Warisan System Harem

Warisan System Harem
Hari yang Mulai Berubah


__ADS_3

Selepas sarapan bersama, Micel pamit untuk pulang lebih tepatnya ke toko Ayahnya, karena dia memang sehari-hari bekerja di sana.


Celia langsung menyilangkan tangannya di depan dada dan beratanya pada Jacob "Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan kalian berdua, pada Ibu!"


Jacob menghela napas berat "apanya yang terjadi, Bu? Jacob baru memeluk Micel saja sudah pingsan." ucapnya tidak berdaya.


Jacob tidak berniat sama sekali menutupi apa yang terjadi pada dirinya dan Micel, faktanya memang dia pingsan saat melihat Micel bugil. Namun, Jacob tidak berkata lebih detail.


Celia mengerutkan keningnya "anak nakal kamu yah, baru saja semalam berduan dengan Laura, sekarang kamu sudah mencari lagi?"


Celia sebenarnya ingin marah, tapi mau bagaimanapun dia sadar dengan posisinya. Celia menghela napas kasar, dia duduk di sofa sambil menatap anaknya.


"Apa kamu yakin sanggup seperti Ayahmu, Jacob?" tanya Celia lembut.


"Apa maksud Ibu?"


Lagi-lagi Celia menghela napas "Ibu sebenarnya berharap kamu tidak seperti Ayahmu, tapi jika dengan melakukan seperti Ayahmu bisa membuat kamu sembuh dari kelainan kamu...."

__ADS_1


Celia diam sebentar kemudian melanjutkan "Ibu hanya bisa mendukung kamu, asalkan kamu bisa bersikap adil dengan para wanita yang kamu miliki nantinya."


"Apa-apaan sih Bu, mana mungkin Jacob seperti Ayah, kita berdua bagaikan langit dan Bumi." Jacob beranjak dari duduknya, dia langsung ke kamar mandi, dia malas membahas masalah tersebut untuk sekarang.


Celia hanya bisa menatap anaknya dengan tidak berdaya, mau bagaimanapun, dia hanya bisa mendukung tanpa perlu mencampuri urusan anaknya, karena dia tahu, sekarang Jacob sudah dewasa dan bisa memilih jalannya sendiri.


Setelah selesai membersihkan diri dan memakai pakaiannya, Jacob pamit dengan Ibunya pergi ke Universitas.


"Bu, Jacob berangkat dulu yah."


"Jemput Laura, Ibu sudah mengirim pesan padanya, kalau kamu akan menjemput dia!" sahut Celia yang sedang membereskan kamar Jacob.


Jacob keluar dari Apartemen, Wan's langsung mengekorinya dari belakang seperti biasanya tanpa mendapatkan perintah dari Jacob.


"Wan's nanti kita ke Rumah Laura dulu." ucap Jacob sambil melihat ponselnya di jalan.


Ponsel yang dari dulu jarang dia gunakan, karena yang mengirim pesan hanya keluarganya dan Rey saja. Jadi Jacob sangat jarang memegang ponsel. Namun, sekarang ada Laura yang mungkin hampir setiap jam mengiriminya pesan.

__ADS_1


"Baik Tuan!" jawab Wan's sigap.


Mereka berdua langsung menuju tempat Laura untuk menjemputnya, sepanjang jalan Jacob bertukar pesan dengan Laura, dia tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila.


Jacob sangat senang, karena sekarang ada kerjaan lain, selain main game dan menghabiskan waktunya berselancar di internet mencari hiburan. Dia kini punya tempat untuk menghabiskan waktunya yang biasa dia buang sia-sia.


Mobil yang di naiki mereka melesat dengan cepat ke Rumah Laura. Wan's tidak banyak berbicara dengan Jacob seperti biasanya, karena kali ini Tuannya itu sedang sibuk dengan ponselnya.


***


Sementara itu di Kota Mati, terlihat pria memakai Masker sedang menguji coba temuan barunya. Manusia yang di satukan dengan sel Binatang yang sudah berevolusi di sana.


Kulit Manusia eksperimen sama persis dengan kulit Binatang yang telah berevolusi, dia terlihat masih tertidur di tabung penelitian.


"Sebentar lagi, sebentar lagi aku pasti akan menyempurnakan penemuanku!"


Pria tersebut mengepalkan tangannya dan melihat sebuah foto yang di penuhi dengan bekas tembakan. Rahangnya terlihat mengerat, dia seolah menaruh dendam yang sangat dalam pada pria yang ada di foto tersebut.

__ADS_1


"Kamu, pasti akan mendapatkan pembalasan dendamku dengan penuh penderitaan!" ucapnya dengan suara berat.


__ADS_2