung memotong "aku masak spesial untuk kamu, datang yah Jacob." rengek Henny manja.


Entah kenapa Henny seolah membuang harga dirinya, dia tidak peduli kalau Jacob adalah muridnya, yang di pikirkannya sekarang hanya perasaan yang selama ini selalu menghantuinya.


Jacob tidak bisa berkata-kata di sana, selain mengiyakan permintaan Henny, toh hal tersebut juga tidak merugikan dirinya.


Henny terlihat sangat senang "terima kasih Jacob! Aku akan menunggumu!"


Henny mematikan panggilannya, dia langsung memberikan alamat Rumahnya di pesan WA tanpa menunggu lagi.


Henny memeluk Ponselnya, wajahnya berseri seperti habis menang lotre Milyaran dolar saja.


"Akhirnya, setelah sekian purnama, aku bisa menghubunginya." ucapnya dengan nada yang berbunga.


Henny kemudian bergegas menyiapkan segala sesuatunya, dia mencari pakaian terbaik untuk bertemu dengan Jacob nantinya.


[ Daya Pikat Harem terdeteksi dari Henny Carter sebesar 40%, selamat Host mendapatkan 2 poin Daya Pikat, karena target Harem meningkatkan Daya Pikat 20%!


Poin Daya pikat Host sekarang : 9 poin.]


Jacob di buat tambah terkejut dengan pemberitahuan Sistem, dengan begini seolah menegaskan kalau Henny memang menyukainya.


"Apa ini bercanda?" ucap Jacob tidak percaya.


Nyatanya semua yang di beritahukan Sistem itu benar, dari Laura dan Micel yang sudah kelihatan menyukai Jacob. Apa lagi Micel sudah rela di tiduri Jacob jika dia tidak pingsan, dengan menyimpulkan hal tersebut saja, Jacob sekarang benar-benar yakin kalau pemberitahuan Sistem itu benar.


"Bodo amatlah, lagi pula Bu Henny juga cantik, apa salahnya jika aku jalan sama dia." pikiran Jacob mulai seperti Julian, dia sekarang ingin membuat kehidupannya lebih berwarna lagi, dengan memiliki banyak wanita, bukan hanya dia akan mendapatkan banyak kesenangan tapi dia juga akan mendapatkan poin Daya pikat.


Jacob teringat dengan poin Daya pikatnya "lebih baik aku gunakan poin daya pikat untuk menambah keberanianku! Sistem naikkan Atribut keberanian!"


[ Perintah di terima! Mulai menambahkan Atribut keberanian! ]

__ADS_1


Saat Atribut keberanian mulai di tingkatkan, kali ini Jacob merasakan sakit seperti di tusuk dalam hatinya.


Jacob sampai tersungkur di kasur sambil memegangi dadanya, dia mengatupkan rahangnya kuat-kuat agar tidak berteriak dan membuat Wan's masuk ke dalam kamarnya.


Kurang lebih selama lima belas menit Jacob seolah di siksa oleh rasa sakit tersebut, setelah itu dia kembali seperti semula.


[ Penaikan Atribut berhasil! ]


[ Status ]


Nama : Jacob Lewis


Umur : 18 Tahun


Tinggi : 179 cm


Karisma : 70


Kecerdasan : 80


Kecepatan : 40


Kekuatan : 30


Keberanian : 20


Poin Daya Pikat : 0


Terpikat :


Laura Risu : 90%


Micel Maurel : 70%


Henny Carter : 40%


Dengan mendapatkan Poin Daya Pikat pada Wanita, Host bisa mengupgrade Atribut.


Poin Daya Pikat bisa di dapat dengan berinteraksi dengan wanita, jika Daya Pikat wanita naik 10% Host akan mendapatkan 1 Poin Daya Pikat, berlaku kelipatannya.

__ADS_1


Atribut Manusia pada umumnya di bawah 100 ]


Jacob terlihat bermandikan keringat, napasnya tersengal-sengal, dia seolah habis berlari puluhan kilometer saja. Sorot matanya sekarang terlihat berbeda tidak ada keraguan lagi yang terlihat di sana.


__ADS_2