
Wajah Jacob semakin membiru, napasnya tercekat karena cengkraman Monster itu sangat kuat.
Pandangan Jacob mulai kabur, dia melihat kedua wanitanya yang sedang menangis histeris, dia menatap mereka dengan sedih.
Ah... apakah ini akhir dari hidupku? Padahal aku belum sepenuhnya bisa menyenangkan mereka.
Pikiran Jacob sudah tidak terkontrol lagi, dia benar-benar di buat tidak bisa berbuat apa-apa, kekuatannya sekarang sangatlah lemah.
Swuzzz
Pral
Tiba-tiba saja sesuatu melesat dengan sangat cepat, tangan Monster tersebut langsung patah, Jacob melihat orang yang di kenalnya sedang menggendong dirinya.
"Kamu ini, ternyata lebih payah dari Ayah dulu." ucap Julian tidak berdaya, melihat anaknya terluka parah.
"Medical satu dan dua, kalian obati Jacob dan Henny!" perintah Julian pada Robot Medis yang dia bawa.
"Baik Tuan Lewis!" ucap Mereka sigap yang langsung memberikan pertolongan pada Jacob dan Henny.
__ADS_1
"Jacob!" terlihat Laura dan Micel menangis sambil menghampiri Jacob, yang di baringkan Julian di jalan, sementara Henny sudah tidak sadarkan diri, karena tidak bisa menahan rasa sakitnya, di tambah darah dia keluar banyak.
"Kalian tenanglah, Jacob tidak akan kenapa-kenapa." ucap Julian mengusap puncak kepala keduanya.
Mereka berdua tidak menggubris perkataan Julian dan masih menangisi pria mereka, Julian teringat saat wanitanya menangisi dirinya ketika perang melawat para mutan dulu.
Groaar
Monster tersebut meraung sangat keras, sehingga membuat Julian menoleh ke arahnya.
Julian menggertakkan giginya. "berani sekali kamu menyentuh orang-orang yang aku lindungi! Ku pastikan kau Mati."
Swuzzz
Tapi dengan Vitalitasnya sekarang, duri-duri itu tidak bisa menembusnya sama sekali, duri-duri tersebut langsung hancur menjadi debu saat menabrak Vitalitas Julian.
Booommm
Pukulan Julian mengenai telak Monster tersebut, sehingga Monster itu langsung hancur lebur, bersamaan dengan itu kawah besar tercipta di sana.
__ADS_1
Laura dan Micel tentu merasakan getaran ledakan pukulan Julian, walaupun mereka sedang bersedih, tapi mereka menoleh melihat apa yang terjadi sebenarnya.
Betapa terkejutnya mereka berdua saat melihat kawah besar yang di ciptakan Julian, terlihat Julian yang terbang dan keluar dari sana.
Micel dan Laura menatap tidak percaya calon mertua mereka, karena dia bagaikan superhero di film yang mereka tonton, karena baru pertama kali ini melihat seorang manusia bisa terbang sungguhan.
Julian sadar kalau Laura dan Micel sedang menatapnya, tapi dia tidak peduli sama sekali, lagi pula mereka juga nanti akan melihat Jacob yang seperti dirinya.
Julian hanya tersenyum ke arah mereka dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Rafael.
"Rafael, kirim robot pekerja ke Jalan zig-zag segera!" perintahnya yang langsung menutup telepon dan menghampiri Jacob dan ketiga Wanitanya.
Rafael di tempatnya yang menerima pesan tersebut, dia langsung bergegas mengirim robot pekerja, untuk memperbaiki jalan yang di buat hancur oleh Julian.
"Jangan katakan ini pada siapa-siapa, oke." ucap Julian sambil tersenyum pada Micel dan Laura.
Mereka berdua langsung mengangguk patuh, karena mereka sadar kalau Julian bukanlah manusia biasa.
"Jangan menatap calon mertua kalian seperti itu, nanti kalian malah jatuh cinta denganku." goda Julian pada Laura dan Micel yang sedari tadi terus menatapnya.
__ADS_1
Sontak saja kedua wanita itu tersipu, mereka berdua langsung menundukkan kepala, Julian tersenyum simpul, ternyata dia masih bisa menggoda gadis muda.